![SUAMIKU BOS MAFIA [Revisi]](https://asset.asean.biz.id/suamiku-bos-mafia--revisi-.webp)
sesampainya di rumah sakit, stevan dan kiki langsung membawa masuk adel ke dalam rumah sakit tersebut sedangkan dinda, revan dan faris membawa perlengkapan untuk proses melahirkan nya adel dan orangtuanya stevan menggendong dion.
di sisi lain, stevan dan kiki tengah berlari-larian demi keselamatan anak nya stevan dan juga keselamatan adel, stevan dan kiki benar-benar terlihat panik namun mereka tetap berusaha untuk tenang karena demi ketenangan nya adel juga.
setiba-nya di depan ruang bersalin...
stevan dan kiki membawa adel masuk ke dalam namun yang boleh masuk hanya suami nya adel saja yakni stevan jadi kiki harus menunggu di luar.
"semangat broo!" ucap kiki
"iya makasih" sahut stevan
stevan masuk ke dalam ruangan tersebut kemudian suster menutup rapat, ruangan itu agar tidak terlihat oleh orang lain.
"mbak nya sudah siap?" tanya salah satu suster
"iya mbak" jawab adel
adel menghela nafas nya lalu memulai proses bersalin nya itu, beruntung lah adel melahirkan dengan proses normal bukan cesar..
"tarik nafas ya bu lalu buang kembali" ucap para suster
adel menarik nafas nya lalu membuang kembali dan berusaha untuk mengeluarkan bayi nya lagi namun semua nya sia-sia tidak ada satupun anggota tubuh yang nongol.
"tarik nafasss lagi buu" ucap suster itu. adel kembali menarik nafas nya dan terus berusaha untuk mengeluarkan bayi nya.
__ADS_1
"huftt, ahh, hufttt~ adel, adel masih terus berjuang sedangkan stevan hanya bisa berdoa untuk keselamatan anak dan isteri nya.
"sayang, genggam tangan-ku" ucap stevan. adel menggenggam tangan stevan dengan begitu kuat sampai membuat pergelangan tangan stevan sakit namun itu semua bukan sebuah masalah yang terpenting adel mampu melahirkan anak nya dengan keadaan sehat.
beberapa menit berlalu...
rombongan stevan masih setia menunggu di depan pintu dan sesekali mendengarkan suara di dalam.
"gimana ya pah? mama takut adel gak bisa mengeluarkan bayi nya" ucap mommy nya stevan
"huss, kamu kalo ngomong. jangan bilang seperti itu, ingat ucapan adalah doa" ucap papa nya stevan
"iya-iya pah" sahut mommy nya stevan
"van, kok muka lu ngapa santuy banget?" tanya faris
"gak papa, gw yakin pasti anak nya om stevan dan tante adel bakalan selamat" jawab revan
revan terus menatap ke arah kaca ruangan tersebut, dan tak beberapa kemudian..
terdengar lah suara tangisan bayi dari dalam ruang bersalin tersebut, dan beberapa menit kemudian keluar lah suster membawa bayi tersebut untuk di bersihkan.
"sus, ibu nya gimana ya?" tanya mommy nya stevan
"bayi dan ibu nya selamat bu" jawab suster itu
__ADS_1
"alhamdulilah..." ucap syukur rombongan stevan
"iya, ya sudah saya membersihkan dia dulu ya" ucap suster itu
suster tersebut pergi membawa anak nya stevan dan adel, ketika suster pergi rombongan stevan langsung masuk ke dalam ruangan.
"uhuyy, udah jadi bapak nih" ejek kiki pada stevan. stevan hanya membalasnya dengan sebuah senyuman.
stevan memegang tangan nya adel lalu mengusap-usap kepala nya dan tak beberapa lama, suster itu kembali dengan membawa bayi nya stevan dan adel.
"ini pak, putri tercinta nya" ucap suster itu
"makasih sus" ucap stevan
"iya pak" sahut suster itu. suster tersebut pergi meninggalkan ruang bersalin setelah kepergian suster, stevan mengadzani anak nya kemudian ia menyerahkan anak nya kepada adel.
"van, anak nya mau di kasih nama sapa?" tanya kiki
"hummm, STEVANIA NAURA FRATAMA" jawab stevan
"wow, nama nya bagus banget" ucap dinda
"iya donk kan buat anak nya keluarga fratama" sahut stevan
stevan dan adel tersenyum satu sama lain lalu mencium putri nya itu, seluruh rombongan stevan tersenyum satu-satu sama lain karena mereka ikut merasakan kebahagiaan stevan dan adel namun berbeda dengan revan yang terus memandangi bayi itu karena saat melihat bayi tersebut hati nya merasakan hal yang berbeda.
__ADS_1