![SUAMIKU BOS MAFIA [Revisi]](https://asset.asean.biz.id/suamiku-bos-mafia--revisi-.webp)
*revan dan faris menunggu jemputan nya di parkiran sekolah mereka yang cukup luas,faris dan revan duduk di bawah sebuah pohon rindang.
"van,lu punya hp gak?"
"punya,emang nya kenapa?"
"bagi nomor lu donk"
"bentar"
revan mengeluarkan ponsel nya dari dalam tas sekolah nya dia yang besar betapa terkejutnya faris saat melihat ponsel revan karena ponsel yang di miliki oleh revan adalah ponsel keluaran terbaru dan harga nya begitu mahal.
"van,ponsel lu bagus banget"
"gak juga,bagusan ponsel kamu"
"hmm,btw lu yang beliin siapa?"
__ADS_1
"ibu-ku"
"ohh".
faris kagum dengan revan selain ganteng ternyata revan juga berasal dari keluarga berada lebih tepat nya sih anak tunggal dari seorang pemimpin group terkenal hanya saja revan dan keluarga nya jarang di sorot oleh publik berbeda dengan keluarga fratama yang sering di sorot. revan dan faris masih terus menunggu jemputan nya namun karena kelamaan akhir nya mereka memutuskan untuk bermain game hingga akhir nya mobil stevan tiba di parkiran sekolah itu. stevan dan adel turun dari dari dalam mobil nya lalu menghampiri revan yang tengah asyik bermain game.
"permisi tuan jemputan nya sudah tiba"
"iya om,faris yuk kita pulang"
mereka berempat berjalan menuju mobil nya setelah sampai di depan mobil nya mereka langsung masuk ke dalam setelah melihat revan dan adel sudah memakai sabuk pengaman baru-lah stevan menjalankan mobil-nya menuju kediaman keluarga fratama namun di tengah perjalanan perut revan berbunyi karena tadi pas jam istirahat revan memilih untuk berdiam diri di dalam kelas nya.
"siapa itu yang perut nya bunyi?"tanya adel
"aku, tan"jawab revan
"loh, emangnya tadi kamu gak makan?"tanya adel lagi
__ADS_1
"gak tan,tadi pas jam istirahat aku memilih untuk berdiam diri di kelas"jawab revan
revan memegangi perut nya sambil memelas
di hadapan adel,adel yang memiliki jiwa keibuan langsung tidak tega karena ia pernah merasakan betapa susah nya menahan rasa lapar sebab dulu ia sering menahan lapar bukan karena sebuah tugas tapi karena tidak mempunyai uang untuk membeli makanan.
"yaudah nanti kita mampir ke resto dulu"
"iyess"
revan kembali bersemangat karena diri nya jarang sekali makan di sebuah restoran waktu di kampung nya revan lebih sering makan pake telur doank sebab ibu nya sibuk merawat bapak nya di rumah sakit akan tetapi sekarang hidup revan lebih berwarna semenjak bertemu dengan stevan dan adel karena mereka berdua begitu menyayangi revan. kasih sayang yang di berikan oleh stevan dan adel kepada revan begitu besar di mulai dari revan yang di sekolah-kan di sebuah sekolah internasional yang berada di jakarta lalu di izin kan untuk tinggal di rumah keluarga fratama yang begitu mewah dan megah bak seperti sebuah istana sampai di antar dan jemput ke sekolah.
"makasih ya,om dan tante begitu baik dengan revan. revan janji suatu saat nanti ketika revan sudah menjadi orang sukses seperti om stevan,revan akan membalas kebaikan kalian berdua"ucap revan
"iya nak,kamu tenang saja om dan tante ikhlas kok melakukan ini lagi-pula kami sudah menganggap kamu seperti anak kami sendiri"sahut adel
mata revan berkaca-kaca karena untuk pertama kali nya ia di sayangi oleh orang lain selain kedua orang-tua kandung nya. revan berharap semoga suatu saat nanti ia dan pendamping hidup nya bisa seperti stevan dan adel*.
__ADS_1