![SUAMIKU BOS MAFIA [Revisi]](https://asset.asean.biz.id/suamiku-bos-mafia--revisi-.webp)
Spontan Adel langsung bersembunyi di belakang Stevan dan mengumpat ketakutan, sedangkan Stevan kebingungan dengan sikap Adel yang berbeda dari biasanya.
“Kamu kenapa?” tanya Stevan.
“Itu rentenir,” jawab Adel.
Adel enggan membuka mata karena dia takut kepada rentenir itu. Selain galak, rentenir itu juga ganjen dan suka bertindak tidak sopan seperti menggoda bahkan dia juga memaksa Adel untuk menjadi istri keduanya.
Rentenir itu berjalan menuju rumah Adel, kemudian dia berdiri di hadapan Stevan yang mematung di depan pintu.
“Halo cantik, Abang datang.” Rentenir itu menyapa Adel sembari tersenyum menggoda, sedangkan Adel tidak menjawab dan terus bersembunyi di belakang tubuh Stevan.
“Kakek siapa ya? Kenapa Kakek menggoda calon istri saya?” tanya Stevan berpura-pura tidak tahu siapa rentenir tersebut.
“Kakek? Umur saya masih muda! Saya baru 45 tahun,” ucap laki-laki tersebut.
“Oh kirain sudah umur 75 tahun,” sahut Stevan dengan nada meledek.
__ADS_1
“Sembarangan kamu. Saya ke sini untuk bertemu Adel, kenapa kamu menghalangi dia?” tanya rentenir itu.
Rentenir itu melihat Adel bersembunyi di balik Stevan, sementara Stevan langsung merentangkan kedua tangannya untuk melindungi Adel dari pandangan rentenir itu.
“Pak, saya bilangin ya. Adel itu pacar saya dan sebentar lagi kami akan menikah jadi bapak jangan ganggu dia,” tutur Stevan mencoba bersikap baik pada rentenir itu.
“Pacar? Mana mungkin dia pacar kamu! Adel itu sudah menandatangani surat perjanjian dengan saya, jika dia tidak bisa membayar utang ayahnya ... Dia harus menikah dengan saya!” tegas rentenir itu tidak terima.
Rentenir itu menarik tangan Stevan dan berusaha menerobos benteng pertahanan Stevan, tetapi Stevan langsung menendang rentenir itu hingga tersungkur ke lantai.
“Berani-beraninya kamu melawan saya, kamu tidak tahu siapa saya?” tanya rentenir itu.
Tanpa aba-aba Stevan menendang kaki rentenir itu dan membanting tubuhnya. Namun, Stevan belum merasa puas. Stevan memukuli rentenir itu dengan membabi buta membuat rentenir tersebut terkapar tidak berdaya di teras rumah Adel.
“Saya sudah berbicara baik-baik tapi Anda memulai duluan jadi jangan salahkan saya jika Anda terluka!” Stevan berkata dengan rahang yang mengeras dan tangannya mencengkeram tangan rentenir tersebut.
Stevan masih dikendalikan oleh emosinya dan tiba-tiba Stevan mengeluarkan senjata tajam yang dia sembunyikan. Stevan melayangkan senjata tersebut dan hendak menusuk leher rentenir tersebut. Namun, tiba-tiba Adel mencengkeram pergelangan tangan Stevan dan merampas senjata itu.
__ADS_1
“Hentikan! Dia hanya menagih uangnya dan gw akan membayar setelah mendapat uang,” ucap Adel mencoba menenangkan Stevan.
“Tapi dia mengganggu kamu! Dia memaksa kamu menjadi istrinya dan kamu mau?” tanya Stevan dengan nada menekan.
“Gue enggak mau tapi gue belum bisa bayar utangnya sekarang,” jawab Adel.
Stevan berbalik menghadap Adel dan menatapnya dengan raut datar, sementara Adel terdiam dan membalas tatapan Stevan.
“Berapa utang kamu kepada rentenir ini?” tanya Stevan.
“5 Milliar,” jawab Adel sembari menunduk ketakutan. Adel tidak mampu menatap lama wajah Stevan karena wajahnya berubah menjadi sangat menyeramkan.
“Gue akan melunasi utang lu tapi dengan satu syarat,” ucap terputus Stevan.
“Lu harus menjadi istri gue,” tutur Stevan.
Sontak Adel tercengang dan kembali mematung selama beberapa saat, Adel tidak mungkin menikah dengan laki-laki yang baru dia temui semalam tetapi Adel juga tidak mau menikah dengan rentenir tua itu.
__ADS_1
“Pilihan lu cuman 2. Menikah sama gue atau menikah sama kakek-kakek ini,” ucap Stevan seraya berdiri membelakangi Adel.