Suami Pilihan Daddy

Suami Pilihan Daddy
12


__ADS_3

Kini, Attar dan Syiera sedang menikmati sarapan. Syiera menimbang-nimbang hasil masakan suaminya, lumayan enak, cocok di lidahnya. Syiera berkesimpulan bahwa suaminya itu adalah koki.


"Apa kamu seorang koki?" tanya Syiera di sela-sela makannya.


Tapi, Attar malah langsung tersedak dengan dugaan istrinya. Sontak, Syiera langsung memberikan minum pada Attar. Tangan mereka saling beradu, dan itu membuat Syiera menjadi canggung. Ini tidak bisa dibiarkan, akhirnya Syiera mencoba melepaskan gelas itu dari genggamannya.


"Maaf," ucap Attar.


Syiera hanya memberi senyum biasa pada Attar, ia tak bisa terlalu dekat dengannya. Ia hanya tak ingin menumbuhkan cinta di diri suaminya itu, ia takut kalau nanti Attar jadi salah paham. Syiera sama sekali tak menaruh hati pada suaminya.


"Makanlah, aku juga bukan seorang koki. Aku hanya suka saja memasak," jawab Attar


Syiera menikmati sarapan dengan perasaan lega, pernikahan yang dijalani oleh mereka tak seribet yang ia bayangkan, hidup bersama orang yang tak dikenalnya sama sekali tak begitu buruk. Ternyata Attar, orangnya cepat akrab, dan itu membuat Syiera ingin berteman saja dengannya.


"Hari ini, mungkin aku akan telat pulang," ucap Syiera.


Attar langsung menoleh ke arahnya.


"Aku sudah pernah bilang padamu, jangan terlalu bekerja dengan keras! Aku masih bisa menapkahimu. Jika perlu kamu tidak usah bekerja saja!" Attar lebih suka mempunyai istri yang lebih mementingkan keluarga dari pada harus bekerja. Tapi tunggu. Sepertinya Attar lupa, Syiera 'kan hanya menganggapnya teman. Tidak lebih.


"Kenapa jadi mengaturku, inikan urusanku. Sepertinya kita harus buat perjanjian, ya?" kata Syiera.


"Perjanjian?"


"Iya, perjanjian. Aku tak suka diatur, dan jangan pernah ikut campur urusan pribadiku."


Attar tak terima dengan perjanjian yang diajukkan oleh Syiera, mana bisa tak ikut campur. Diakan istrinya.


"Tidak! Aku tidak suka perjanjian, jangan mengikuti gaya hidupmu seperti novel. Ini dunia nyata bukan kaya di film-film!" cetus Attar. "Ide konyol apa yang dalam pikirannya itu!" Attar geram sendiri. Kalau ada perjanjian, sama aja dia juga membatasi diri untuk mendekati istrinya. "Ok aku ijinkan kamu telat pulang hari ini. Besok-besok aku tak ingin itu terulang kembali." Attar mencoba memahami istrinya yang menjabat sebagai pimpinan di sana.


Setelah mendengar omelan dari suaminya, Syiera jadi terdiam. Ia hanya tak ingin kalau orang tuanya tahu akan pernikahan seperti apa yang dijalani mereka, takut juga melawan suaminya, yang ada nanti Attar ngadu. Pikirnya.


Syiera pun akhirnya berangkat bekerja, tapi diantar oleh Attar. Bilang akan pulang telat, dan itu artinya pasti pulang malam, akhirnya Attar putuskan mengantar istrinya. Supaya nanti bisa dijemput olehnya.

__ADS_1


Syiera pun sampai di perusahaan, saat Syiera akan turun dari mobil. Tiba-tiba, Attar mencekal lengannya. Dan itu membuat Syiera menoleh ke arahnya.


"Apa lagi?" cetusnya karena merasa kesal pada Attar.


Cup


Attar mencium kening istrinya. "Jadilah istri yang baik, walau kita berteman kamu tetap istri sah 'ku," ucapnya setelah melepaskan bibirnya dari kening Syiera.


Sesaat, Syiera terdiam. Ternyata mengajaknya berteman, malah membuat suaminya menjadi lebih berani. Sepertinya salah menduga. pikirnya.


Akhirnya Syiera pun turun dari mobil suaminya.


"Nanti aku jemput, kasih kabar jika sudah selesai," kata Attar dari dalam mobil. Syiera hanya mengangguk pasrah.


Setelah Syiera benar-benar menghilang dari pandangannya, Attar baru menyalakan mobilnya kembali, ia pun pergi dengan perasaan lega, sudah mengantar istrinya sampai selamat. Lebay memang, tapi itulah Attar.


