![SUAMIKU BOS MAFIA [Revisi]](https://asset.asean.biz.id/suamiku-bos-mafia--revisi-.webp)
Di dalam mobil.
Revan tengah bermain game bersama dengan stevan,keduanya terlihat sangat serius karena ternyata selama ini stevan adalah seorang gamer ahli yang sulit di kalahkan dalam bermain game begitu juga dengan revan dia adalah seorang gamer juga.
selainnya nama nya yang hampir mirip mereka juga memiliki sifat yang mirip dan memiliki hobby yang sama hanya satu perbedaan mereka yakni umur.
"om stevan jangan curang donk,masa iya main game sama anak kecil aja curang"kata revan
"kamu anak kecil tapi bawel banget"kata stevan
"hilih,btw om kita sampai di jakarta nya kapan yak?"tanya revan
"setelah nenek moyang kamu kembali lahir"jawab bercanda stevan
"aku serius om,kita sampai di jakarta nya kapan?"tanya revan lagi
"palingan besok siang itupun kalo tidak macet"jawab enteng stevan
__ADS_1
revan hanya mengangguk karena dia tidak keberatan jika harus bermalam di mobil sebab mobilnya stevan begitu harum,bersih dan membuat nyaman apalagi di dalamnya ada sebuah televisi kecil. revan masih asyik bermain game dengan stevan namun tiba-tiba ponselnya mati karena kehabisan daya.
"om,ada power bank gak?"tanya revan
"gak,kalo kamu mau ngechas pindah ke depan gih karena di depan ada colokan listrik"jawab stevan
"hah?di mobil om stevan ada colokan listrik?"tanya revan
"iya donk,kan mobil om adalah mobil mewahhh"jawab sombong stevan
revan tertegun mendengar jawaban stevan karena dia baru pertama kali naik mobil secanggih dan sekeren mobil ini bahkan kedua orang tua revan saja tidak mempunyai mobil sebagus ini maklumlah stevan adalah seorang sultan muda,eaakk.
"iya ada apa,nak?"tanya adel
"revan bisa minta tolong gak?kasih ponsel revan ke om kiki gak soalnya ponsel revan kehabisan baterai sama sekalian tolong chas-in"jawab revan
"sini ponselnya"ucap adel.
__ADS_1
revan menyerahkan ponsel nya kepada adel lalu dia kembali bercanda-canda dengan stevan,adel yang melihatnya hanya bisa tersenyum karena dia jarang sekali melihat stevan tersenyum kepada orang lain selain dirinya dan kiki.
"van,nanti kamu sekolah nya mau dimana?"tanya stevan
"belum tau om soalnya kan yang daftarin revan adalah om kiki"jawab revan
"hmm begitu yak,kalau begitu kamu sekolah di sekolah internasional school saja kebetulan om adalah pemilik sekolah itu, hehehehe"kata stevan
"boleh om,revan mau sekolah di sana tapi pasti biaya nya mahal"kata revan
"kamu tidak perlu khawatir nanti soal biaya biar om yang nanggung kalo untuk kamu mah gratis"sahut stevan
Revan begitu senang saat mendengar perkataan stevan karena selama ini dia hanya bersekolah di sebuah sekolah negeri biasa yang ada di kampungnya dan sekolah itu juga tidak terlalu bagus atap nya sudah banyak yang bolong-bolong terus bangku serta meja nya sudah banyak yang rusak.
"makasih ya om,revan janji jika suatu saat revan menjadi orang kaya raya seperti om maka revan akan membalas semua kebaikan om"ucap terimakasih revan
"iya nak, sama-sama"sahut stevan
__ADS_1
stevan tersenyum sambil mengusap-usap kepalanya revan dengan penuh kelembutan karena stevan sudah menganggap revan seperti anak nya sendiri ya meskipun dia dan revan hanya terpaut usia lima belas tahun tapi tetap saja revan masih anak kecil di mata stevan.