SUAMIKU BOS MAFIA [Revisi]

SUAMIKU BOS MAFIA [Revisi]
ini rumah apa istana?


__ADS_3

adel merasa kasihan dengan suami kesayangan nya itu apalagi mata stevan berubah menjadi seperti mata panda karena efek begadang semalaman.


"yank,kalo misalnya kamu ngantuk gantian saja dengan kiki"ucap adel


"ehmm ya sudah aku nurut sama kamu"ucap stevan


stevan memberhentikan mobilnya di pinggir jalan lalu stevan dan adel turun dari mobil untuk berpindah tempat sekarang giliran kiki dan dinda yang berada di depan. setelah melihat stevan dan adel sudah memakai sabuk pengaman kiki langsung menjalankan mobilnya supaya cepat ia males jika harus berlama-lama di jalanan.


"ki,jangan ngebut gua masih mau idup"ucap stevan


"yaelah biasanya juga kalo malam lu ngebut bawa mobil nya"sahut kiki


"itukan kita berduaan doank kalo ini kita berlima,lu mau membahayakan dinda?"tanya stevan


"ya enggak lah,ngaco aja lu kalo ngomong mana mungkin gua mau membahayakan orang terkasih gua"jawab kiki


"nah tuh tau,yaudah jangan ngebut"ucap stevan


"iye bawel,lu cowok tapi bawel banget istri lu aja gak begitu"sahut kiki


kiki fokus menyetir mobilnya walaupun sesekali ia menjahili stevan dengan cara menimpuk stevan menggunakan keripik kentang yang mereka beli semalam.

__ADS_1


"ini makanan woi,jangan di buang-buang ke muka gua nanti muka gua yang tamvan ini jadi bau keripik"gerutu stevan


"tamvan matamu muka lu kayak sendal jepit gitu di kata tamvan"ejek kiki


"masih mending gua kayak sendal jepit daripada lu muka kayak keset,body nya kayak gedebong pisang,kaki nya kayak talas bogor"ejek balik stevan


"astaghfirullah,kenapa temen gua rata-rata kekurangan akhlak semua"ucap kiki


kiki menimpuk stevan menggunakan bantal mobil stevan yang lagi minum itupun langsung menyemburkan air nya ke depan air itu mengenai rambut dinda namun dinda tidak marah karena itu adalah kesalahan kekasihnya siapa suruh kiki menimpuk stevan menggunakan bantal.


"maaf din gua gak sengaja ini semua gegara kekasih lu"ucap maaf stevan


"oke deh"ucap stevan dan kiki secara bersamaan


kiki kembali fokus menyetir supaya cepat sampai di rumah keluarga fratama namun mereka pulangnya bukan ke rumah keluarga papa dan mama nya stevan tapi ke rumah stevan dan adel yang baru.


tiga jam kemudian....


stevan dkk sudah hampir tiba di rumah nya tinggal sedikit lagi mereka sampai mereka sudah memasuki perumahan kiki membelokkan mobil nya ke arah kanan setelah melewati jalan lurus akhirnya mereka sampai di depan rumah keluarga fratama. para anak buahnya stevan langsung membukakan gerbang rumah itu setelah melihat gerbang nya terbuka kiki menjalankan mobilnya lagi menuju pekarangan rumah keluarga fratama.


"yuk kita turun"ajak kiki

__ADS_1


"yuk"sahut yang lain


adel dan stevan turun secara bersamaan begitu juga dengan kiki kemudian disusul oleh revan. stevan membuka pintunya dengan cara menepuk tangan karena pintu rumahnya stevan adalah pintu otomatis.


"wihhh,om stevan keren membuka pintu rumahnya dengan cara menepuk tangan"ucap kagum revan


stevan hanya tersenyum kemudian masuk ke dalam rumah bersama dengan adel,kiki dan dinda ketika memasuki rumah keluarga fratama mata mereka langsung terbuka lebar karena takjub dengan kemegahan dan kemewahan rumah keluarga fratama.


"wow,ini rumah apa istana yak?mewah sekali"ucap kagum adel


"ini rumah kita yank, tempat ini akan menjadi tempat kenangan kita nanti bersama dengan anak-anak kita tentunya"ucap stevan


"makasih ya karena kamu sekarang hidup aku lebih berwarna"ucap adel


"iya, kan dulu aku sudah janji jika kamu menerima aku sebagai kekasih mu aku akan membahagiakan kamu seumur hidupku"sahut stevan


stevan menggenggam tangannya adel menuju lantai atas rumahnya sedangkan kiki,dinda dan revan pergi ke halaman belakang rumah stevan untuk melihat-lihat dalamnya sesampainya di halaman belakang mereka di buat takjub karena halaman belakang rumahnya stevan terdapat dua kolam renang yang satu seperti nya agak cetek dan yang satu lagi cukup dalam.


"gila si stevan rumahnya mewah banget"kata dinda


dinda begitu takjub dengan kemegahan dan kemewahan rumah keluarga fratama apalagi dengan bentuk bangunannya membuat rumah itu terlihat seperti sebuah istana.

__ADS_1


__ADS_2