SUAMIKU BOS MAFIA [Revisi]

SUAMIKU BOS MAFIA [Revisi]
JANGAN BILANG AMIT-AMIT NANTI...


__ADS_3

revan terus memandangi bayi tersebut sampai akhir nya faris menyadarkan kalau revan memandangi bayi tersebut. faris menarik paksa revan dan membawa nya pergi menjauh dari area keluarga fratama supaya ucapan mereka tidak di dengar.


"hayoo, kenapa lu?" tanya faris


"gak papa" jawab bohong revan


"hilih pake bohong segala, jelas-jelas tadi gw liat lu kek terpesona sama tuh bayi" ucap faris


"apaansi, gw gak kenapa-kenapa kok lagi-pula mana mungkin gw naksir sama bayi mending sama si vava deh" sahut revan. revan berusaha kabur dari faris namun sayang faris malah menarik tangan nya lagi dan mengikat-kan tangan nya dengan tangan dia.


"gw mau tanya sama lu tapi lu harus jawab jujur" kata faris kepada revan


"tanya apa?" tanya revan


"gw selalu ngerasa lu itu berbeda dari manusia pada umum nya, siapa lu sebenarnya?" tanya faris


"hmm, gw adalah evan pratama" jawab jujur revan. saat mendengar jawaban nya revan, faris langsung kaget setengah mati karena ternyata dugaan nya benar, revan adalah paman nya yang sudah meninggal dunia.

__ADS_1


evan pratama memiliki dua orang adik perempuan yang bernama hana dan hani, sejak kedua orangtua mereka meninggal dunia, evan harus mencari nafkah untuk kedua adik-adiknya namun sayang ketika adik-adik berumur 15 tahun, evan harus pergi meninggalkan dunia selama-lamanya. semenjak kepergian kakak mereka, hana dan hani memutuskan untuk bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka dan setelah bertahun-tahun mereka bekerja akhirnya mereka berhasil mendapatkan hati anak bos tempat mereka bekerja namun saat faris berumur 5 tahun, kedua orangtuanya pergi meninggalkan diri nya untuk selama-lamanya dan semenjak saat itu faris di rawat oleh orang tua nya airin, nama ibu nya faris adalah hana sedangkan nama ibu nya airin adalah hani.


*******


revan mendengarkan seluruh cerita nya faris tentang evan setelah selesai bercerita faris kembali bertanya kepada revan.


"van, lu tau nama kekasih nya paman gw siapa?" tanya faris


"nasya... tapi dia juga sudah tiada,," jawab revan. revan menceritakan semua nya tentang nasya kepada faris termaksud reinkarnasi nasya yang sekarang, sesudah mendengar cerita dari revan pada akhirnya faris mengetahui alasan revan memandangi bayi tadi dengan tatapan yang begitu dalam.


"ngasih apa?" tanya revan


"bentarr" jawab faris.


faris mengeluarkan sebuah kotak yang berisi gelang peninggalan mendiang evan kepada ibu nya sebelum akhir nya ia pergi selama-lamanya dari dunia ini. "pake ini supaya lu terlindung dari berbagai macam bahaya" ucap faris, faris memakaikan gelang itu kepada revan sebagai tanda kasih sayang nya pada evan karena kalau bukan tanpa evan mungkin ibu nya akan mati kelaparan.


"van, lu tau gak? kata alm. ibu gw, kisah cinta evan sama nasya itu tulus banget tau bahkan benar-benar ngena namun sayang beberapa bulan sebelum pernikahan mereka, si nasya malah meninggal gegara tenggelam di danau"

__ADS_1


ucap faris


"iya, rasa nya pengen gw mengulang waktu ketika gw sedang berdua bersama nasya di danau itu pasti sekarang gw udah nikah sama nasya" ucap revan. revan membayangkan betapa bahagia nya dia ketika bersama dengan nasya namun saat revan sedang berkhayal tiba-tiba faris mengucap sesuatu yang membuat revan geram.


"kata lu tadi, bayi itu adalah reinkarnasi nya si nasya..." ucap faris


"iya, terus kenapa?" tanya revan


"siapa tau ae, lu jodoh ama die" jawab faris


"idih, amit-amit gw mau sama dia nanti yang ada gw di bilang penyuka anak kecil lagi" ucap revan


"gak boleh bilang amit-amit apalagi kalo soal percintaan bisa-bisa nanti malah berbalik loh, dari amit-amit jadi amin-amin" ejek faris


"serah lu" sahut kesal revan.


revan langsung pergi meninggalkan faris sendiri karena ia kesal, faris terus-menerus mengejek nya. "mana mungkin gw berjodoh sama anak kecil" ucap batin revan. revan berpikir jika itu tidak mungkin karena perbedaan umur mereka begitu jauh namun bagi faris itu mungkin-mungkin saja karena jodoh tak ada yang tau.

__ADS_1


__ADS_2