SUAMIKU BOS MAFIA [Revisi]

SUAMIKU BOS MAFIA [Revisi]
Akankah?...


__ADS_3

...4 jam kemudian.....


Dion and the geng sudah berada di kediaman keluarga fratama. Dion, Gilang dan Revan sedang duduk di sofa sambil berbincang-bincang hangat sedangkan Vani tengah membantu Adel didapur.


Dion dan Revan tengah asyik membicarakan tentang persiapan pernikahan Revan dan Vani sedangkan Gilang sedang memandangi Dira dari kejauhan. Dion mengetahui jika Gilang sedang menatapi Dira dari kejauhan, Dion tahu bahwa Gilang sepertinya memang menyukai Dira namun entah kenapa rasanya Dion merasa tidak suka ketika melihat mereka berdekatan.


"Kak, kak Revan merasa atau tidak?" tanya Dion.


"Merasa apa?" tanya Revan.


"Gilang sepertinya suka dengan Dira, dia sedari tadi memandangi Dira dari kejauhan" balas bisik Dion.


"Oh, aku malah senang.." kata Revan.


"Kenapa?" tanya Dion.


"Karena mereka sangat cocok" balas Revan.


Dion yang mendengarnya hanya terdiam karena secara diam-diam ternyata Dion kagum dengan Dira dan mungkin perasaan kagumnya kepada Dira bisa berubah menjadi perasaan cinta namun sepertinya Gilang juga Dira. Dion langsung pergi dari hadapan Revan dan Gilang dengan tatapan wajah yang sangat menyeramkan seperti seorang hantu yang sedang marah membuat Revan menjadi terheran-heran karena sikap Dion berubah secara drastis.


"Apakah mereka terjebak dalam cinta segitiga? tapi kalau menurutku, Dira itu orangnya netral jadi dia dekat dengan siapa saja tanpa berpikir jika orang tersebut menyukai dirinya hanya saja Dion dan Gilang memang sedikit baperan makanya mereka mengira jika Dira menyukainya" batin Revan. Revan sudah terbiasa dengan hal-hal seperti itu karena usia Revan sudah berada jauh diatas Dion dan Gilang, Revan sudah sering mendengar tentang masalah seperti ini.


Gilang melihat kearah Dira yang sedang membantu Adel dan Vani untuk menyiapkan makan siang, Gilang terdiam ketika menatap Dira dari kejauhan. Ketika Gilang tengah memandangi, secara tiba-tiba Dira menoleh kearahnya sembari memperlihatkan wajah juteknya lalu kembali fokus dalam membantu Adel didapur.


"Eciee, kalau suka bilang saja jangan main lihat-lihatan dari jauh.." ejek Revan.


"Gua gak suka sama tuh cewek, lagian dia itu udah gw anggap sebagai adik sendiri" kata Gilang.


"Iyakah? tapi mata lu kok seperti berbinar-binar gitu..." kata Revan.


"Mata gw tidak berbinar-binar ya!" sahut Gilang.

__ADS_1


Gilang langsung pergi dari hadapan Revan dan Dion sebab dirinya merasa sangat kesal kepada Revan karena Revan selalu saja menjodoh-jodohkan dirinya dengan Dira.


Revan yang melihat sikap Gilang langsung tertawa terbahak-bahak karena menurut Revan, Gilang seperti seorang anak kecil dan bahkan Revan sampai terjungkir kebelakang hanya gegara melihat sikap Gilang.


****


...Disisi lain.....


Gilang berjalan menuju kamarnya Dion namun ketika Gilang tengah berjalan menuju kamar Dion, Dira menghampiri dirinya secara tiba-tiba untuk memberikan suatu hadiah kepada Gilang. Dira menarik tangan Gilang dan membawa Gilang ketempat yang sepi supaya tidak ada satupun orang yang melihat ataupun mendengar pembicaraan mereka.


"Hai.." sapa Dira.


"Mau ngapain?" tanya jutek Gilang.


"Aku bawakan sesuatu untuk dirimu" balas Dira.


"Bawakan apa?" tanya Gilang.


"Baiklah.." sahut Gilang.


Gilang menutup matanya supaya Dira bisa segera memberikan hadiah bawa. Ketika melihat Gilang menutup matanya, Dira langsung mengeluarkan sebuah kotak kado yang berisi suatu hadiah misterius untuk Gilang.


"Kamu boleh buka mata kamu.." kata Dira.


"Baik.." sahut datar Gilang. Gilang membuka matanya secara perlahan-lahan, ketika matanya sudah terbuka seutuhnya Gilang langsung mengambil kotak kado tersebut lalu membukanya.


"Jaket? untuk apa kau memberikanku jaket?" tanya Gilang.


"Badan kau itukan kecil dan hanya segaris, aku memberikan jaket supaya kamu bisa melindungi badan kamu yang kecil dari udara sejuk atau dingin" balas Dira.


"Kau mengejek saya?" tanya Gilang.

__ADS_1


"Tidak, saya hanya berbicara yang sebenarnya.. badanmu memang kecilkan dan sangat kecil seperti seorang anak yang kekurangan gizi" balas Dira. Gilang yang mendengarnya langsung emosi karena tidak ada satupun orang yang berani mengatakan bila dirinya seperti seorang yang kekurangan gizi.


"Berani sekali kau mengejek diriku.." kata Gilang.


"E-eh, saya tidak mengejek anda! saya hanya berbicara yang sesungguhnya.." kata Dira.


"Sama saja, anda mengejek saya!" kata Gilang.


"Terserah anda saja, mungkin anda memang merasa jika tubuh anda sekecil pensil" kata Dira sembari mengejek Gilang. Gilang berusaha untuk tetap tenang meskipun Dira mengejek dirinya tapi Gilang tetap terdiam karena dia tidak mau menyakiti seorang wanita seperti Dira, Gilang terdiam sembari memandangi wajah Dira dari dekat dan Gilang menyadari jika wajah Dira lumayan cantik walaupun masih tidak sebanding dengan Adel dan Vani.


"Jika saya pikir-pikir, anda cantik juga.." kata Gilang.


"Maksudmu? jangan macam-macam atau saya hancurkan masa depanmu!" tanya Dira.


"Kau cantik tapi masih jauh lebih cantik Vani" balas Gilang.


"Tentu saja, Vani adalah putri bungsu dari keluarga terkenal dan sebentar lagi dia juga akan dinikahi oleh seorang pengusaha tajir dan tampan sedangkan aku hanya orang miskin yang tidak laku dikalangan pria miskin maupun kaya raya" kata Dira. Dira merasa sangat iri dengan Vani karena Vani bisa mendapatkan segalanya termaksud menaklukkan hati pria kaya raya berbeda dengan dirinya yang tidak laku dikalangan pria manapun.


"Anda jangan merendah!" kata Gilang.


"Kenapa? memang nyatanya saya tidak laku dikalangan pria kaya maupun miskin" kata Dira.


"Karena aku menyukai dirimu.." kata Gilang.


"Apa? apakah kau bercanda? kalau bercanda jangan bawa perasaan donk.." kata Dira.


"Saya serius Munaroh.." kata Gilang.


"Namaku adalah Adira bukan Munaroh!" kata Dira sembari menatap tajam Gilang.


"Terserah kau sajalah.." kata Gilang.

__ADS_1


Gilang langsung pergi dari hadapan Dira karena dia tidak mau berdebat dengan Dira, Gilang memang tipe pria bawel dan humoris akan tetapi sifat Gilang bisa berubah ketika berdekatan dengan perempuan yang dia sukai.


__ADS_2