![SUAMIKU BOS MAFIA [Revisi]](https://asset.asean.biz.id/suamiku-bos-mafia--revisi-.webp)
Gw benar-benar merasa iba dengan dira karena kehidupan nya jauh lebih malang dari mama gw dulu, saat gw tengah termenung memikirkan adira,, secara tiba-tiba gilang mengagetkan gw.
"hayoo, naksir lu ye sama tuh cewek?" tanya gilang pada gw
"enggak lah, gw cuma kasihan aja dengan dia" jawab gw.
"hmm, yakin kah? jangan bohong nanti lu suka sama dia loh" ucap gilang
"harus nya tuh gw yang ngomong gitu, karena lu kan gak suka sama si dira" ucap gw
"hah? maksud lu gimana?" tanya gilang
"lu tau gak? benci itu bisa berubah jadi cinta loh, jadi lu harus hati-hati. awokkk" ucap gw. setelah berbicara seperti itu, gw langsung kabur meninggalkan gilang supaya gilang tak mengejar gw namun apalah daya, gilang malah mengejar gw dengan begitu cepat. gilang membawa sebuah sapu di tangan nya sedangkan gw malah meledek gilang karena menurut gw, dia seperti seorang wanita.
"LANG, BENCI BISA JADI CINTA LOHH" EJEK GW PADA GILANG.
"bomat, gua gak peduli" sahut gilang.
Gilang memperlihatkan wajah menyeramkan kepada gw namun apalah daya bukan nya takut, gw justru malah ngakak melihat wajah
nya gilang yang menyeramkan itu (menurut gilang sendiri).
__ADS_1
*****
Beberapa menit berlalu,,
adira berjalan menuju kita berdua sambil membawakan sebuah teko yang di dalam nya berisi teh serta cemilan untuk kami. sesampainya di depan kita berdua,, adira menyerahkan sebuah segelas kepada kita berdua, kemudian menuangkan teh tersebut secara perlahan-lahan supaya tidak tumpah.
"makasih dira" ucap makasih gw
"iya" sahut adira. adira tersenyum manis kepada kita berdua, tentu saja gw juga membalas senyuman dira namun berbeda dengan gilang, dia malah membuang tatapan nya dari adira.
"Lang" panggil gw pada gilang
"apa, yon?" tanya gilang
"hmm, makasih adira karena sudah membuatkan kami teh" ucap terimakasih gilang sembari tersenyum paksa.
"iya mas, sama-sama" sahut adira. adira tetap tersenyum manis kepada gilang walaupun gilang tidak menyukai nya dan adira juga tidak dendam pada gilang tentang pemecatan nya karena dia juga merasa bersalah sudah membuat jas mahal milik gilang menjadi kotor.
"mas gilang" panggil adira
"iya, ada apa?" tanya gilang
__ADS_1
"maafkan kesalahan ku tadi ya, aku janji akan mengganti jas tersebut tapi nanti karena sekarang saja aku berstatus pengangguran" ucap maaf adira.
"iya gak papa" sahut gilang. gilang memperlihatkan wajah datar nya kepada adira lalu bergegas pergi meninggalkan dion dan adira berduaan saja. ketika gilang pergi,, gw langsung bertanya-tanya kepada adira mengenai kehidupan nya.
"dir, orang tua lu kemana?" tanya gw
"ayah ku ada di dalam kamar mas, dia sedang terbaring lemas di ranjang" jawab melas dira.
"ibu lu?" tanya gw lagi
"sudah meninggal dunia karena terkena penyakit kanker otak" jawab adira.
"owhh, kasihan sekali kamu" ucap gw. gw benar-benar merasa iba dengan adira karena ternyata kehidupan nya begitu malang bahkan jauh lebih malang dari mama gw dulu, gw membayangkan betapa menyakitkan nya jadi adira yang hidup serba kekurangan. di sisi lain,, adira menceritakan semua ke gw karena dia tak tau harus menceritakan nya ke siapa dan gw siap untuk menjadi pendengar yang baik bagi adira namun di tengah-tengah cerita, adira menangis.
"ada apa?" tanya gw
"aku takut" ucap adira
"takut apa?" tanya gw lagi
"takut jika aku pergi duluan, jika aku pergi duluan, siapa yang akan menjaga bapak?" ucap adira
__ADS_1
"apa maksudmu? kenapa kau berbicara seperti itu?" tanya gw lagi
"umur ku tidak lama lagi karena aku juga menderita penyakit kanker seperti ibu ku" jawab adira sembari menangis. gw yang mendengar jawaban adira pun langsung terkejut dan sudah menduga, kalau adira mempunyai sebuah penyakit karena wajah nya berbeda dari orang-orang sehat pada umum nya dan ternyata dugaan gw benar, adira mempunyai riwayat penyakit yang mematikan.