
Gerbang Barat.
Perang digerbang barat terlihat begitu sengit dan brutal, berbagai ledakan, sihir, hingga senjata saling serang dan sudah membunuh ratusan nyawa. Pasukan aliansi pimpinan Eira itu terlihat mendominasi dan hampir menghancurkan benteng barat dan menguasainya, namun saat kemenangan di depan mata pasukan sekte naga Awan tiba-tiba menyerang balik dengan strategi serangan tiga arah.
"Kita dikepung." Eira melihat sisi kanan dan kiri dimana pasukan sekte naga Awan tiba-tiba muncul dan bergabung dalam peperangan dan mengepung mereka.
"Ibu apa yang harus kita lakukan?" Tanya Xiao Ei yang terlihat sudah berlumuran darah dari musuh-musuhnya ataupun darahnya sendiri, tubuhnya terlihat memiliki luka sayatan dan perlahan beregenerasi dengan lambat.
"Selain itu mereka mulai mengetahui kelemahan ku, mereka mulai mengerahkan pendekar yang memiliki kekuatan elemen kegelapan untuk melawanku." Tamba Xiao Ei dengan khawatir.
Kekhawatiran Xiao Ei memang wajar, pasalnya dia selalu tertusuk di bagian jantung baik tusukan pedang ataupun tombak, meskipun begitu Xiao Ei dapat bertahan karena memiliki kekuatan dewa air. Namun beberapa jam lalu dia hampir mati ketika seseorang pendekar menusuk dadanya dengan tombak yang sudah dialirkan sihir elemen kegelapan, beruntungnya tusukan itu tidak mengenai jantungnya jika tidak Xiao Ei akan mati saat itu juga, semenjak saat itu Xiao Ei mulai berhati-hati agar tidak terlalu sering terluka apalagi sampai ditusuk.
"Jenderal Eira, benarkan?" Tanya seseorang pria tua sembari berdiri dihadapan Eira dan Xiao Ei, beberapa prajurit Eira yang mencoba menghalangi kakek tua itu langsung terhempas dan mati dalam sekali kibasan tangan, Eira dan Xiao Ei juga hampir terhempas beruntungnya mereka masih bertahan karena memiliki kekuatan yang cukup.
"Fokus saja menghancurkan benteng dan menguasainya, jangan mencoba mendekat, dia bukan lawan kalian." Teriak Eira kepada pasukannya yang berlari mendekat untuk melindunginya.
Pasukan itu mengerti setelah ragu-ragu, mereka kembali bergabung dalam pertempuran melawan ribuan pasukan sekte naga Awan yang merupakan gabungan antara murid, pasukan keamanan, pembunuh, dan beberapa murid sekte lain.
"Kamu sangat peduli dengan bawahanmu, jenderal sepertimu sangat jarang terlihat dalam medan perang." Ucap pria tua tersebut dengan tersenyum.
"Aku Tetua Zingka sudah ratusan kali ikut perang, semua jenderal yang menjadi lawanku akan menggunakan pasukannya untuk mengukur kemampuanku dan membuatku sedikit kelelahan, kamu satu-satunya jenderal yang lebih memilih melawanku secara langsung tanpa mengerahkan pasukan, aku memujimu wanita pemberani." Ujar tetua Zingka memuji Eira, Eira dan Xiao Ei hanya diam mendengarkan ocehan kakek tua tersebut.
"Naga air pemusnah jiwa." Xiao Ei menyerang setelah saling tatap dengan sang ibu yang mengangguk.
Sebuah naga air tiba-tiba muncul dari tanah dan langsung menerkam tetua Zingka yang sibuk mengoceh, melihat itu tetua Zingka hanya mundur sedikit dan memukul kepala naga air itu hingga termundur kebelakang.
"Dinding tombak!" Tetua Zingka menggunakan teknik sihirnya yang berupa dinding tanah dengan belasan tombak yang menghiasinya, dinding itu digunakan untuk menahan tebasan energi air Eira sesaat setelah naga air Xiao Ei dia pukul hingga termundur.
__ADS_1
"Bola air ledakan surgawi." Eira menggunakan tekniknya yang berupa bola air, bola air itu langsung mengurung tetua Zingka karena bola itu terbuat dari air yang sudah membasahi sekitar tetua Zingka.
Bom!!! Booom! Bom!!!
Belasan ledakan dahsyat terjadi sampai-sampai membuat beberapa prajurit yang berada tidak jauh dari area tetua Zingka terkena dampaknya, tubuh mereka langsung terlihat hancur akibat ledakan tersebut, meskipun ada yang selamat karena sempat menggunakan tenaga dalam untuk bertahan, tetap saja mereka harus puas dengan kondisi terluka parah dan diambang kematian.
"Kekuatan ibu sangat mengerikan." Gumam Xiao Ei melihat teknik sihir yang terbuat dari kombinasi sihir air dan sihir ledakan yang ibunya ciptakan tersebut.
