![SUAMIKU BOS MAFIA [Revisi]](https://asset.asean.biz.id/suamiku-bos-mafia--revisi-.webp)
Adit sudah tidak habis pikir dengan diri nya sendiri, karena dia menyukai anak bungsu dari keluarga fratama, sekarang Adit sudah gila gegara Vani.
"Ya Allah, ngapa gini amat ya hidup gua? niat nya mau membalaskan dendam keluarga tapi kenyataannya malah jatuh cinta sama anak dari musuh keluarga gua" Adit sudah benar-benar merasa gila gegara Vani, Adit merasa kalau diri nya harus di bawa ke rumah sakit jiwa. Adit terdiam sambil memegangi kepala nya di depan kelas, Adit terlalu asyik memikirkan Vani sampai membuat diri nya lupa kalau hari ini adalah mata pelajaran dari wali kelas nya dan kini wali kelas nya sudah berada tepat di belakang Adit.
"Radiya dika putra ganendra, ngapain kamu malah nongkrong disini? sendirian pula. Kamu masih waras kan?" tanya wali kelas nya Adit.
"Ehhh ada ibu, saya disini mau jadi pak satpam bu.. Biar sekolah kita bisa terlindungi dari para perampok atau penjahat lain nya" balas Adit.
"Mana ada perampok disini Adit" kata guru nya.
"Siapa tau aja kan bu, sekarang tuh banyak banget penjahat-penjahat yang menyamar jadi orang baik apalagi para kelompok organisasi yang bernama mafia itu, mereka pandai banget dalam menutupi identitas asli nya." kata Adit kepada guru nya.
Adit berpura-pura tersenyum manis di hadapan wali kelas nya itu, supaya dia tidak di hukum oleh wali kelas nya yang begitu galak dan sangar. "Bu, saya masuk ke dalam kelas dulu ya" pamit Adit, Adit berjalan mengendap-endap dari hadapan guru nya namun guru nya menarik baju nya Adit.
"Raditya, kamu hari ini tidak boleh masuk ke dalam kelas!" kata guru nya.
"Kenapa bu? saya ngapain ke sekolah coba kalau misalnya gak boleh masuk ke dalam kelas." kata Adit.
"Kamuu harus lari mengelilingi lapangan sekolah kita sampai bel pulang sekolah berbunyi" sahut guru nya. Guru itu membawa Adit ke lapangan dan mulai menyuruh Adit untuk mengelilingi lapangan sekolah nya sambil berlari sampai bel pulang sekolah berbunyi.
"Bu, ibu tega banget sih sama cowok yang seganteng saya ini" kata Adit.
"Siapa suruh kamu gak langsung masuk ke dalam kelas? siapa suruh kamu malah milih berdua-duaan sama si Vani" kata guru nya.
"Yaelah bu, ibu kek gak pernah ngerasain masa muda aja. Apa jangan-jangan ibu gak pernah muda ya?" tanya Adit.
"Pernah lah, udah cepat! lari!" suruh guru nya.
"Iye ibu" sahut Adit.
__ADS_1
Adit langsung mengelilingi lapangan sambil berlari, Adit menjadi bahan perhatian murid-murid lain karena jarang-jarang Adit di hukum oleh guru. Adit terkenal rajin dan begitu pintar, akan tetapi hanya gegara Vani dia sampai di hukum dengan guru nya.
"Itu Raditya kan?" tanya para murid di kelas nya Vani.
"Iya, kasihan ya di hukum sama bu melda" balas murid-murid yang lain. Murid-murid di kelas Vani membicarakan Adit, dan membuat Vani yang sedang menulis menjadi penasaran, Vani langsung menatap ke arah jendela, dan dia melihat Adit sedang mengelilingi lapangan sambil berlari. Vani merasa iba dengan Adit karena gegara diri nya, Adit sampai di hukum. "Kasihan Adit, nanti gw bawain minum deh" batin Vani. Vani kembali melanjutkan menulis nya lagi, supaya dia bisa cepat-cepat istirahat dan membelikan minuman untuk Adit.
...***...
2 jam kemudian..
Bel istirahat berbunyi, seluruh murid pun langsung pada berhamburan dari dalam kelas nya termaksud Vani.
"Van, ke kantin bareng yok"
ajak teman-teman nya.
"Eciee, lu pacaran sama dia?" tanya teman nya.
"Enggak kok, cuma berteman saja" balas Vani.
Vani langsung pergi meninggalkan teman-teman cowok nya agar mereka tidak bertanya-tanya lebih lanjut mengenai hubungan Vani dan Adit. Vani berjalan menuju kantin dan membelikan Adit sebuah minuman segar yang dapat membuat nya kembali bersemangat, setelah selesai membelikan makanan serta minuman untuk Adit... Vani segera pergi dari kantin dan bergegas untuk menghampiri Adit.
Sesampainya di hadapan Adit, Vani langsung memberikan minuman itu kepada Adit sembari tersenyum manis.
"Vani, kamu ngapain?" tanya Adit.
"Gw mau bawain lu makanan sama minuman" kata Vani.
"Wah, makasih ya" kata terimakasih Adit.
__ADS_1
"Iya sama-sama" sahut Vani.
"Yuk kita makan berdua" ajak Adit.
"Yuk" ucap Vani.
Adit menggandeng tangan Vani lalu membawa nya menuju sebuah taman kecil yang berada di sekolah nya. Setibanya di sana, Adit dan Vani langsung duduk di kursi panjang yang biasa di gunakan untuk pacaran.
"Nih makanan nya" kata Vani.
"Iya sayang" kata Adit.
"Hah? sayang? lu ngomong apa barusan?!" tanya Vani.
"Ehh, maksud aku Vani" kata takut Adit.
"Oh" ucap datar Vani.
Vani menyerahkan mangkuk yang berisi mie ayam kepada Adit, kemudian mereka berdua makan bersama sambil menatap satu sama lain. Vani dan Adit menikmati masa masa berdua mereka, mereka saling menatap satu sama lain sambil tersenyum senyum dan memakan mie ayam buatan ibu kantin yang begitu enak. Vani menatap lekat Adit, sampai membuat Adit baper dan hati nya menjadi berdebar-debar seperti sedang jatuh cinta.
"Aduh, hati gua ngapa cenat-cenut gini ya?" tanya batin Adit. Adit memegangi dada nya karena dia sudah tidak sanggup melihat senyuman manis dari anak bungsu keluarga fratama itu, Adit baru mengetahui kalau keluarga fratama ternyata memiliki seorang anak bungsu yang begitu cantik dan manis seperti sebuah gula.
"Dit, lu kenapa?" tanya Vani.
"Enggak papa, aku cuma kagum sama kamu" jawab Adit.
"Oh, yaudah lanjutin lagi makannya" suruh Vani.
"Iya sayang, ehh maksudnya Vani" kata Adit. Adit merasa kalau diri nya sudah tidak waras lagi gegara Vani. Adit menggaruk-garuk kepala nya yang tidak gatal sambil tersenyum kepada Vani, Adit berusaha untuk bersikap manis kepada Vani supaya Vani merasa kalau diri nya adalah seorang lelaki yang baik.
__ADS_1