![SUAMIKU BOS MAFIA [Revisi]](https://asset.asean.biz.id/suamiku-bos-mafia--revisi-.webp)
revan yang mendengar ucapan adel hanya tersenyum sembari menatap perut nya adel ketika revan tengah menatap perut nya adel secara tiba-tiba nasya muncul di hadapan nya membuat revan kaget tetapi dia berusaha bersikap biasa saja agar stevan dan adel tidak curiga.
"revan, kamu kok kayak kaget gitu sih, ada apa?" tanya adel
"gak papa tan, revan hanya teringat harus mengerjakan tugas sekolah tapi revan mau berjalan-jalan terlebih dahulu" jawab bohong revan
"owhh begitu, ya sudah yuk kita berangkat" ajak adel
"yuk sayang" sahut stevan
stevan, adel dan faris berjalan duluan menuju mobil sedangkan revan masih berada di dalam karena nasya menghadang-nya.
nasya sengaja menghadang revan karena dia ingin membicarakan tentang calon anak nya stevan nanti.
"van, aku mau ngomong sama kamu" ucap nasya
"ngomong apa?" tanya revan
"nanti aku yang akan menjadi anak nya stevan tapi sifat ku nanti berbeda dari sebelum nya alias sedikit menyebalkan" ucap nasya
"terus apa masalah nya sama aku?" tanya revan
"hmm sudahlah kamu tak mengerti" ucap nasya.
nasya pergi meninggalkan revan sendiri dengan raut wajah yang menyedihkan karena dia berharap bisa bersama dengan evan lagi walau nanti mereka sudah sama-sama berbeda wajah dan sifat. nasya ingin memiliki revan karena revan adalah reinkarnasi dari kekasih nya evan namun tapi sayang revan tidak mengerti maksud nya nasya.
*******
setelah melihat nasya pergi, revan juga pergi dari dalam rumah nya menuju parkiran mobil karena di sana stevan, adel serta faris sudah menunggu diri nya.
"udah di kunci, van?" tanya adel
"sudah tan, ini kunci nya" jawab revan sembari mengasih kunci rumah tersebut.
sesudah mengasih kunci rumah, revan langsung masuk ke dalam mobil nya setelah melihat revan masuk baru-lah stevan menjalankan mobil-nya dan pergi menjauh dari rumah mereka.
__ADS_1
saat mobil stevan menjauh, nasya menatapi nya dari belakang walau mobil itu sudah cukup jauh untuk di lihatin. ketika nasya sedang termenung, nampak wajah lelaki tampan yang sedang berdiri di depan nya.
"ada dengan dirimu?" tanya anggara secara tiba-tiba
"tak papa" jawab bohong nasya
"bohong! aku tau apa yang kau pikirkan" ucap anggara
"apa yang kau ketahui tentang diriku?" tanya nasya
"kau mengincar anak lelaki yang bernama revan itukan karena revan adalah reinkarnasi dari kekasih mu tapi sayang seperti nya kau tidak akan berjodoh dengan kekasih mu lagi kecuali kalau stevan dan adel lah yang memaksakan nya" jawab anggara
nasya memiringkan kepala nya sebab ia tidak mengerti ucapan nya anggara, anggara menjelaskan nya begitu berbelit-belit sedangkan nasya adalah tipe orang yang males mendengarkan ucapan orang lain.
"kau ini cuma menang cantik doank tapi otak nya tak ada isi" ucap anggara
"heh, aku ini pintar ya!" ucap nasya
"serah, inti nya aku akan membantu-mu untuk mendapatkan kekasih mu lagi" ucap anggara
"cara nya gimana?" tanya nasya
anggara langsung pergi begitu saja karena ia harus melindungi stevan dari bahaya-bahaya yang berada di luar sana namun sebelum pergi anggara tersenyum kepada nasya karena ia tau kalau nasya hanyalah seorang wanita yang ingin bersatu kembali dengan cinta sejati nya sama seperti dia.
***********
Di sisi lain...
