SUAMIKU BOS MAFIA [Revisi]

SUAMIKU BOS MAFIA [Revisi]
Rencana liburan.


__ADS_3

Beberapa menit kemudian..


Revan, Gilang dan Dion masih asyik mengobrol sambil menonton sebuah acara televisi kesukaan mereka bertiga.


"Kak Revan, pernikahan kak Revan dan Vani akan di laksanakan kapan?" tanya Dion.


"Dua minggu lagi, kenapa memangnya?" tanya Revan.


"Hah? dua minggu? kok cepat banget sih" kata Gilang


"Lebih cepat lebih bagus" balas Revan.


Dion dan Gilang tertegun, Dion dan Gilang menjadi merasa frustrasi gegara perkataan Revan karena Kiki dan Stevan pernah bilang kepada Gilang dan Dion kalau mereka harus sudah memiliki kekasih setelah Revan dan Vani menikah.


"Yon, lu udah punya calon nya?" tanya Gilang.


"Belum, kalau lu?" tanya balik Dion.


"Belum juga" balas Gilang.


"Waduh, bagaimana nih?" tanya Dion.


"Kita berdoa saja kepada tuhan" balas Gilang.


Gilang dan Dion berdoa kepada tuhan nya supaya mereka cepat di pertemukan dengan jodoh nya, Dion sudah tidak mau di jodohin sama cabe-cabean di sekolah nya dulu yang bernama Citra sedangkan Gilang sudah tidak betah menjomblo dan dia ingin secepatnya menikah dengan wanita yang dia cintai.


"Kak Revan.." panggil Gilang.


"Ada apa?" tanya Revan.


"Kak Revan kenalin aku sama wanita single yang cantik donk" kata Gilang.

__ADS_1


"Banyak Lang, di dekat kamu juga ada" kata Revan.


"Siapa kak? tante Adel? tapi dia sudah milik om Stevan" tanya Gilang.


"Dira" balas Revan.


Revan mengedipkan matanya kepada Gilang sedangkan Gilang malah cemberut kepada Revan karena Revan selalu saja menjodoh-jodohkan diri nya dengan Dira. Bukan hanya Revan yang menjodohkan dirinya dengan Dira tapi Dion, Vani, Stevan dan Adel juga ikut menjodoh-jodohkan Gilang dengan Dira.


"Lang, kamu kenapa benci banget sih sama si Dira?" tanya Revan.


"Enggak papa cuma gak suka saja" balas Gilang.


"Alasan kamu tidak suka dengan Dira apa?" tanya Revan.


"Dia kampungan!" kata Gilang.


Gilang sangat membenci Dira namun ketiga sahabat nya yakni Revan, Dion dan Vani malah begitu dekat dengan Dira bahkan Dion sampai memaksa dia untuk menerima Dira bekerja di perusahaan milik group subroto.


"Tidak" balas datar Gilang.


"Dahulu kala sewaktu Vani baru lahir di dunia ini, aku pernah bilang amit-amit kepada Vani" kata Revan.


"Hah? gimana-gimana?" tanya Gilang.


"Jadi dulu pas Vani baru lahir, aku terus memandangi wajah Vani bahkan sampai membuat teman aku mengejek aku dengan kata cie dan pas disitu aku bilang amit-amit tapi kenyataannya aku malah menyukai Vani" kata Revan


"Gw gak mudeng" kata Gilang.


Gilang menarik satu alis nya sambil membayangkan perkataan dari Revan, Gilang berusaha untuk membayangkan namun sayang nya otak nya dia lagi lemot dan dia sedang tidak mood untuk berkhayal.


"Paham?" tanya Revan.

__ADS_1


"Enggak" balas Gilang.


"Intinya jangan bilang amit-amit kalau urusan percintaan karena nanti bisa berbalik jadi amin-amin atau cinta" kata Revan


"Oh, ya sudah gw bilang amin-amin aja biar berbalik jadi amit-amit" kata Gilang.


Revan yang mendengar ucapan Gilang hanya bisa menatap sinis nya sebab Gilang malah bercanda padahal perkataan Revan itu memang benar hanya saja Gilang masih terbilang polos kalau soal percintaan.


"Kak Revan, kita jalan-jalan yok" ajak Gilang.


"Ayo, tapi kemana?" tanya Revan.


"Danau, kita nginap di daerah sana hanya untuk beberapa hari saja" kata Gilang.


"Ayuk, tapi ajak yang lain ya" kata Revan.


"Berempat saja biar lebih seru" kata Gilang.


"Sama siapa saja?" tanya Revan.


"Aku, Dion, kakak dan Vani" balas Gilang.


"Baik" ucap Revan.


Setelah mendengar perkataan setuju dari Revan, Gilang langsung menunjukkan gambar danau yang akan mereka kunjungi. Danau yang Gilang pilih sebagai tempat jalan-jalan mereka adalah danau tempat nongkrong nya Evan dan the geng dulu dan danau itu adalah tempat Nasya tenggelam.


Danau tersebut masih ada hingga kini, di sekitar danau itu tersimpan kenangan-kenangan dari Evan and the geng. Evan and the geng pernah mengubur sebuah peti yang berisi foto-foto Evan dan geng nya. Mereka berpikir kalau suatu saat nanti anak-anak mereka akan melihat foto-foto tersebut namun sayang tuhan berkata lain, mereka berempat malah tewas secara berurutan dengan cara yang cukup tragis.



Apakah Dion, Revan, Gilang dan Vani akan menemukan peti tersebut?..

__ADS_1


Penasaran dengan kelanjutannya? yuk baca^^


__ADS_2