![SUAMIKU BOS MAFIA [Revisi]](https://asset.asean.biz.id/suamiku-bos-mafia--revisi-.webp)
Ketika gw tengah berbicara dengan gilang,,
mobil rombongan keluarga ghifari datang dengan membawa beberapa mobil mewah yang di dalam nya terdapat anak-anak buah pribadi revan. gw yang melihat kedatangan rombongan dari keluarga ghifari dan subroto hanya bisa menganga lebar karena kagum melihat mobil-mobil mewah yang mereka gunakan, mobil gw aja gak semewah itu.
"gilee, anak buah nya si revan banyak bener dah ya ampe 4 mobil" ucap gw
"iyalah, si revan itu tajir melintir jadi lu bilangin ke si vani" ucap gilang
"bilangin opo sih?" tanya gw
"bilangin jangan sia-siakan cinta nya si revan karena selama ini banyak banget yang suka sama si revan tapi die tolak" ucap gilang
"gegara?" tanya gw lagi
"si vani" jawab gilang. gilang mengetahui semua nya tentang revan termaksud cerita reinkarnasi nya revan dan gilang mempercayai akan hal tersebut, menurut gilang itu mungkin saja karena jika tuhan sudah berkehendak, kamu bisa apa?.
Saat gw dan gilang tengah berbicara mengenai vani dan revan,,
om kiki menghampiri kita berdua dan duduk di tengah-tengah kita berdua, pada awal nya sih kita cukup risih karena di tengah-tengah kita ada bapak-bapak kepo, btw itu yang bilang anak nya sendiri loh alias si gilang.
"papahhh, ngapain di tengah-tengah kita berdua?" tanya gilang kepada papa nya
__ADS_1
"papa mau ikut gabung sama kalian berdua" jawab kiki
"pah, papah itu harus inget umur pah. papah itu udah tuaaaa mending papa ngobrol sama om stevan aja sana" ucap gilang
"kamu ngusir papa ya? owhh yaudah,
kamu gak akan papa kasih uang jajan
selama 10 tahun." ucap kiki, kiki langsung pergi meninggalkan kita berdua dan berjalan seperti orang yang sedang marah supaya gilang mengejar diri nya.
"ehh bukan gitu pah, papahhh. jangan potonggg uang jajaannnn akuuu, plisss" mohon gilang kepada kiki sembari berlari
untuk menyusul kiki, gilang benar-benar menyesal dengan ucapan nya tadi karena gegara ucapan ceroboh nya itu, dia terancam tidak memiliki uang jajan.
jika sifat papa stevan sama seperti om kiki yaitu humoris tingkat tinggi tetapi sayang nya sifat papa stevan berbanding terbalik dari sifat nya om kiki alias jarang sekali berbicara.
"seandainya saja, sifat papa stevan seperti om kiki pasti keluarga kami bakal jauh lebih harmonis" gumam gw, gw menundukkan kepala ke bawah sembari membayangkan betapa menyenangkan-nya jika mempunyai seorang ayah yang humoris atau setidaknya
tidak begitu pendiam seperti papa stevan.
ketika gw sedang menundukkan kepala gw ke bawah, tiba-tiba terlihat sebuah bayangan seorang lelaki yang bertubuh besar dan memakai sepatu keren yang berwarna hitam.
__ADS_1
gw mendongakkan kepala gw ke atas dan nampak lah seorang lelaki yang selama ini melindungi gw dari bahaya-bahaya yang berada di luar dan menjaga gw dari kecil hingga tumbuh dewasa dan orang tersebut adalah papa.
"papa" ucap gw
"kamu kenapa?" tanya papa stevan kepada gw
"aku gak papa" jawab bohong gw
"jangan bohong, papa tau kamu sedang bersedih" ucap papa stevan. papa stevan duduk di samping gw dan mulai bertanya-tanya kepada gw, pada awal nya sih gw ragu-ragu menceritakan nya namun pada akhirnya gw terpaksa menceritakan itu dan berharap setelah papa stevan mengetahui hal itu, sifat dingin nya bisa berubah menjadi sifat netral.
"apa ada, yon?" tanya papa stevan
"pah, sebenarnya selama ini dion mau mengasih tau hal ini kepada papa tapi dion takut untuk berbicara nya" ucap gw.
"emang nya kamu mau berbicara apa?" tanya papa stevan
"pah, papa bisa tidak merubah sifat dingin papa menjadi netral selain ke mama" ucap gw
"hmm, bisa saja asal kamu mau menerima syarat dari papa" ucap papa stevan
"apa pah? dion pasti akan memenuhi syarat tersebut" tanya gw
__ADS_1
"papa ngasih waktu kamu dua bulan dari sekarang untuk mencari seorang wanita yang tepat untuk dirimu kalau kamu tidak berhasil, kamu harus mau menikah dengan cewek pilihan papa dan mama" ucap papa stevan, gw yang mendengar persyaratan dari papa itu langsung ternganga dan terdiam karena waktu yang di kasih oleh papa hanya 2 bulan dan menurut gw, 2 bulan itu cukup singkat untuk mencari seorang jodoh yang pas.