Suami Pilihan Daddy

Suami Pilihan Daddy
13


__ADS_3

Selama di dalam mobil, tak ada percakapan diantara mereka. Sesekali, Syiera melirik ke arah suaminya. Dengan rasa dongkol, Attar menambah kecepatan mobil yang ia kendarai.


Dan itu membuat Syiera sedikit takut, akan tetapi Syiera tak mengeluh, ia tahu bahwa suaminya tengah kecewa padanya. Attar tidak melarang istrinya bergaul dengan siapa pun, tapi harus dapat ijin darinya. Sebenarnya, Attar tak suka dengan kedekatan Syiera dengan Alex, tapi ia juga tak bisa melarang Syiera.


Ia masih belum bisa mengatur istrinya, ia tak ingin dengan sikap posesivnya bakal jadi penghalang untuk hubungan mereka. Tapi sekarang, setelah diberi kepercayaan dari suaminya, Syiera sudah berani berkhianat.


Syiera terlalu terbawa situasai, ia rindu pada Alex hingga melupakan suami yang kini dianggapnya sebagai temannya. Dan mereka pun sampai di rumah.


Attar lebih dulu turun dari mobil, tanpa mengeluarkan kata sepatah pun. Pintu mobil ditutup dengan keras, dan itu membuat Syiera terkejut. Ia tahu akan sikap suaminya yang seperti ini, karena ini memang salahnya.


Salah sudah mengabaikan kepercayaan yang sudah diberikan padanya. Syiera mencoba mengejar suaminya sedikit berlari, tapi sayang ia malah terjatuh, kakinya tersandung.


Attar yang tahu langsung menoleh ke arah istrinya sejenak. Lantas, Attar kembali melanjutkan langkahnya masuk ke dalam, mengira Syiera hanya tersandung pasti tidak akan apa-apa.


Syiera mencoba bangkit, tapi ia tak bisa. Kakinya terasa sakit di bagian pergelangannya.


"Aw," pekiknya sambil menyentuh kaki di bagian yang sakit. Sedikit-sedikit ia menggeserkan tubuhnya, tetap saja tak bisa. Hingga hujan mulai turun ke bumi ia tetap dalam posisinya.


Syiera menadahkan tangannya menyambut hujan yang mulai deras. Tak terasa cairan bening terjatuh dari pelupuk mata. Ia sadar akan kesalahannya, tapi bertemu dengan Alex, itu tanpa rencana.


Di dalam kamar, Attar menatap langit-langit, ia teringat akan pengkhianatan istrinya. "Apa yang mereka lakukan hingga pulang selarut ini?" Pikiran Attar menerawang jauh. "Mereka pasti melepas rindu mereka." Sial, Attar malah berpikir bahwa istrinya pergi ke hotel bersama Alex, melepas rindu mereka di sana.


Attar mengepalkan tangannya. "Apa kamu begitu mencintainya, Syiera?" Attar prustrasi, tak terima jika istrinya telah tersentuh orang lain. Ia bisa terima jika kejadiannya sebelum ia menikahi Syiera, tapi sekarang? Situasi sudah berbeda, ia suaminya sekarang.


Mendengar suara hujan, ia beranjak dari tempatnya, melihat ke arah luar lewat jendela. Attar menatap ke bewah, dilihatnya Syiera masih di sana. Tubuhnya sudah basah akibat air hujan.


"Syiera ..." Attar berlari menemui istrinya.

__ADS_1


Setibanya di sana, ia melihat Syiera yang tertunduk meringis sambil memegang kakinya. Bisa-bisanya, Attar tak mempedulikan istrinya.


Attar meraih tubuh mungil itu, lalu menggendongnya masuk ke dalam. Attar tak mengeluarkan suara sedikit pun, bahkan melihat ke wajah istrinya pun tidak.


Syiera terus melihat ke wajah suaminya, fokus melihat wajah tampan itu. "Aku sudah mengecewakannya, tapi kamu masih peduli padaku." Rasa bersalah mencuat di hatinya.


Tapi ia tak bisa melakukan apa-apa. Ia hanya diam dengan sikap suaminya yang masih peduli padanya. Hingga mereka tiba di kamar.


Attar mendudukkan tubuh istrinya di tepi ranjang, dilihatnya kaki itu yang terlihat membengkak dan sedikit memerah. Sebelum mengobati kaki istrinya, Attar mengambilkan handuk untuk mengeringkan tubuhnya terlebih dulu. Setelah itu, ia mengambilkan pakaian untuk istrinya.


