![SUAMIKU BOS MAFIA [Revisi]](https://asset.asean.biz.id/suamiku-bos-mafia--revisi-.webp)
keesokan hari nya,,, adel terbangun dari mimpi indah karena diri nya terus memikirkan stevan.
"kapan sih stevan balik nya? aku benar-benar sudah merindukan dia,, ucap adel. adel terus-menerus memandangi foto stevan dengan wajah kesenduan yang begitu mendalam karena rasa kerinduan nya yang tertahan. adel memang cukup terbilang lebay dan cengeng apalagi semenjak kepergian ibu nya, dia menjadi anak yang gampang menangis dan terluka hati nya. ketika adel sedang menatap foto stevan tiba-tiba muncul sebuah bayangan anak kecil dari balik pintu nya saat melihat ke arah pintu adel langsung terkejut melihat bayangan itu karena bayangan itu begitu menakutkan.
"revan, kamu ngapain?,, tanya adel
"revan, mau ngajak tante buat sarapan bareng,, jawab revan
"hmm, yaudah yuk kita sarapan,, ajak adel
"yuk,, sahut revan
revan masuk ke dalam kamar nya adel lalu menggenggam tangan adel dan mengajak nya untuk keluar dari kamar kemudian mereka berjalan menuju dapur alias lantai satu rumah-nya, sesampainya di lantai satu revan dan adel langsung memakan makanan yang ada di meja.
"tan, om stevan kapan pulang nya?,,tanya revan
"tiga bulan lagi,, jawab adel
"lama sekali ya, aku kira sebentar,, ucap revan
"iya, emang nya kenapa?,, tanya adel
__ADS_1
"gak papa, cuma kangen aja,, jawab revan
"sama tante juga kangen,, ucap jujur adel.
adel termenung sejenak kemudian ia kembali melanjutkan makan nya lagi, beberapa menit kemudian adel dan revan sudah makan sekarang waktu nya mereka untuk membersihkan rumah.
"tante istirahat saja biar revan yang membersihkan rumah,, ucap revan
"tante belum capek lagian jangan mentang-mentang tante lagi hamil, tante gak boleh ngapain-ngapain lagi-pula usia kandungan tante masih kecil jadi masih bebas,, ucap adel
"tante nih ngeyel, nanti revan bilangin om stevan ahh,, ucap revan
"yaudah deh iya,, ucap adel
revan pergi menuju halaman rumah, lalu menyapu bagian-bagian yang kotor setelah itu revan menyiramkan tanaman namun ketika revan sedang menyiram tanaman ada sebuah mobil yang berhenti di depan gerbang rumah keluarga fratama.
di dalam mobil tersebut nampak seorang lelaki yang memiliki wajah seram dan bertubuh tinggi sedang mengintai kediaman keluarga fratama sebenarnya si dia sudah mengintai keluarga fratama sejak enam bulan yang lalu tapi semenjak stevan menikah dengan adel lalu pindah ke rumah baru nya lelaki itu tidak pernah mengintai kediaman keluarga fratama lagi karena dia hanya mengincar stevan dan adel bukan papa dan mama nya stevan.
"stevan, tunggu lah kedatangan-ku,, ucap lelaki itu
lelaki itu menatap sejenak ke arah revan kemudain ia menjalankan mobilnya dan pergi menjauh dari depan gerbang kediaman keluarga fratama.
__ADS_1
.
.
.
.
kira-kira andra bakalan ngapain ya?
apakah andra akan mengganggu rumah
tangga stevan dan adel atau justru malah
berteman dengan stevan?...
penasaran dengan kelanjutannya?
yuk kita baca^^
__ADS_1
bagi yang bertanya-tanya tentang cara mengetik ku, itu tergantung mood ku sih kalo lagi baik ya bakal banyak up nya ya walaupun cuma 2 eps(khehehe), and mungkin banyak yg sering beranggapan karya ku ini kayak cerita kan biasanya si peran utama yang di peranin author contoh adel\=aku/gw tapi disini adel malah seperti di ceritakan. pasti banyak beranggapan aku gak terlalu mengerti cara menulis karena aku seperti bercerita padahal kenyataan nya aku memang bercerita karena saya tidak memerankan tokoh stevan maupun adel, saya memerankan tokoh yang paling spesial dari karya ini. saya sengaja merubah gaya penulisan saya di karya ini agar saya mengetahui kritikan-kritikan orang-orang karena di platform lain saya gak pernah mendapatkan kritikan bukan berarti tidak ada yang membaca ya tapi karena menurut mereka karya saya di sana bagus tidak ada kekurangan nya tapi justru saya malah bosan jadi saya merasa tertantang untuk mendapatkan kritikan yang bisa saya jadikan sebuah masukan sekaligus motivasi. terimakasih masukan nya and saya malah merasa senang karena itu artinya saya masih memiliki kekurangan dalam menulis meskipun harus merubah gaya penulisan sendiri and jujur itu sulit tapi gak papa asal saya bisa mengetahui kelemahan saya dalam menulis.