![SUAMIKU BOS MAFIA [Revisi]](https://asset.asean.biz.id/suamiku-bos-mafia--revisi-.webp)
stevan mulai merasa bosan dan jenuh dengan kemacetan yang terus menerus menjebak mereka padahal ini masih di daerah kampung nya tapi tetap saja macet.
"halah,lama banget sih udah pegel pinggang gua ini gak tau apa yak yang nyetir tuh seorang pemuda tampan yang memiliki jiwa bar-bar seharusnya mereka minggir ketika mobil ku lewat"gerutu stevan
stevan sudah sangat kelelahan padahal baru ia baru menyetir selama tiga jam namun ia sudah pegal-pegal. stevan berniat ingin memanggil seluruh anak-anak buah nya ke tempat ia terjebak macet namun sayang dia tidak mau identitas nya sebagai seorang penjahat di ketahui oleh siapapun termaksud adel satu-satunya orang yang mengetahui identitas asli stevan adalah kiki. stevan berusaha untuk rileks karena kan besok dia juga harus meeting mengenai kerjasama nya dengan seorang pengusaha kaya raya yang bermarga ganendra. stevan menyetel radio nya dengan suara pelan supaya tidak membangunkan orang-orang yang berada di mobil itu, stevan mulai mengikuti irama musik itu namun saat stevan bernyanyi nampak segerombolan mobil yang melaju di jalan yang sama karena stevan memiliki rasa penasaran yang tinggi ia membuka kaca jendela mobilnya nampak sebuah stiker yang menempel di mobil itu stevan membaca tulisan yang berada di mobil itu keluarga ganendra
"wow,jadi itu mobil dari anak-anak buahnya group ganendra ya ternyata keluarga ganendra cukup terkenal juga"ucap kagum stevan
stevan cukup kagum dengan kekayaan yang di miliki oleh keluarga ganendra namun menurut stevan itu wajar karena keluarga ganendra adalah keluarga besar yang mendirikan sebuah perusahaan setelah bertahun-tahun perusahaan itu menjadi cukup terkenal tetapi tetap kekayaan keluarga ganendra masih berada di bawah kekayaan keluarga ghifari dan keluarga fratama.
"baru memiliki kekayaan segitu saja sudah sombong dan hidup bermewah-mewahan seperti seorang penguasa di dunia ini padahal kekayaan mereka masih berada jauh di bawah keluarga ghifari"ucap stevan
__ADS_1
stevan sebenarnya cukup sebal dengan keluarga ganendra karena mereka terlalu sering pamer dan hidup bermewah-mewahan tanpa memikirkan nasib orang-orang miskin yang tidak mempunyai rumah alias tinggal di jalanan padahal kekayaan keluarga ganendra masih berada di bawah keluarga ghifari tapi sayang keluarga ghifari tidak pernah menunjukkan kekayaan keluarga mereka yang sebenarnya jika saja keluarga ghifari memiliki sifat sombong dan suka pamer pasti keluarga ganendra akan nyaho.
setengah jam kemudian...
stevan berhasil keluar dari kemacetan itu walaupun harus menunggu hampir satu jam penuh namun setidaknya mereka berhasil keluar dari kemacetan. stevan berusaha untuk tetap bergembira walau sebenarnya pinggang dia pegal-pegal semua tapi ia akan berusaha sekuat tenaga demi meeting nya bersama dengan keluarga ganendra bukan untuk menambah kekayaan nya stevan justru melakukan itu demi adel supaya seluruh kebutuhan adel bisa tercukupi semuanya.
stevan masih tetap bersemangat dalam mengendarakan mobilnya sedangkan di bagian jok paling belakang revan masih asyik melamun membayangkan hal-hal yang begitu indah.
revan memejamkan matanya namun sebelum itu revan membaca doa terlebih dahulu supaya dirinya di lindungi oleh sang maha kuasa sudah membaca doa barulah revan tertidur pulas.
•
__ADS_1
•
•
Keesokkan harinya...
pukul 08.30 pagi. stevan dkk sudah sebentar lagi sampai hanya saja macet kembali menghalangi mereka jadi mereka harus menunggu terlebih dahulu.
"selamat pagi semuanya"sapa adel
"selamat pagi juga"sapa kiki dan dinda secara bersamaan
__ADS_1
adel membalas sapaan kiki dan dinda lewat sebuah senyuman sebab ternyata adel juga mengalami keram pada kaki nya maklumlah adel tidak pernah naik mobil dengan jarak sejauh ini biasanya paling adel cuma ke pasar itupun naik angkot bukan naik mobil pribadi. adel meregangkan otot-otot tubuhnya lalu memutar-mutarkan kepalanya ke kanan dan ke kiri ketika adel memutarkan kepalanya ke arah kanan ketika adel memutarkan kepalanya nya belakang terlihat stevan dengan mata panda nya karena sebenarnya stevan mengantuk tapi terpaksa ia tahan.