![SUAMIKU BOS MAFIA [Revisi]](https://asset.asean.biz.id/suamiku-bos-mafia--revisi-.webp)
Gw masih bercerita kepada revan mengenai kehidupan gw beberapa tahun yang lalu, akan tetapi saat gw dan revan tengah asyik mengobrol,, secara tiba-tiba gilang datang dan langsung mengagetkan kami.
"yuuhuuuuu, apa kabar, broo?" tanya gilang kepada revan
"kabar buruk" jawab revan
"lah, emang nya lu kenapa?" tanya gilang
"gak papa cuma gegara ngeliat muka lu jadi kabar buruk" jawab revan
"yeuhh, dasar somplak" ucap gilang.
gilang duduk di samping nya vani lalu menatap sinis vani namun gw menginjak pinggang gilang supaya dia tidak terus-menerus menatap vani seperti itu.
"vani, lu tau gak?" tanya gilang
"enggak kan lu belum ngomong" jawab vani
"hmm, lu tau gak soal restoran enak yang baru di buka itu? kesana nyok, nanti di traktir ama dion deh" ucap gilang.
__ADS_1
"enak ae loh, kalian yang mau makan-makan gw yang traktir. bayar pake duit masing-masing lah" ucap gw
"pelit banget sihhh, yaudah nanti gua bayar sendiri" ucap gilang.
gw hanya tersenyum gurih kepada gilang dan setelah itu kami memulai meeting penting kami karena gilang dan revan juga sudah datang. perusahaan fratama, perusahaan ghifari dan perusahaan subroto memutuskan untuk bekerjasama dalam bidang bisnis agar kondisi keuangan mereka naik. mereka berniat ingin mendirikan sebuah perumahan baru yang harga nya terjangkau bagi masyarakat menengah maupun bawah.
*******
Beberapa jam kemudian..
kami sudah selesai meeting dan sekarang sudah hampir menjelang petang, awal nya kami berniat ingin pulang ke rumah masing-masing namun tiba-tiba gilang mengajak makan ke restoran yang kata nya lagi booming tersebut dan karena penasaran akhirnya kita berempat pergi ke restoran tersebut.
suasana nya begitu berisik karena kita saling bercanda-canda satu sama lain dan berkat kehadiran gilang, suasana di mobil ini begitu rame bahkan berisik sekali sampai membuat pengendara lain menoleh ke arah kami.
"van, lu gak pergi ke tempat ibu lu?" tanya gilang pada revan
"mau sih tapi ibu gw nyuruh nya kalo ke sana, gw harus bawa calon mantu buat dia dan kalo gw gak bawa, gw bakal di jodohin sama si vava" jawab revan.
"emangnya lu masih jones juga?" tanya gilang
__ADS_1
"iya, gw masih nunggu putri dari keluarga fratama untuk gw nikahi" jawab revan
gw dan vani pun menoleh ke arah revan dan gilang, karena ternyata revan benar-benar menginginkan perjodohan nya dengan vani berjalan dengan lancar dan bisa bahagia seperti stevan dan adel namun kenyataan nya vani sudah mempunyai kekasih dan tak mungkin ia memutuskan hubungan nya dengan adit tanpa alasan yang jelas.
"kenapa lu bawa-bawa gw?" tanya vani
"gak papa, aku cuma berbicara jujur kepada kamu" jawab revan
"terus?" tanya vani
"jadi maukah kau menikah dengan ku?" tanya revan
"gak" jawab vani.
vani langsung memakai headset supaya tidak mendengar ucapan revan lagi, gw dan gilang yang melihat nya pun hanya bisa terdiam dan memikirkan cara agar vani dan adit putus!.
30 menit kemudian..
mobil kami sudah tiba di depan restoran tersebut kemudian sesudah memarkirkan mobil, aku dan ketiga orang somplak itu pun turun dari dalam mobil lalu masuk ke dalam restoran. kami menjadi bahan perhatian orang-orang di sana sebab gaya penampilan kami yang begitu keren dan gaul serta terlihat seperti kalangan orang-orang berada walau sebenarnya orang tua kami lah yang kaya raya.
__ADS_1