SUAMIKU BOS MAFIA [Revisi]

SUAMIKU BOS MAFIA [Revisi]
Di acuhkan ke sekian kalinya.


__ADS_3

Vani dan Revan menjadi penonton pertarungan sengit antara Angga dan hantu jahat itu, Vani menganga ketika melihat Angga membanting hantu tersebut. Anggara menggendong hantu tersebut dan membawa nya pergi dari rumah itu untuk membuang dan mengusir nya dari rumah itu. Setelah membuang hantu tersebut Angga kembali ke rumah itu dengan gaya yang cukup keren bagi seorang wanita.


"Kak, kamu tidak apa-apa?" tanya Vani.


"Iya, saya tidak kenapa-kenapa" balas Angga.


Angga langsung pergi dari hadapan Vani dan Revan, Angga pergi tanpa basa-basi sedikitpun kepada Vani. Vani yang melihat kelakuan aneh dari Anggara pun menjadi merasa heran dengan sifat dan tingkah nya Angga karena sekarang Angga jauh lebih dingin dan menjadi sosok yang misterius serta susah untuk di dekati.


"Kak Angga kenapa ya? kenapa dia berubah menjadi dingin?" tanya batin Vani, Vani merasa ada perubahan dalam diri Angga namun Vani tidak tahu penyebabnya.


Vani terdiam dan menundukkan kepala nya ke bawah namun saat dia sedang terdiam, Revan menggendong nya secara tiba-tiba. Revan menggendong tubuh Vani dan menghempaskan tubuh Vani diatas kasur, Revan menatap wajah Vani sambil tersenyum.


"Kamu mau ngapain?" tanya Vani.


"Aku mau–." Belum sempat ia menjawabnya, Vani sudah menyela lebih dahulu.


"Apa? jangan macam-macam ya!" kata Vani.


"Iya, sayang" balas Revan.


Revan membaringkan tubuhnya di samping Vani, kemudian mereka saling bertatap-tatapan satu sama lain. Revan mengusap rambut Vani dan mengecup keningnya, lalu Revan menatap ke arah langit-langit dan membayangkan sesuatu yang membuatnya tersenyum-senyum sendiri.


"Kamu kenapa? kok tersenyum-senyum sendiri? mulai tidak waras nih, seperti Kak Dion," tanya Vani.


"Aku tidak apa-apa, aku hanya membayangkan, seperti apa anak kita nanti," jawab Revan.

__ADS_1


"Pasti tampan dan cantik," ucap Vani.


"Hmm, kamu mau mempunyai berapa anak? 20? 30? 40? 50? atau 100 anak?" tanya Revan.


"Kurang banyak, sekalian saja seribu," sahut Vani


"Hehe, iya-iya. Aku hanya bergurau saja." Revan tersenyum sambil menatap Vani, sedangkan Vani masih memikirkan tentang Angga.


Sikapnya Angga seolah menunjukkan jika dia sedang kesal dengannya dan itulah yang mengganggu pikiran Vani, Vani sudah mengganggap Angga sebagai kakaknya sendiri. Meski, mereka berbeda kehidupan.


"Ada apa dengan Angga? apakah ia marah denganku? jika dia marah, apa kesalahan aku?" batin Vani.


Vani terus memikirkan Angga dan Vani mengacuhkan Revan begitu saja, membuat Revan bingung dengan sikapnya. Revan memegang tangan Vani dan mencoba untuk mengalihkan perhatiannya, tetapi tidak berhasil.


"Van, Vani..., " panggil Revan.


"Kamu kenapa?" tanya Revan.


"Tidak tahu," jawab Vani.


"Loh, kok tidak tahu?" tanya Revan.


"Sekalipun aku tahu, itu bukan urusanmu," jawab Vani membuat Revan sedikit kecewa karena lagi-lagi, Vani bersikap acuh kepadanya.


Suasana menjadi hening seketika, Revan terdiam dan Vani juga terdiam. Tidak ada satupun di antara mereka yang mau memulai pembicaraan, Revan menatap ke arah langit-langit. Namun, sesekali ia melirik Vani.

__ADS_1


"Aku harus berbuat apa? aku takut mengganggunya, tapi aku tidak mau suasana di tempat ini menjadi sepi," batin Revan.


Revan berusaha untuk berpikir, ia mencari cara untuk mencairkan suasana hening di tempat tersebut. Setelah beberapa saat berpikir, akhirnya ia menemukan caranya juga. Akan tetapi, ia tidak tahu apakah Vani mau atau tidak.


"Vani...," panggil Revan.


"Kenapa?" tanya Vani.


"Aku–" Revan membisikkan sesuatu di telinga Vani, sedangkan Vani malah terdiam dan seakan tidak peduli dengannya.


"Gimana? kamu mau?" tanya Revan.


"Terserah...," jawab Vani.


"Hmm, baiklah..."


Revan bangun dari tidurnya, kemudian ia bersiap-siap untuk melakukan sebuah pemanasan. Entah apa yang akan mereka lakukan, Vani tetap memikirkan Angga. Angga adalah cinta pertamanya, si hantu tampan dan jauh lebih tampan dari Revan.


Sementara itu, Revan sudah siap untuk melakukannya bersama Vani. Meski Vani mengacuhkannya, ia akan tetap melakukannya karena ia tidak ingin Vani di rebut oleh pria lain.


Bersambung...


****


Halo, maaf ya kalau jarang banget update nya.

__ADS_1


Aku sibuk dengan ketiga karyaku di platform ini, yang pertama di "Istriku, pembantuku" terus di "Before you go" and "Akibat dendam keluarga"


Ketiga karya saya yang itu sudah lama tapi saya sibuk dengan karya yang ini.


__ADS_2