SUAMIKU BOS MAFIA [Revisi]

SUAMIKU BOS MAFIA [Revisi]
Datang-nya musuh bebuyutan.


__ADS_3

stevan melepaskan pelukan adel lalu mengelap air mata nya adel karena stevan tidak ingin melihat adel menangis walau itu adalah air mata kebahagiaan. stevan hanya menginginkan melihat adel bahagia ketika bersama dengan diri-nya karena kewajiban stevan yang utama adalah membahagiakan adel walau terkadang adel sering menjuteki dirinya.


"kamu jangan nangis"


"kenapa emang nya, hmm?"


"karena aku tidak mau kamu menangis"


"hmm, baik lah aku tidak akan menangis"


adel tersenyum kepada stevan supaya stevan senang walau sebenarnya sih adel masih terharu dengan semua ini sebab ia begitu tidak menyangka bisa bertemu dengan seorang lelaki aneh seperti stevan apalagi pertemuan mereka tidak di sengaja sebenarnya sih waktu itu stevan niat nya ingin berbuat macam-macam kepada adel namun diri-nya tidak tega saat melihat rumah- adel yang begitu kumuh serta atap-atap nya yang sudah pada bolong.


"yuk kita masuk ke dalam lagi, kasihan revan"ajak stevan


"yuk..."sahut adel


adel dan stevan pun masuk ke dalam restoran itu lagi namun di tengah jalan stevan tidak sengaja bertubrukan dengan seorang lelaki berjas dan memiliki tinggi yang luar biasa saat stevan mendongak-kan wajah nya ia melihat wajah bengis dari lelaki itu ya lelaki itu adalah pemimpin group ganendra yang sekarang umur-nya masih di bawah stevan akan tetapi masih di atas-nya adel.

__ADS_1


"halo,stevan putra fratama. pemimpin group fratama"sapa orang itu


"halo mas"sapa balik adel


adel tersenyum manis kepada pria itu begitupun sebaliknya pria itu juga tersenyum manis kepada adel bahkan diri-nya di buat kagum dengan wajah adel yang imut namun berbeda dengan stevan ia justru malah terlihat cemburu ketika melihat adel tersenyum kepada lelaki itu.


"heleh,sok kegantengan. padahal masih gantengan gua kemana-mana daripada dia muka-nya dia sebelas-duabelas ama aspal rokok aja sok kegantengan,liat donk gua muka-nya mirip oppa-oppa korea biasa aja"gerutu stevan tanpa sadar.


stevan tidak menyadari jika ucapan nya itu di dengar oleh pemimpin group ganendra dan juga adel,adel yang mendengar ucapan stevan menjadi geram karena lagi-lagi stevan cemburu di depan umum.


"maaf ya pak,mas stevan memang seperti ini orang nya"ucap maaf adel


"heh jangan sok-sok kalem lu depan bini gua!"ucap stevan


"stevan! sudah ayok kita pergi"ucap adel


adel menggandeng tangan nya stevan menjauh dari pria tadi karena adel merasa tidak enak dengan pria tadi adel mengira jika pria tadi merupakan salah satu rekan bisnis stevan akan tetapi kenyataan nya pria itu adalah musuh dalam selimut nya stevan sebenarnya sih stevan sudah tau jika pria itu memang bermuka dua dan diam-diam menjadi musuh dalam selimut nya hanya saja stevan menunggu waktu yang tepat untuk membalas nya jika nanti lelaki itu berani mendekati adel lagi mungkin stevan akan langsung murka.

__ADS_1





adel menarik tangan stevan menuju bangku yang berada di paling belakang supaya mereka tidak di ganggu oleh orang lain.


"kenapa kamu malah tarik aku?"tanya stevan


"kamu gila ya?dia itu rekan bisnis kamu masa iya mau kamu ajak berantem sih apalagi cuma karena masalah sepele"ucap jutek adel


"kamu bilang sepele?dia itu licik,sayang."ucap stevan


"kamu ngomong kayak begitu karena kamu lagi cemburu"ucap adel


"terserah yang jelas itu kenyataan nya,aku capek selalu kamu tuduh"ucap kesal stevan

__ADS_1


stevan pergi meninggalkan adel sendiri di bangku itu karena ia benar-benar tidak habis pikir dengan adel, kenapa adel malah membela si pria licik itu ketimbang suami-nya sendiri.


__ADS_2