SUAMIKU BOS MAFIA [Revisi]

SUAMIKU BOS MAFIA [Revisi]
TUNGGU KEDATANGAN KU, LAGI


__ADS_3

sesampainya di rumah, revan langsung membanting tubuh nya ke kasur kemudian tertidur nyenyak karena ia begitu lelah menghadapi semua nya dan kemarin malam, mereka begadang berjamaah.


keesokan hari nya...


rombongan kiki memutuskan untuk kembali ke jakarta karena mereka harus bekerja besok nya.


"bu, maukah ibu ikut revan ke jakarta?" tanya revan


"tidak usah, nak. ibu akan tetapi di sini untuk merawat kuburan bapak" jawab ibu nya.


"baik, hati-hati ya bu. revan janji, suatu saat nanti revan pasti akan membuat ibu balngga" ucap revan


"iya nak" sahut ibu nya


"ya-sudah bu, revan pergi dulu ya" pamit revan


iya nak, hati-hati ya" sahut ibu nya. revan mencium tangan ibu nya kemudian masuk ke dalam mobil, setelah melihat semua orang sudah masuk ke dalam mobil, kiki langsung menjalankan mobil nya menuju ke jakarta.



Di sisi lain...


stevan dan adel sedang asyik bermain-main di area taman rumah sakit, bersama kedua anak-anak mereka yakni dion dan vani.



"yank, tak terasa ya sekarang kita sudah menjadi orang tua, sebentar lagi juga bakal punya mantu" ucap stevan


"iya, semoga calon-calon menantu kita nanti bisa membuat anak-anak kita bahagia dunia dan akhirat." doa adel


"aamiin" ucap stevan


stevan dan adel asyik bermesra-mesraan bersama dengan anak-anak nya selain itu, stevan juga memanjakan adel supaya adel kembali fresh setelah melahirkan. adel dan stevan berfoto-foto bersama kedua anak-anak nya, hitung-hitung sebagai kenang-kenangan untuk anak-anak nya nanti.


"nak, kalian harus tumbuh menjadi anak-anak yang baik ya" ucap adel


"iya mama, kami akan menjadi anak-anak yang baik" sahut stevan sambil bersuara seperti anak kecil.


"apaansi kamu, jangan buat aku ngakak malam-malam ya" ucap adel


"iya-iya, aku gak akan buat kamu ngakak nanti bisa-bisa aku di kasih kekuatan ceue pas lagi ketawa" ucap stevan


"emang cewek kekuatan nya apa?" tanya adel


"kalian tuh kalo ngakak sambil mukul, nendang, pukul-pukul ubin atau bahkan guling-gulingan" jawab stevan

__ADS_1


"hmmm, aku gak begitu cuma temen-temen ku iya" ucap adel


"iya-iya, kamu kan kalem" sahut stevan. stevan memeluk bersandar di bahu nya adel sembari memakan es krim lalu menyuapi adel dengan es krim. setelah es krim nya habis, adel di datengin oleh rasa kantuk nya..



"yank, kita masuk ke dalam lagi yuk" ajak adel


"ayuk" sahut stevan. stevan dan adel pun masuk ke dalam rumah sakit untuk tidur, sesampainya di ruangan rumah sakit,, adel dan stevan langsung molor dua-duanya mungkin karena kelelahan.


\*\*\*\*\*\*


satu tahun kemudian...


keluarga fratama tengah membantu kiki, dinda dan revan untuk mengemas barang-barang karena hari ini mereka akan ke amerika serikat dan tinggal di sana.


"udah semua, ki?" tanya stevan


"udah donk, tapi gak tau kalo revan" jawab kiki


"woke-woke, gw bakalan cek" sahut stevan.


stevan pergi ke kamar nya revan yang berada di lantai atas, sesampainya di lantai atas...


"kalian begitu akrab ya" ucap stevan


"khehehe, hanya kebetulan saja kok om" ucap revan.