Stevan dan adel tengah bernyanyi-nyanyi riang begitu pula dengan revan dan faris supaya rasa bosan mereka hilang karena macet di jakarta yang begitu panjang entah apa penyebab nya.
"om lama banget si, revan kebelet pengen buang air kecil ini" ucap revan
"sabar nak, om juga sudah bosan melihat kemacetan" sahut stevan
stevan melihat sekeliling jalanan di sekitar nya dan berusaha untuk melihat ke depan akan tetapi tidak bisa karena terhalang oleh sebuah truk besar namun karena rasa penasaran stevan cukup tinggi pada akhir nya stevan bertanya kepada pengendara motor yang berada di samping diri nya.
__ADS_1
"mas, ada apa yak?" tanya stevan
"kata nya si ada kecelakaan mobil tapi saya tidak tau juga mas" jawab orang itu
"owhh begitu ya, makasih" ucap stevan. stevan kembali menutup kaca mobil nya lalu bernyanyi-nyanyi riang lagi bersama dengan pasukan heboh nya yang dia berikan nama yakni fratama's the rempong.
beberapa menit berlalu..
akhir nya, stevan serta rombongan berhasil melewati kemacetan lalu lintas tetapi saat mobil mereka baru beberapa langkah, mereka melihat sebuah mobil yang hancur dan dua orang terkapar di aspal jalanan dengan luka-luka yang berada di tubuh nya. adel yang melihat nya pun menjadi takut karena wajah salah satu dari orang yang terkapar di jalanan tersebut hancur.
"yank, kayak nya mereka itu kecelakaan deh, kamu tunggu di sini ya biar aku, revan dan faris yang ke sana" ucap stevan
"iya mas" sahut adel.
stevan, revan dan faris pun langsung turun dari dalam mobil dan menghampiri korban kecelakaan itu sedangkan adel hanya terdiam di dalam mobil karena ia takut ke sana namun tiba-tiba ia mendengar suara tangisan seorang bayi dan suara tangisan itu begitu dekat.
"suara siapa itu yak?" tanya adel, adel melihat-lihat ke kaca mobil nya karena ia begitu penasaran dengan suara tangisan bayi tersebut, ketika melihat ke samping ya baru-lah adel melihat sekumpulan ibu-ibu yang tengah membawa bayi namun bayi tersebut penuh dengan luka-luka di tubuh nya seketika hati adel menjadi tergores dan pada akhirnya adel turun dari mobil lalu menghampiri bayi itu.
"kasihan sekali bayi nya" ucap adel
"iya bu, kedua orangtuanya meninggal dunia karena kecelakaan ini" ucap ibu-ibu
"owhh, jadi yang kecelakaan itu orang tua nya dia ya, malang sekali nasib-mu nak, boleh-kah saya menggendong nya?" tanya adel
"boleh bu" sahut ibu ibu itu.
ibu yang sedang menggendong bayi tersebut langsung menyerahkan bayi itu kepada adel, dengan senang hati adel menerima bayi itu karena bayi itu berwajah begitu tampan dan juga lucu hanya saja terdapat beberapa luka kecil di wajah nya.
"kamu begitu malang, nak. aku bisa merasakannya karena aku juga seorang yatim-piatu" ucap adel sembari menangis
adel mencium bayi lelaki itu lalu mengusap-usap kepala nya dengan lembut ketika adel mencium bayi itu, bayi itu tersenyum kepada adel sembari menepuk-nepuk tangan nya.
"maaf bu sebelumnya, tidak bisakah ibu merawat dia? kasihan jika dia harus di titipkan ke panti asuhan" tanya seorang ibu kepada adel
"bisa saja, lagi-pula saya juga baru punya satu anak itu pun masih di dalam kandungan" jawab adel
__ADS_1
"syukurlah" ucap lega seluruh ibu-ibu yang berada di sana
adel hanya tersenyum lalu mencium kening bayi itu lagi, setelah mencium nya, adel membawa bayi itu untuk menemui stevan dan menanyakan apakah ia mau mengangkat seorang anak.