
Seorang pria tengah terkurung di dalam kamar dengan kaki dan tangannya terikat dan mulutnya yang tertutup oleh lakban. Pria malang itu harus menerima sebuah kenyataan pahit dalam hidupnya. Tepat di hari pernikahannya, ia harus kecewa berkali-kali lipat.
Gagal menikah, lalu tahu dia yang sebenarnya siapa. Ia hanya seorang anak pungut yang telah di temukan di pinggir jalan. Orang tua yang menjadi orang tuanya sekarang, bukanlah orang tuanya. Alex, ya Alex. Dia yang terkurung dan terikat di dalam kamar itu, seharusnya dia hidup bahagia bersama Syiera.
Orang tua Alex tergiur akan jumlah uang yang sangat besar dan sebuah perusahaan yang diberikan padanya. Hanya satu alasan orang tua Alex merestui pernikahkannya dengan Syiera. Ya itu harta.
Darren yang telah memberikan semua itu padanya. Ia hanya ingin pernikahan anaknya batal dengan Alex, karena Darren tak ingin keluarga Alex memeras Syiera nantinya. Lebih baik sakit sekarang dari pada nanti. Itulah sebabnya kenapa pernikahan Syiera batal, Syiera tak tahu, alasan apa yang membuat Alex tak datang di hari pernikahannya.
Alex mencoba membuka ikatan itu dari tubuhnya. Ia pernah mencoba untuk kabur tapi sayang, ia ketahuan. Alhasil ia kembali dikurung bahkan sekarang lebih ketat kaki dan tanganya harus diikat.
Alex kecewa dengan orang tuanya. Apa lagi setelah ia tahu kalau ternyata ia bukan anak kandung mereka. Kali ini ia harus bisa kabur dari sini, ia akan menemui Syiera. Ia akan menjelaskan pada Syiera kenapa ia tak datang di hari pernikahannya.
"Syiera aku sangat mencintaimu, tunggu kedatanganku," ucapnya setelah berhasil dari ikatannya. Ia mengendap-ngendap bak maling di sana. "Aku harus bisa keluar dari sini. Demi Syiera." Saat penjaga lengah karena ini malam
sudah larut, para penjaga tertidur.
Alex terus melangkah sangat pelan dan hati-hati, ia tak ingin tertangkap lagi. Dan pada akhirnya, ia bisa kabur dari sana. Alex bernapas lega, ia menghirup udara bebas.
***
__ADS_1
Setelah Attar berhasil menemukan istrinya, Syiera dilanda kecanggungan. Bagaimana tidak? Ia memeluk orang yang sangat dibencinya. Memang, yang dipeluknya itu adalah suaminya tetap saja ia tak suka akan kedatangan Attar tiba-tiba. Dan itu pelukan tak sengaja yang dilakukannya, ia hanya merasa takut.
Syiera merutuki dirinya sendiri. Bisa-bisanya ia memeluknya, dan akan ia pastikan itu pelukan pertama dan terakhir. Jika lebih memimilih,ia lebih milih ketakutan dari pada harus memeluk orang itu. Lama mereka terdiam, bahkan ini sudah larut.
"Ayo kita pulang, ini sudah malam?" ajak Attar pada Syiera. "Hujan sudah reda," sambungnya lagi.
Tapi, lampu masih belum menyala, dan itu alasan Syiera enggan beranjak dari sana. Ponselnya pun mati, ia tak bisa menggunakan batre yang ada dalam ponselnya. Ia tak ingin bergantung pada Attar, itu bisa menambah poin Attar. Ia tak ingin Attar merasa dibutuhkan olehnya.
"Ayo," ajaknya lagi. Tapi kali ini Attar meraih tangan istrinya, di genggamnya tangan itu. Dan lihat, Syiera tak menolak, ia malah ikut berjalan bersama Attar. Apa semua wanita akan bersikap malu-malu. Acuh padahal butuh.
Karena itu memang tak ada pilihan, Syiera merasa kedinginan berada di ruangan itu lama-lama. Akhirnya Attar berhasil mengajak istrinya pulang, butuh ekstra sabar menghadapi sikap Syiera yang seperti ini. Untung Attar orangnya penyabar, kalau tidak! Mungkin Syiera akan menjadi bulan-bulanan suami, karena sikapnya sudah melampaui batas. Tak ada sopan-sopannya pada suami.
