![SUAMIKU BOS MAFIA [Revisi]](https://asset.asean.biz.id/suamiku-bos-mafia--revisi-.webp)
1 jam kemudian...
Mobil Dion sudah tiba di depan sekolah, Dion memarkirkan mobil nya di parkiran khusus untuk mobil.
"Silahkan turun, neng" suruh Dion
"Iya, om" sahut Vani. Vani dan Dion turun dari dalam mobil nya, kemudian berjalan masuk ke dalam sekolah mereka yang bersih dan wangi.
Saat mereka tengah asyik berjalan berduaan, secara tiba-tiba ada seorang wanita cantik menghampiri mereka dan wanita itu langsung menyingkirkan Vani begitu saja. Dion yang melihat nya menjadi begitu geram, karena dia menyingkirkan posisi adik nya begitu saja tanpa sebuah bbasa-basi sedikitpun.
"Hai Dion" sapa wanita itu kepada Dion.
"Mau apa lu? minggir! yang boleh di samping gw hanya adik gw aja" suruh kasar Dion.
"Kamu kenapa sih? masa iya gak mau di dekati sama wanita cantik seperti diriku ini" kata wanita itu.
"Gw kenapa? gw cuma jijik doank sama cewek kayak lu. Udah bermuka dua, cabe-cabean pula sering kepergok lagi jalan sama om-om berduit.
Cewek Murahan!" kata Dion kepada wanita itu
__ADS_1
Dion mendorong tubuh wanita tersebut, kemudian Dion menggandeng tangan Vani lalu mereka berdua pergi dari hadapan wanita itu.
Wanita itu terlihat begitu kesal dengan perlakuan yang dia terima, selama ini dia menyukai Dion namun Dion tidak pernah menyukai nya walau dia sudah berusaha untuk bersikap alim di depan Dion bahkan dia pernah memakai jilbab hanya untuk menarik perhatian dari Dion tapi sayang nya cara cerdik nya itu tidak mempan. "Dion, aku pasti akan mendapatkan dirimu" kata wanita itu, wanita itu bernama Citra. Citra menyukai Dion sejak awal masuk SMA tapi sayangnya Dion tidak pernah melirik nya walau hanya sekali saja.
"Kak, kakak gak boleh kasar sama wanita" kata Vani kepada Dion.
"Biarin, dia itu adalah wanita jadi-jadian dan dia gak pantas untuk di hargain. Dia sering membully wanita lain hanya gegara fisik nya berada di bawah dia" kata Dion.
"T-tapi kak, Citra itu di kenal cukup sadis loh dan semua keinginan nya pasti akan dia dapatkan dan tak jarang dia menggunakan cara licik untuk mendapatkan keinginannya" kata Vani. Vani khawatir jika nanti Citra akan mengganggu kehidupan Dion dan orang yang akan menjadi jodoh nya, Vani mengenal Citra dan Vani juga sering di hina oleh Citra karena dia merasa jauh lebih cantik dari Vani.
"Kamu tidak perlu takut, aku bisa mengurus semua nya sendiri walau sedikit susah" kata Dion.
"Gua gak bisa janji, udah mending sekarang kita masuk ke dalam kelas" ajak Dion.
"Iya kak" sahut Vani.
Vani dan Dion masuk ke dalam kelas mereka masing-masing, saat Dion masuk ke dalam kelas nya... Adit menghampiri Vani dan membawa Vani pergi dari sana, Vani berusaha untuk memberontak namun tenaga nya tidak sebanding dengan tenaga Adit.
"Lepasin gua!" teriak Vani
__ADS_1
"Shutt, jangan berisik" kata Adit.
"What? kenapa?" tanya Vani.
"Tadi gw denger, perkataan seseorang." kata Adit.
"Perkataan siapa?" tanya Vani.
"Gak tau, inti nya tadi dia bilang kalau dia akan mendapatkan orang yang bernama Dion dan setelah itu dia akan menyakiti kamu" balas Adit.
Adit mendengar perkataan dari Citra tadi, dan Adit tidak mau kalau Vani kenapa-kenapa hanya gegara permasalahan cinta buta. Adit ingin menjadi penyelamat Vani supaya Vani bisa menyukai diri nya dan mencintai diri nya.
"Lu masuk gih, nanti pas bel istirahat gw ke kelas lu" suruh Adit.
"Oke" sahut Vani. Vani tersenyum kepada Adit, kemudian Vani berjalan masuk ke dalam ruangan kelas nya yang berada tak jauh dari tempat itu. Sedangkan Adit masih menatapi Vani dari kejauhan, Adit merasa kalau Vani berbeda dari wanita-wanita pada umum nya.
"Sial! Awal nya gw pengen membuat si Vani jatuh cinta duluan sama gw tapi kenyataannya malah gw yang jatuh cinta duluan sama tuh bocah" gerutu Adit. Adit menyadari bahwa diri nya menyukai Vani namun dia masih takut untuk mengungkapkan perasaan nya kepada Vani, Adit tidak ingin menembak Vani kalau Vani belum jatuh cinta kepada dirinya karena Adit tidak mau memaksakan cinta nya. Namun di sisi lain, Adit takut jika Vani di embat oleh lelaki lain yang jauh lebih tampan dari diri nya.
Adit mengacak-ngacak rambut nya sebab dia merasa kalau diri nya sudah tak waras gegara bertemu dengan putri bungsu dari keluarga fratama itu.
__ADS_1