Tanpa kata, ia memberikan itu. Lalu pergi keluar, memberi waktu untuk Syiera mengganti bajunya. Setelah dirasa cukup, Attar kembali masuk. Syiera sudah memakai baju dengan lengkap.


Attar mendekati Syiera, dan ikut duduk di sampingnya. Attar membawa minyak untuk mengurut kaki istrinya yang bengkak. Diraihnya kaki itu, lalu meletakannya di pahanya yang menajdi penopangnya.


Perlahan, Attar mengurut kaki itu.


Attar menghentikan tangannya yang sedang mengurut, lalu menoleh ke arah istrinya, disara sudah cukup tenang, ia kembali melanjutakan aktifitasnya.


Acara mengurut kaki sudah selesai. Tapi Attar masih tak bersuara, hingga disaat Attar akan beranjak pergi meninggalkan istrinya. Syiera lebih dulu meraih tangan suaminya.


Attar pun kembali duduk di sampingnya.


"Maaf, sudah mengecewakanmu." Kata itu lolos begitu saja dari mulut Syiera, kenapa sekarang Syiera malah merasa kasihan pada suaminya? Bukankah ia tak peduli dengan lelaki itu? Apa karena pertemanan mereka? Syiera jadi merasa bersalah karena telah berkhianat padanya.


Attar menghela napasnya sebelum membalas ucapan istrinya. "Kenapa harus minta maaf? Aku bukan siapa-siapamu 'kan?" Attar mengalah, akhirnya ia tak bisa meneruskan perjuangannya. Pikirannya terlalu jauh. Pikirannya terbayang akan Syiera dengan Alex yang sudah terjadi sesuatu diantara mereka.


Dulu, ia akan memperjuangkan istrinya, tapi sekarang, kenapa jadi melempem. Segitu doang perasaannya pada istrinya? Attar hanya kecewa, ia kira Syiera tak akan mau diajak pergi dengan Alex setelah apa yang telah Alex lakukan pada istrinya.

__ADS_1


Attar berpikir bahwa cinta Syiera begitu besar, hingga tak ada kesempatan untuknya. Tapi sepertinya, Attar lupa, kalau Tuhan bisa dengan cepat membalikkan hati seseorang.


Dengan sikap Attar yang peduli pada Syiera walau Syiera sudah mengecewakannya tapi ia tak membiarkan Syiera kesakitan seperti ini. Dan itu sedikit membuka hati istrinya bahwa suaminya bukan hanya sekedar teman.


Sikap Attar yang mendiamkan istrinya, Syiera malah berpikir bahwa suaminya tengah cemburu padanya, dan itu artinya, Attar memiliki perasaan padanya.


Syiera memberanikan diri untuk bertanya.


"Apa kamu menyukaiku?"


Attar tak menjawab, menoleh ke arahnya pun tidak. Syiera meraih wajah suaminya dengan kedua tangannya. Dan mereka kini saling berhadapan. Syiera merubuhkan dinding yang ia bangun sejak dulu.


Apa ia mulai memberi kesempatan pada suaminya untuk lebih dekat dengannya. Tapi bagaimana dengan Alex yang masih ada dalam hatinya? Kenapa hatinya malah bercabang.


Ia mulai menyukai Attar dari sikapnya yang sabar, dan itu tak dimiliki oleh Alex. Kenapa jadi bisa begini? Syiera mulai dilema. Kekasih apa suami?


"Kita masih berteman 'kan?" tanya Syiera. Ia belum bisa mengatakan perasaan apa yang ada pada dirinya tehadap suaminya itu. Ia takut kalau perasaannya pada Attar hanya sesaat, kagum akan kesabarannya.


Biar waktu yang akan menjawab, seberapa sabar Attar menghadapinya. Syiera akan menilai siapa yang pantas untuk dijadikan pendampinnya. Alex apa Attar yang sudah jelas menjadi suaminya.


Tapi setelah mendengar pernyataan Alex tentang menghilangnya dia di hari peenikahanya jelas bukan salahnya. Jadi siapa yang salah di sini? Syiera mulai bingung.


"Kalau kamu memang masih mencintai Alex, sebaiknya tidak usah ada persahabatan diantara kita. Biar aku yang pergi, dan aku akan membantumu untuk bicara pada Daddy," jelas Attar.


Syiera terdiam mendengar penuturan Attar, kenapa ia tak rela dengan pengunduran Attar.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2