SUAMIKU BOS MAFIA [Revisi]

SUAMIKU BOS MAFIA [Revisi]
Taman


__ADS_3

Gw, papa, mama dan Vani sudah berangkat menuju taman. Kami terlihat begitu bahagia walau sebenarnya hari sudah mulai panas dan tidak terlalu bagus untuk berolahraga.


"Ma, nanti Dion mau beli mainan" ucap gw


"Hah? mainan? yon, kamu itu udah besar.


masa iya masih mau beli mainan" ucap mama Adel


"Tapi mah, Dion pengen..." ucap gw


"Yaudah beli saja kalau kamu pengen" ucap papa Stevan


"Horeee" sorak gembira gw.


Gw begitu bergembira karena papa jauh lebih pengertian daripada mama kalo soal mainan namun yang buat aku jengkel sama papa adalah papa selalu nanya gw dengan sebuah pertanyaan yang sama "Kamu kapan punya pacar, yon?" dan "Papa ini sudah tua, papa pengen cepet-cepet gendong cucu" Ya begitu lah papa Stevan, papa Stevan selalu menuntut gw untuk cepat-cepat memiliki seorang kekasih hati namun mama Adel justru sebaliknya. Mama adel tidak mau kalau gw cepat-cepat menikah karena menurut nya kedua anak-anak nya itu masih tetap seperti seorang anak kecil walau badan nya sudah pada besar.


Kalo gw sendiri sih sebenarnya gak pengen nikah tapi nanti jadi bahan ghibahan emak-emak lagi, tapi kalo gw nikah muda bisa-bisa gw di bilang hamilin anak orang duluan dan kalo gw nikah tua pasti gw di bilang perjaka.


...****...

__ADS_1


Beberapa menit kemudian...


Mobil kita sudah sampai di depan taman tersebut, kita berempat pun turun dari dalam mobil dan berjalan masuk ke dalam taman tersebut.


"Pa, ma. Vani mau bertemu sama temen-temen Vani dulu ya" pamit Vani. Vani langsung pergi meninggalkan kami sambil berlari dan gw cuma bisa menatap nya dari jauh.


"Yon, papa sama mama mau jalan-jalan berdua dulu ya" ucap papa Stevan kepada gw


"Lah, Dion sama siapa?" Tanya gw kepada papa


"Sama tiang listrik" Jawab papa sambil mengejek


"Hmm, papa sama mama mau berduaan dulu" ucap papa.


Papa dan mama langsung pergi begitu saja, meninggalkan gw sendiri dan gw cuma bisa cemberut sambil melanjutkan olahraga di taman itu. Gw berlari menuju sebuah tempat kosong yang sering di jadikan sebagai tempat pacaran anak-anak muda namun yang membedakan gw hanya sendirian. Sesampainya gw di tempat tersebut.. gw melihat seorang wanita tengah duduk sendirian di bangku tersebut sambil menundukkan kepala nya ke bawah, gw yang melihat nya menjadi takut karena gw takut kalau dia adalah sebuah mayat namun setelah beberapa saat wanita tersebut mendongakkan kepala nya ke atas dan mata nya nampak begitu sembab seperti habis menangis.


"Tuh cewek kenapa ya?" batin gw. gw menghampiri wanita tersebut dan duduk di samping nya namun gw menjaga jarak dengan wanita itu karena wanita tersebut memakai sebuah kerudung syar'i dan baju nya juga serba tertutup.


"Permisi" ucap gw

__ADS_1


"Mau apa kamu?" tanya wanita itu


"Saya cuma mau duduk di sini saja, mbak" jawab gw


"Oh" sahut datar wanita itu. Wanita itu terlihat seperti habis menangis karena mata nya masih berkaca-kaca serta pipi nya sembab gegara air mata nya. Gw yang melihat nya menjadi kepo dan berusaha untuk mengintrogasi wanita tersebut dengan sebuah pertanyaan.


"Mbak, kalau saya boleh tau. Tadi mbak kenapa nangis?" Tanya gw


"Enggak papa kok, mas. Saya cuma sedih mengingat mendiang kedua orang tua saya, saya pengen balik ke Yogyakarta tapi gak punya uang" jawab wanita tersebut


"Oh, btw panggil saya dengan sebutan Dion saja karena sepertinya kita seumuran" ucap gw sambil tersenyum namun wanita tersebut tidak membalas senyuman gw.


"Hm, ya-sudah saya mau pergi dulu" pamit wanita tersebut, wanita tersebut bangun dari posisi duduk nya dan hendak pergi meninggalkan gw namun gw memanggil nya sekali lagi.


"Kalau saya boleh tau, nama mbak siapa ya?" tanya gw


"Airin" jawab datar wanita itu, wanita itu langsung pergi meninggalkan gw sendiri di bawah pohon rindang tersebut.


"Huftt, sebelas-duabelas sama papa gw. dari gaya berpakaian nya sih tipe idaman gw banget tapi sifat nya dingin banget kayak es batu" ucap gw. Gw langsung pergi meninggalkan tempat tersebut dan berjalan untuk mencari keberadaan Vani, mama dan papa.

__ADS_1


__ADS_2