SUAMIKU BOS MAFIA [Revisi]

SUAMIKU BOS MAFIA [Revisi]
MELAMAR PEKERJAAN


__ADS_3

sesampainya di depan gerbang kantor perusahaan milik group ghifari, gw langsung memberhentikan mobil gw di depan gerbang lalu menyuruh vani untuk keluar.


"makasih ya, kak" ucap vani


"iya, semoga lu di terima ya biar lu bisa buktikan ke papa" ucap gw


"iya kak, doain ya" ucap vani


"iye, yaudah sana masuk" suruh gw


"iya kak" sahut vani.


vani turun dari dalam mobil, kemudian berjalan memasuki kantor milik keluarga ghifari namun ketika vani masuk ke dalam, tiba-tiba ada sebuah mobil mewah berwarna merah yang memasuki kantor tersebut.


"gilee, keren banget mobil nya" ucap kagum gw. gw terus memandangi ke arah mobil itu sampai akhir nya orang yang berada di mobil itupun keluar dari dalam mobil,ketika dia memperlihatkan wajah nya, gw langsung kaget karena wajah dia begitu mirip dengan wajah si mas-mas yang mobil nya mogok di tengah jalan tadi. "itukan mas-mas yang tadi" ucap gw, gw menatapi lelaki itu dengan begitu lekat namun saat gw sedang menatapi dia, ponsel gw berdering.


Drtt, drtt, drtt,,(suara telpon).


gw pun langsung mengangkat nya, dan mulai membicarakan soal meeting.


"pak, pak dion dimana?" tanya assisten gw


"udah gw bilang, jangan panggil gw bapak karena gw masih muda!" ucap gw

__ADS_1


"e-ehh i-iya d-deh, tuan muda ada dimana?" tanya assisten gw lagi


"jangan kepo, gw bentar lagi sampai di kantor kok" jawab jutek gw.


gw langsung memutuskan panggilan telepon nya kemudian menjalankan mobil gw, menuju kantor.


******


Di sisi lain..


vani tengah menanyakan lowongan pekerjaan yang berada di kantor tersebut namun sayang diri nya di kacangin oleh orang kantor karena mereka berpikir kalau vani hanya lah orang miskin yang bermimpi kerja di kantor.


"sial, gw di kacangin" batin vani sembari gerutu. vani tidak mau menyerah walaupun diri nya masih terus di kacangin oleh para pegawai kantor di sana sampai pada akhir nya vani kelelahan dan terduduk di lantai kantor tersebut.


vani masih terduduk sembari menundukkan kepala nya ke lantai kantor tersebut karena efek kelelahan dan dia sudah pasrah, namun secara tiba-tiba datang segerombolan orang bertubuh tinggi dan besar sedang mengawal pemimpin mereka alias revan. revan berjalan masuk ke dalam kantor nya dan di kawal oleh anak-anak buah nya yang berotot semua, ketika revan melewati diri nya..


vani langsung kaget dan menoleh ke belakang nya, nampak segerombolan orang-orang bertubuh besar sedang berjalan mengikuti seorang pria tampan namun sudah sedikit berumur itu.


vani pikir perusahaan itu bangkrut karena tidak mampu bayar hutang padahal si kenyataan-nya itu adalah anak-anak buah revan yang selalu setia menemani revan dan menjadi perisai pelindung bagi revan.


"maaf mbak, ini ada apa yak?" tanya vani


"itu mbak, pemimpin group kita baru saja kembali dari luar negeri dan dia akan mengurus kembali kantor kita. jika mbak niat kerja di sini coba tanya tentang lowongan pekerjaan yang berada di sini kepada dia" ucap salah satu pegawai

__ADS_1


"owhh begitu yak, makasih" ucap terimakasih vani. vani segera berlari menuju revan namun sayang, revan sudah naik ke lantai atas menggunakan lift dan pintu lift nya juga sudah di tutup.


"aduh, gini amat si nyari kerjaan" ucap vani.


vani langsung berlari menuju anak tangga, kemudian berusaha menyusul revan dengan menggunakan anak tangga. vani berlari sekuat tenaga sampai pada akhir nya dia tiba di lantai atas dari perusahaan ghifari setelah sampai,, vani segera bergegas mencari keberadaan revan karena dia mau menanyakan lowongan pekerjaan.


"mana lagi tuh, pemimpin nya?" tanya vani, vani melihat kesana-kemari namun tidak melihat batang hidung revan maupun anak buah nya, vani berpikir kesempatan nya untuk mendapatkan sebuah pekerjaan sudah sirna jadi vani hanya bisa menunduk ke bawah karena bingung mau mencari pekerjaan ke mana lagi, namun tiba-tiba nampak seseorang yang berada di depan diri-nya.


"siapa kamu?" tanya vani sembari mendongak-kan kepala nya ke arah lelaki itu.


"saya adalah revan alexandra ghifari alias pemimpin group ghifari, kamu boleh memanggil saya dengan sebutan revan" jawab datar revan


"owhh, saya boleh bertanya kepada bapak" ucap vani


"tentu saja boleh" sahut revan


"di sini ada lowongan pekerjaan?" tanya vani


"ada" jawab revan


"sebagai apa pak, ob?" tanya vani


"assisten pribadi saya" jawab revan

__ADS_1


Seluruh pegawai langsung pada menoleh ke arah revan sebab mereka heran, kenapa revan malah menawarkan ke orang asing untuk menjadi asisten pribadi nya padahal selama ini banyak yang berharap bisa menjadi asisten pribadi nya revan terutama para cewek-cewek alay namun justru revan malah menawarkan kepada seorang wanita yang tak pernah ia temui sebelumnya(menurut para pegawai nya).


__ADS_2