SUAMIKU BOS MAFIA [Revisi]

SUAMIKU BOS MAFIA [Revisi]
KABAR BURUK


__ADS_3

Di sisi lain, revan tengah asyik bermain ponsel sembari memakan cemilan yang di belikan oleh kiki namun saat diri nya tengah asyik menikmati makanan tersebut, secara tiba-tiba kiki datang menghampiri diri nya.


"van, ada kabar buruk" ucap kiki


"kabar buruk apa, om?" tanya stevan


"papa kamu, kritis" jawab kiki


"apa? kenapa bisa? dua bulan yang lalu, dia baik-baik saja" ucap revan


"om juga tidak tau, kita harus secepatnya pergi ke Yogyakarta" ucap kiki


"iya om" sahut revan.


revan dan kiki segera berlari ke dalam rumah sakit untuk berpamitan pada keluarga fratama, sesampainya di depan adel dan stevan, kiki langsung menjelaskan semua nya.


"innalilahi, semoga om reza selamat ya" ucap stevan


"iya van, semoga aja" sahut kiki.


kiki dan revan langsung berlari menuju keluar rumah sakit namun di tengah perjalanan, mereka bertemu dengan orang tua nya stevan.

__ADS_1


"kalian mau kemana? kok buru-buru?" tanya mommy nya stevan


"ke Yogyakarta, tan" jawab kiki


"loh, kok buru-buru banget ke Yogyakarta nya. ada masalah kah?" tanya papa nya stevan


"iya om, mas reza sedang kritis di rumah sakit" jawab kiki


"innalilahi, om dan tante akan ikut kesana ya" ucap papa nya stevan


"iya om" sahut kiki


mereka berlima masuk ke dalam mobil dan langsung berangkat ke Yogyakarta, di tengah perjalanan... putra menelpon stevan untuk berpamitan supaya stevan tidak cemas.


"tak papa, yang penting kamu ikut mendoakan ya" ucap papa nya


"iya pah, pasti" kata stevan.


"ya sudah, papa putuskan dulu panggilan nya" ucap papa nya stevan. papa nya stevan langsung memutuskan panggilan telepon nya dan berusaha menghubungi ibu nya revan namun gagal.


revan terlihat begitu cemas dengan papa nya sebab diri nya belum siap menjadi seorang yatim, revan mau menunjukkan ke papa nya terlebih dahulu kalau diri nya bisa menjadi seperti papa nya dan membangun sebuah perusahaan yang begitu besar dan tak dapat di saingi. "papa, tunggu revan ya" ucap revan sembari menangis. revan terus-menerus mengalirkan air mata nya namun tiba-tiba mama nya stevan mengasih tisu kepada diri nya lalu tersenyum.

__ADS_1


"revan, harus kuat demi papa nya ya" ucap mama nya stevan.


"iya tan" sahut revan.


revan berusaha untuk tegar dalam menghadapi ini semua, namun di sisi lain, kiki justru senang ketika mendengar kakak ipar nya itu kritis karena menurut kiki, reza berhak mendapatkan penderitaan sebelum diri nya tiada. selama ini kiki tak pernah menyukai reza alias papa nya revan akan tetapi diri nya terpaksa menganggap nya sebagai kakak ipar karena ingin meminjam uang kepada reza ini modal usaha.


********


Beberapa jam kemudian...


Rombongan kiki sudah tiba di depan kediaman keluarga ghifari yang tak begitu luas namun elegan.


"wow, kampung ini begitu sejuk" ucap mama nya stevan


"ini bukan kampung tan, tapi desa" kata revan


"owhhhh, iya-iya tante gak bisa membedakan, maklum lah gak pernah tinggal di kampung ataupun desa" ucap mama nya stevan


revan tak membalas perkataan mama nya stevan lagi karena menurut ia itu tidak lah penting, setelah memarkirkan mobil nya...


kiki dan rombongan langsung berlari masuk ke dalam kediaman keluarga ghifari.

__ADS_1


"papahhh" teriak revan. revan berlari dengan begitu kencang sembari memeluk papa nya yang sudah terlalu tak berdaya.


"pahh, aku belum siap menjadi seorang yatim pah" ucap revan sembari menangis. revan meneteskan air mata nya sambil melihat papa nya sedang di tangani oleh dokter.


__ADS_2