![SUAMIKU BOS MAFIA [Revisi]](https://asset.asean.biz.id/suamiku-bos-mafia--revisi-.webp)
Gilang mengasih tau tentang tempat tersebut, Gilang berharap Dion dan Revan akan mengerti dengan perkataan nya namun nyata nya Dion dan Revan malah tertidur pulas.
"Hei kalian, kenapa malah tidur?" tanya Gilang.
"Ngantuk" balas Dion.
"Astaghfirullah! tidak sopan tau tertidur ketika orang sedang menjelaskan!" kata Gilang.
"Iya-iya maaf" kata maaf Dion.
"Hmm, kalian setuju?" tanya Gilang.
"Gua mah, ikut aja" balas Dion.
Dion menggaruk-garuk rambut nya, kemudian Dion kembali melanjutkan tidur nya karena Revan juga tertidur pulas di atas sofa.
"Kita kapan ke danau itu?" tanya Gilang.
"Pas petang saja, sekarang gw mau tidur dulu" balas Dion.
"Dasar kebo!" kata Gilang.
"Shutt, jangan berisik" kata Dion.
Dion turun dari sofa nya, kemudian Dion tertidur di atas karpet rumah nya. Dion lebih suka tidur di lantai yang di beri alas karpet daripada tidur di atas sofa.
*****
...Beberapa jam kemudian......
Mereka berempat sudah selesai mempersiapkan barang-barang yang mau mereka bawa, mereka hanya membawa pakaian dan makanan ringan saja karena mereka cuma dua hari saja berada di sana dan tujuan mereka adalah berkemah bukan pulang kampung.
__ADS_1
"Kak Revan mana?" tanya Gilang.
"Sedang bersiap-siap" balas Vani.
"Kok lu tau?" tanya Gilang.
"Dia ganti baju nya di kamar gw, maka nya gw keluar dari dalam kamar" balas Vani.
Vani dan Gilang memilih untuk bermain game terlebih dahulu karena Dion dan Revan masih menyiapkan barang-barang yang mau mereka bawa. Ketika mereka sedang asyik bermain game, Adel datang menghampiri mereka sambil membawa makanan-makanan bergizi untuk mereka berempat.
"Ma, mama kenapa bawa-bawa makanan sebanyak ini?" tanya Vani.
"Kalian kan mau berkemah, jadi kalian harus membawa banyak makanan supaya nanti kalian tidak kelaparan di sana" balas Adel.
Adel memasukan makanan-makanan itu ke dalam tas besar, Adel sengaja membekali makanan supaya mereka tidak kelaparan nanti.
Adel berpikir kalau di sana tidak ada penjual makanan, jadi dia membekali makanan yang cukup banyak kepada anak-anak nya supaya mereka tidak kelaparan di sana.
"Ma, kita cuma mau kemah 2 hari bukan mau pindah rumah" kata Vani.
Gilang membantu Adel untuk memasukan makanan-makanan tersebut ke dalam tas, Gilang sudah menganggap Adel sebagai ibu nya sendiri karena selama ini Gilang selalu numpang makan di rumah keluarga fratama.
"Mama, Dion tampan atau tidak?" tanya Dion.
"Lumayan tapi masih tampanan papa kamu" balas Adel.
"Huh, papa selalu saja di puji-puji" gerutu Dion.
"Lah, papa Stevan kan memang tampan" kata Vani.
Vani dan Adel mengidolakan wajah tampan Stevan, wajah Stevan masih tetap sama seperti dulu walau sudah tua namun dia masih tetap tampan. Dion merasa kesaing oleh papa nya karena setiap kali dia jalan berdua dengan papa nya, pasti gadis-gadis memuji ketampanan papa nya dan dia di abaikan begitu saja.
__ADS_1
"Sabar Yon, suatu saat nanti lu pasti akan menemukan orang yang memuji ketampanan lu" kata Gilang.
"Siapa?" tanya Dion.
"Istri lu lah" balas Gilang.
"Iya, tapi siapa orangnya?" tanya Dion.
"Tidak tau karena masih di rahasiakan oleh tuhan dan kita cuma bisa berdoa serta berharap" balas bijak Gilang.
Gilang memegang pundak Dion sambil tersenyum, Gilang berusaha untuk membuat Dion kembali bersemangat walaupun mereka berdua sering di hina dengan sebutan jomblo ngenes tapi bagi mereka, kebahagian tidak datang dari kekasih saja melainkan dari keluarga dan sahabat.
"Lang, kira-kira kita kapan punya pacarnya ya?" tanya Dion.
"Tidak tau, jodoh itu datang nya secara tiba-tiba dan kita tidak bisa menebak kapan jodoh itu datang" balas Gilang.
"Tapi Lang, gw gak mau di jodohin sama si cabe-cabean murahan itu" kata Dion.
Dion menundukkan kepala nya ke bawah, Dion merasa sedih karena sampai saat ini dia masih belum menemukan jodoh nya. Teman-teman Dion dan Gilang dulu, sudah pada menikah bahkan ada yang sudah memiliki 4 orang anak sedangkan Dion dan Gilang malah masih menjomblo hingga kini.
"Yon, gw punya sedikit saran buat lu" kata Gilang.
"Saran apa?" tanya Dion.
"Gw saranin, lu ubah sikap tertutup lu menjadi sikap yang terbuka seperti gw" kata Gilang.
"Malas ah, nanti gw di manfaatin lagi" kata Dion.
"Maksud gw itu, lu lebih terbuka sama perempuan-perempuan karena biasanya cewek itu suka cowok yang good looking dan sikapnya gak dingin-dingin banget" kata Gilang
Gilang menjelaskan tentang pengalaman nya menjadi seorang playboy dulu, Gilang merindukan kelakuan nakal nya namun sayang dia sudah berjanji akan merubah kelakuan buruk nya itu.
__ADS_1
Kira-kira kapan Dion dan Gilang menemukan jodoh nya? dan siapakah wanita-wanita yang akan menjadi jodoh Dion dan Gilang?..