"hmm tak apa revan, bagaimana jika kita foto-foto barengan?" tanya stevan


"boleh tuh, om" jawab revan


"oke, om akan memanggil semua nya" ucap stevan.



stevan pergi ke lantai bawah untuk memanggil adel, kiki, dan dinda namun dinda sedikit ada kesulitan karena ia baru saja melahirkan anak pertama nya yang berjenis kelamin laki-laki. anak nya kiki dan dinda bernama gilang al-azhar subroto.


"sini din, biar aku bantu" ucap adel


"makasih, del" sahut dinda. adel memapah tubuh dinda menuju lantai atas rumah nya, sedangkan stevan menggendong dion dan membawa nya ke lantai atas bersama dengan kiki.



sesampainya di lantai atas...

__ADS_1


mereka langsung menghampiri revan yang tengah menggendong-gendong vani dan mereka asyik berfoto-foto berdua, revan sudah menganggap vani sebagai adik nya sendiri tapi kiki dan stevan malah berpikiran lain ya maklum lah kiki dan stevan sudah bisa berpikir aneh-aneh sedangkan revan masih sedikit polos walau sekarang dia sudah smp.


"van, van" panggil kiki kepada revan


"ngapa?" tanya stevan


"si revan ngapa deket banget ama si vani ya?" tanya kiki


"ya mana gua tau, tapi bagus donk" ucap stevan


"hah bagus, maksud lu apa?" tanya kiki


"bagus, rencana gw sama adel bakal berhasil" jawab stevan


"rencana apaan?" tanya kiki. stevan menarik tangan nya kiki untuk membisikkan rencana nya supaya tak di dengar oleh revan.


"rencana buat menjodohkan revan dengan vani, lagi-pula kalo misalnya kita jadi besan pasti gak bakal ada yang bisa menyingkirkan perusahaan kita" ucap stevan


"wah, licik amat nih bocah, tapi bener juga sih" ucap kiki


"iya donk" sahut stevan.


tanpa mereka sadari, ternyata revan mendengar semua ucapan mereka namun ia memilih diam karena tak mau mengambil pusing lagi-pula belum tentu si vani nya mau kan apalagi sama pria tua. setelah membicarakan itu, stevan dan kiki pun berjabat tangan kemudian mereka menghampiri yang lain untuk berfoto-foto.


mereka berfoto-foto bersama, hitung-hitung sebagai sebuah kenangan mereka nanti karena kiki dan keluarga nya akan tinggal di amerika serikat sedangkan stevan dan adel akan membesarkan anak mereka di indonesia. sesudah berfoto-foto bersama, kiki dan keluarga nya berpamitan untuk pergi.


"van, kita berangkat dulu ye, lu hati-hati di sini" ucap kiki


"iyaa, lu juga hati-hati ya" ucap stevan


"selamat tinggal om" pamit revan


"iya revan, kamu hati-hati ya disana. disana banyak orang jahat loh" ucap stevan sembari menatap ke arah kiki. kiki hanya tersenyum karena ia tau maksud nya stevan, maksud nya stevan adalah orang-orang jahat itu diri nya sendiri dan juga kiki.



"ayuk, kita berangkat" ucap kiki


"ayok om" sahut revan. keluarga kiki pun masuk ke dalam mobil mereka, kemudian kiki menjalankan mobil nya meninggalkan rumah keluarga fratama


"selamat tinggal keluarga fratama" teriak revan dari dalam mobil


"selamat tinggal, revan" balas teriak stevan.


revan tak membalas nya lagi karena mobil mereka sudah jauh dari kediaman keluarga fratama, namun di dalam mobil revan terus memikirkan ucapan nya stevan dan kiki tadi akan tetapi ia tetap bersikap tenang supaya kiki tidak curiga. "aku akan datang kembali" ucap revan, revan melihat ke arah kaca mobil nya dan tersenyum karena sebentar lagi ia akan meninggalkan indonesia untuk beberapa tahun.

__ADS_1


__ADS_2