Ada derama yang mereka lakukan sebelum naik mobil, dan Attar memenangkan derama itu. Kini mereka sudah berada di dalam mobil. Mobil milik Attar yang super duper keren. Attar tak mengijinkan Syiera untuk mengendara sendiri, terlalu bahaya jika istrinya itu mengndarai mobilnya.
Sampailah mereka dikediaman orang tua Syiera. Attar mencoba membangukan Syiera, tapi ia tak bergeming sedikit pun. Bagaimana ini? Susah bener membangukan sang istri. Mau tak mau akhirnya Attar mengendong istrinya masuk ke dalam.
Pintu langsung terbuka dari dalam, karena orang rumah memang lagi menunggu kepulangan mereka. Disambut oleh Dania dan Darren di sana.
Darren menggelengkan kepalanya melihat Syiera yang tertidur pulas di pangkuan suaminya.
__ADS_1
"Syiera, Syiera. Jika ada yang menculikmu dalam keadaan tidur. Penculik itu pasti sudah berhasil membawamu," ucap Darren di hadapan menantunya. Attar hanya tersenyum mendengar ucapan dari mertuanya itu. Memang begitu adanya, Syiera tukang tidur.
"Langsung saja bawa ke kamar," suruhnya pada Attar.
Attar menuju kamar yang akan di tempati mereka. Setibanya di sana, Attar membaringkan tubuh istrinya di kasur yang berukuran king size tersebut. Bahkan si pemilik tubuh itu tak terganggu sama sekali dari tidurnya.
Attar membuka sepatu yang dikenakan istrinya. Kaki putih mulus bersih, disertai wangi dari kaki itu. Tak ada bau sama sekali. Attar mengusap lembut kaki itu. Semetara Syiera meggeliat saat merasakan sentuhan itu, mungkin karena geli. Attar tersenyum, ia malah mempermainkan tidur istrinya sebentar. Dirasa sudah cukup, ia menarik selimut untuk menutupi tubuh istrinya.
Pemandangan yang sangat indah. Lama Attar memperhatikan wajah istrinya. Ia tak menyangka bakal memilikinya, dulu ia hanya memimpikan Syiera lewat tidurnya. Tapi sekarang, ia memilikinya Attar masih tak percaya. Dielusnya pipi Syiera secara lembut. Sungguh gemas melihat istrinya. Replek, Attar mencium kening istrinya, ia mencuri itu tak ada salahnya bukan mencium kening istri sendiri.
Disaat Attar akan beranjak dari tempatnya. Syiera mengigau memanggil nama seseorang, dan itu membuat Attar kembali menciut untuk mendapatkan hati istrinya. Tidur saja masih bisa mengingat orang itu. Apa sebegitu cintanya Syiera pada Alex? Apa tak ada ruang di hatinya untuk pria lain.
Attar merasa sakit ketika mendengar istrinya menyebut nama orang lain. Nama Alex sudah lama tersimpan di hati Syiera. Akan susah bagi Attar menghilangkan nama itu, apa lagi ia menyadari bahwa Syiera tak menginginkan dirinya. Ya Tuhan ... Inikah jalan yang enkau tunjukkan padanya, perjuangan Attar tidak akan mudah untuk memiliki Syiera sepenuhnya.
Bagaimana kalau Alex datang kembali kekehidupan istrinya, akankah Attar merelakan istrinya bersama Alex? Pikiran Attar sudah membayangkan betapa sakitnya jika itu terjadi. Attar menolak keras dalam pikirannya. Tidak! Itu tidak akan terjadi, Syiera sudah menjadi istrinya ia tak akan menyerah begitu saja. Cepat atau lambar, Attar akan menembus dingding yang dihalangi oleh Syiera.
Bersambung
...----------------...
__ADS_1
Selamat pagi? Semoga ceritaku menghibur para redears. Jangan lupa tinggalkan jejak. Like komen dan jadikan favorit ya? Terimakasih. Jangan lupa votenya😁
Salam kenal dariku Febyanti.