![SUAMIKU BOS MAFIA [Revisi]](https://asset.asean.biz.id/suamiku-bos-mafia--revisi-.webp)
Revan mengajak Vani untuk duduk di pinggiran danau, Vani cuma bisa menuruti semua perkataan dari Revan karena dia ingin mengetahui Revan lebih dalam.
"Kak Revan" panggil Vani.
"Ada apa?" tanya Revan.
"Rambut kakak berantakan" balas Vani.
"Yang mana?" tanya Revan.
"Yang itu" ucap Vani sambil menunjuk rambut Revan yang berantakan, Revan mengetahui posisi rambut nya yang berantakan namun dia sengaja tidak mau merapihkan nya.
"Aku tidak lihat!" kata Revan.
"Benarkah? ya sudah biar aku saja yang merapihkan nya" kata Vani, Vani merapihkan rambut Revan yang harum dengan sisir kecil dari nenek nya dulu.
Huffttt~ hembusan nafas Revan, Revan sengaja menghembuskan nafas nya di depan Vani supaya Vani mengetahui kalau dia sedang kedinginan dan Vani meniup tangan nya seperti di film-film romantis.
"Kakak kedinginan?" tanya Vani.
"Iya" balas Revan.
"Oh, ya sudah kita kembali ke tenda saja" kata Vani.
"Tidak! aku masih mau disini bersama dengan dirimu" kata Revan.
Revan menggenggam tangan Vani dan memeluk erat tubuh nya supaya Vani tidak kabur dari dirinya, Vani hanya terdiam ketika Revan memeluk erat tubuh nya. Vani ingin sekali memberontak namun dia tidak bisa karena entah kenapa hatinya merasa nyaman.
"Kenapa pelukan dari kak Revan begitu hangat ya bahkan pelukan mama saja tidak ada apa apanya dengan kehangatan pelukan dari kak Revan" batin Vani.
Vani tertegun ketika melihat wajah Revan berada tepat di atas kepala nya, Revan tersenyum kepada Vani kemudian Revan mengecup bibir Vani.
"Kak, nanti kalau kak Dion sama Gilang liat bisa bahaya" bisik Vani.
__ADS_1
"Bukankah mereka sudah tertidur?" tanya Revan.
"Kak Dion itu cerdas, dia bisa saja berpura-pura sudah tidur supaya dia bisa mengelabui kita" kata Vani.
"Hmmm, baiklah kita pergi dari tempat ini" kata Revan.
Revan menggandeng tangan Vani dan membawa Vani pergi dari tempat itu, Revan membawa Vani ke tempat sunyi dan jauh dari keramaian dan juga jauh dari tempat mereka berkemah.
"Kita mau ngapain kesini?" tanya Vani.
"Mau berduaan sama kamu" balas Revan.
"Berduaan, dimana?" tanya Vani.
"Itu di rumah yang aku sewa" balas Revan.
Revan menunjuk sebuah rumah minimalis yang tepat berada di hadapan mereka, Vani tertegun ketika melihat rumah tersebut karena rumah itu seperti sebuah rumah yang berhantu.
"Kak Revan, aku takut" kata Vani.
"Hmmm, ya sudah" kata Vani.
"Yuk masuk" ajak Revan.
"Yuk" sahut Vani.
Revan menggandeng tangan Vani dan mengajak nya untuk masuk ke dalam, Revan berusaha untuk membuat Vani jatuh cinta kepada dirinya walau dia tau itu sedikit sulit karena Vani memiliki sifat jutek, datar dan gak suka basa-basi.
Sesampainya di dalam...
Revan dan Vani langsung duduk di atas sofa kecil yang penuh dengan debu, Vani melihat sekeliling rumah tersebut dan rumah itu terlihat begitu mengerikan bak sebuah rumah berhantu. Cat rumah itu sudah memudar, lalu dinding-dinding nya sudah keropos dan keramik ubin di rumah tersebut sudah banyak yang pecah.
"Kamu pilih kamar kamu" suruh Revan.
__ADS_1
"Kak.. Aku takut.." kata Vani.
"Terus mau gimana? balik ke tenda lagi? aku lagi malas dengan Gilang" tanya Revan.
"Kita tidur sekamar saja" kata Vani.
"Boleh tapi saya tidur di lantai" kata Revan.
Revan mengambil sebuah kasur tipis yang berada di rumah tersebut, kemudian Revan mengajak Vani masuk ke dalam kamar.
Ketika mereka masuk ke dalam kamar, lampu di dalam kamar tersebut berkedip dengan sendiri nya membuat jiwa penakut nya Vani kembali bangkit.
"Akhh! mama... aku takut!" jerit Vani.
Vani menjerit ketakutan sedangkan Revan berusaha untuk menenangkan Vani, Revan mengusap-usap punggung Vani dan membawanya masuk ke dalam kamar.
"Kamu jangan takut, ada aku" kata Revan.
"Kak Revan, jangan tidur di bawah!" kata Vani.
"Kenapa?" tanya Revan.
"Menurut mitos, kalau rumah-rumah horror seperti ini di bawah kolong kasurnya suka ada mahkluk halus" kata Vani.
Vani memegang tangan Revan supaya Revan tetap berada di sisinya, Revan melepaskan genggaman tangan Vani lalu Revan duduk di samping nya Vani.
"Tidurlah, aku akan menemani kamu" suruh Revan.
"Iya kak, makasih ya" kata Vani.
"Iya sama-sama" sahut Revan.
"Kakak juga tidur!" suruh Vani.
__ADS_1
"Iya, aku tidur" balas Revan.
Revan merebahkan tubuh nya di samping Vani kemudian dia juga ikut tertidur, Revan dan Vani memejamkan mata mereka supaya besok mereka bisa mengerjai Dion dan Gilang.