SUAMIKU BOS MAFIA [Revisi]

SUAMIKU BOS MAFIA [Revisi]
ASISTEN PRIBADI


__ADS_3

vani mendengar semua perkataan orang-orang tersebut tetapi dia enggan untuk membalas nya karena tujuan dia adalah bekerja dan setelah itu dia akan di izinkan untuk menikah dengan adit.


"bagaimana, kamu mau?" tanya revan


"iya pak, saya mau" jawab vani


vani tersenyum manis kepada revan namun revan malah memperlihatkan wajah jutek nya dan pergi begitu saja meninggalkan vani di belakang.


"cepat, jangan lemot" ucap revan kepada vani


"iya pak" sahut vani. vani berjalan mengikuti revan bersama dengan anak buah nya tetapi di tengah perjalanan menuju ruangan revan ada seorang wanita yang menghalangi jalan nya revan membuat revan menjadi jengkel karena wanita itu sudah berkali-kali menghampiri diri nya dan menyatakan perasaan nya kepada revan namun sayang revan selalu menolak nya karena yang dia harapkan adalah nasya.


"mau apa lu kesini?" tanya revan


"mau menemui calon suami tentu nya" jawab cewek itu.


"maaf, saya sudah mempunyai calon isteri" ucap revan.


"apa? kamu bohong kali" ucap cewek tersebut


"kamu tak percaya? baik lah, saya akan menunjukkan calon istri saya kepada kamu" ucap revan.


revan berjalan ke arah vani yang sedang melihat-lihat sekeliling kantor tersebut, sesampainya di hadapan vani,, revan langsung membawa vani ke hadapan cewek tersebut.


"dia adalah calon istri saya" ucap revan kepada wanita tersebut, vani yang mendengar nya pun sontak kaget karena calon suami nya adalah adit bukan bos baru nya itu.

__ADS_1


"jadi ini calon istri kamu? aku kira dia asisten kamu" ucap cewek tersebut


"bukan lah" sahut revan.


revan menggenggam tangan vani di depan wanita tersebut, setelah itu revan membawa vani masuk ke ruangan nya. sesampainya di dalam ruangan,, vani langsung melepaskan genggaman tersebut karena yang boleh memegang tangan nya hanya lah keluarga nya dan adit.


"bagus, kamu nyadar kalau derajat kita tak sebanding" ucap kasar revan.


vani hanya berdiam diri saja sebab diri nya tidak mau revan mengetahui siapa diri nya, jika dia berbicara terlalu banyak pasti revan akan curiga.


"kenapa kamu diam? cepat buatkan saya kopi" suruh revan


"ehh, baik pak" sahut vani.


vani pergi meninggalkan ruangan revan untuk membuatkan revan kopi, akan tetapi di tengah perjalanan seluruh pegawai membicarakan diri nya karena tadi mereka mendengar perkataan revan.


"kata nya sih gitu, tapi ya menurutku dia hanya di jadikan sebagai pelindung saja" jawab pegawai lainnya.


"pelindung gimana?" tanya yang lain


"ya gitu, masa kamu gak enggak paham sih" jawab yang lain


"owhh iya-iya, aku paham" ucap yang lain.


vani mengepalkan tangan nya namun dia masih berusaha untuk tetap sabar supaya diri nya tak membongkar identitas asli nya.

__ADS_1


"liat saja, nanti gw bakal aduin ke mama" ucap vani. vani segera berlari untuk membelikan revan kopi, setelah membeli kopi untuk revan,, vani langsung berlari masuk ke dalam kantor lagi.


****


Sesampainya di ruangan revan,,


vani menyerahkan kopi tersebut kepada revan lalu duduk di sofa karena kelelahan.


"kamu capek?" tanya revan


"enggak kok pak" jawab bohong vani


"jangan bohong, aku bisa melihat ekspresi wajah mu" ucap revan.


revan berjalan menghampiri vani kemudian memberikan kopi nya kepada vani, lalu dia duduk di sebelah nya vani dan mulai bertanya-tanya.


"kamu mengenal keluarga fratama?" tanya revan


"tidak" jawab bohong vani


"owhh, siapa nama mu?" tanya revan


"stevania naura pratama" jawab bohong vani


"fratama atau pratama?" tanya revan

__ADS_1


"pratama" jawab gugup vani.


revan tau jika vani berbohong karena dari cara dia berbicara saja sudah ketebak jika dia sedang berbohong namun revan tak mau bertanya lebih lanjut kepada vani karena nanti sore dia akan pergi ke rumah keluarga fratama dan membuktikan nya sendiri.


__ADS_2