"Ei Fokus!!!" Teriak Eira membuat Xiao Ei tersentak, namun terlambat tetua Zingka sudah ada disampingnya dan langsung menghantam kepala Xiao Ei hingga hancur, lalu menendang tubuhnya hingga terhempas beberapa meter.
"Ei!!!" Teriak Eira dan segera menuju dimana anaknya terhempas, Eira dapat bernafas lega karena Xiao Ei segera kembali normal berkat kekuatan dewa air miliknya, Xiao Ei bahkan terlihat tidak pernah terluka karena luka akibat sihir kegelapan yang dia terima sebelumnya sudah sembuh.
"Tenaga dalam spesial, tenaga dalam elemen air?" Tetua Zingka yang tersenyum sombong seketika terkejut melihat Xiao Ei kembali normal, dimana kepalanya yang hancur ternyata berubah menjadi air dan kembali menyusun kepala Eira hingga terlihat seperti beregenerasi.
"Bagaimana mungkin? Bukankah kamu belum mencapai ranah surgawi?" Tanya tetua Zingka dengan nada tak percaya dengan kemampuan tenaga dalam yang seharusnya dapat dibuka jika sudah ranah surgawi, itupun sangat jarang seseorang ranah surgawi membuka tenaga dalam spesial.
"Kutanya sekali lagi, bagaimana mungkin kamu bisa memiliki tenaga dalam spesial?" Tetua Zingka bertanya sambil berteriak, namun Eira ataupun Xiao Ei hanya diam dan terus memulihkan diri.
"Lupakan, aku akan membunuhmu saat ini juga." Tetua Zingka yang geram tidak peduli lagi, lalu tiba-tiba menghilang dan langsung muncul disamping Xiao Ei dan melancarkan pukulan yang sudah dialirkan elemen kegelapan.
"Pukulan tapak iblis!" Teriak tetua Zingka, Xiao Ei langsung ditarik oleh Eira dan disaat yang sama Eira melancarkan tebasan keleher tetua Zingka, namun tidak berefek apapun karena area tebasan itu langsung dialiri tenaga dalam untuk melindungi dari berbagai tebasan.
Bush!
Tetua Zingka disaat yang sama kembali mengincar Xiao Ei, namun Xiao Ei sudah dilempar menjauh oleh Eira dan sekali lagi Eira menebas tetua Zingka meskipun tidak berefek sama sekali.
"Percuma saja, kamu tidak akan bisa melukaiku!" Teriak tetua Zingka dan menyerang Eira yang sigap menangkis pukulan itu dengan menyilangkan pedangnya, Eira dibuat terhempas karena pukulan itu terlalu kuat dan mematikan.
__ADS_1
"Inikah perbedaan ranah surgawi dan level 100?" Tanya Eira yang merasakan tangannya kebas akibat menahan pukulan itu, nafas Eira tersengal-sengal karena mulai kelelahan akibat pertarungan sebelumnya.
Whus!
Whus!
Tetua Zingka menyerang dengan brutal, namun Eira terus menghindar dan beberapa kali menebas tetua Zingka.
Bang!
Tetua Zingka berhasil mendaratkan tinju di dada Eira yang menahannya dengan pedang menyilang, Eira termuntah darah, tetua Zingka langsung meninju wajah Eira, untungnya Xiao Ei menebas leher tetua Zingka hingga tetua Zingka kehilangan fokus, Eira dengan sigap langsung menjauh.
"Aku lengah?" Ucap tetua Zingka sambil melirik tajam Xiao Ei, sebuah lirikan seorang pembunuh berdarah dingin, sampai-sampai Xiao Ei bergidik ngeri.
Tetua Zingka langsung menghilang dan muncul di depan Xiao Ei dengan tinju yang siap menghantam kepala Xiao Ei, disaat yang sama tubuh tetua Zingka terkena tebasan energi hingga membuat tetua Zingka terluka akibat tebasan energi tersebut.
"Semakin lama bertarung semakin kuat, itulah pasif tenaga dalam." Ujar Eira dengan pedang yang terhunus siap memotong tetua Zingka.
"Dengan pasif ini pertahanan tenaga dalam milikmu akan hancur beberapa menit lagi, saat itu kamu mungkin akan terbelah oleh pedangku." Ujar Eira dingin sembari berlari menyerang.
"Aku akan membunuhmu." Teriak tetua Zingka marah dan juga menyerang Eira dengan brutal, Eira dengan sigap menghindar semua serangan tetua Zingka karena dia tahu sekali terkena maka dia akan mati, karena bukan hanya tenaga dalam miliknya saja yang semakin kuat, tapi tetua Zingka juga.
Setelah ratusan kali pukulan tetua Zingka berhasil mendaratkan tinju di dada Eira yang menahannya dengan pedangnya, hasilnya pedang itu patah dan Eira terhempas hingga termuntah darah.
"Matilah!!!" Teriak tetua Zingka langsung menyerang Eira yang terluka parah.
Bersambung.
__ADS_1