Setelah kepergian Attar, seseorang turun dari mobilnya. Ia memasuki perusahaan itu, dirasa sudah aman untuk menemui Syiera.


Ya, Alex datang menemui kekasihnya itu. Tak peduli dengan Syiera yang sudah menjadi status istri orang. Ia pikir kalau Syiera pasti tak mencintai suaminya itu, yang ia tahu bahwa Syiera hanya mencintainya. Dan itu memang benar adanya, Syiera masih mencintai Alex.


"Masih berani kamu menemuiku setelah pergi di hari pernikahan kita!" Syiera marah, marah sekali pada Alex. Tapi hatinya berkata lain, ia merindukan sosok Alex. Bagaimana pun hubungan yang meraka jalin selama ini tidak sebentar, banyak yang mereka lewati bersama. 5 tahun mereka pacaraan, disaat akan menikah, Alex malah menghilang. Dan kini ia datang setelah Syiera menjadi istri orang.


"Aku bisa jelaskan kenapa aku tak datang di hari pernikahan kita. Maafkan aku," lirih Alex.


"Apa? Apa yang akan kamu jelaskan. Semuanya sudah terlambat, Alex. Aku sudah menikah," jelas Syiera tak terima maaf dari Alex begitu saja.


"Apa kamu mencintai suamimu?" tanya Alex mengenai soal Attar.


Ditanya akan hal itu, Syiera malah membungkam mulutnya rapat-rapat.


"Diammu aku anggap jawaban kalau kamu mulai mencintainya," seru Alex.


"Tidak! Aku tidak mencintainya. Aku hanya mencintaimu, hanya padamu." Syiera menangis dan itu membuat Alex lebih dekatnya.

__ADS_1


Alex menarik tubuh Syiera ke dalam pelukannya.


"Sudah jangan menangis, maafkan aku. Aku janji tidak akan meninggalkanmu," kata Alex meyakinkan Syiera.


Syiera melepaskan diri dari pelukan Alex, dan sekarang posisi Syiera membelakanginya.


"Sudah terlambat, kita tidak bisa seperti dulu," ucap Syiera dengan lirih.


Lalu, Alex memeluk Syiera dari belakang.


"Tidak ada kata terlambat, aku bisa menjelaskan pada orang tuamu kenapa aku tidak hadir di pernikahan kita!" bisiknya di telinga Syiera.


Alex menceritakan semua pada Syiera apa yang terjadi padanya termasuk tentang kedua orang tua Alex yang tenyata bukan orang tua kandungnya. Syiera jadi merasa kasihan pada Alex. Dan akhirnya Syiera menerima Alex kembali dalam hidupnya.


"Tapi, kita rahasikan hubungan kita dulu, ya?" pinta Syiera pada Alex.


Tentu Alex menyetujuinya, apa pun itu akan Alex lakukan demi hubungan mereka, tak ada lagi tempat untuk berteduh selain Syiera, hanya Syiera tujuan hidupnya sekarang.


Satelah meyakin kekasihnya, Alex mengajak Syiera pergi hari ini. Tapi Syiera menolak, banyak pekerjaan yang harus diselesaikan hari ini. Ia tak ingin mengecewakan Darren, Darren telah mempercayakan perushaan ini padanya.


Pada akhirnya Alex mengerti, ia akan menunggu Syiera selesai dalam pekerjannya. Akhirnya Syiera menyelesaikan perkerjannya dengan cepat, ia pun pergi dengan Alex.


Hanya sekedar melepas rindu, mereka merayakan kembali hubungan mereka dengan makan malam bersama. Hingga Syiera melupakan waktu.


Lalu, Syiera teringat akan Attar suaminya. "Jam berapa ini?" Syiera langsung melirik jam yang menempel di tangannya. "Mati aku," pekiknya dalam hati.


Syiera pun akhirnya pamit pulang pada Alex. Alex menawarinya pulang bersama. Tapi Syiera menolak, ia takut kalau Attar tahu.


"Aku antar ke kantor," tawar Alex.


Akhirnya, Syiera menerima tawaran Alex. Diantarnya Syiera sampai di perusahaan. Setelah turun dari mobil Alex, dilihatnya Attar sudah berdiri diambang pintu. Sontak membuat Syiera terkejut.


Lalu bagaimana dengan Attar? Ia tahu kalau ternyata Syiera pergi dengan Alex, kekasihnya. Jadi ini yang bilang akan pulang telat. Pikir Attar.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2