![SUAMIKU BOS MAFIA [Revisi]](https://asset.asean.biz.id/suamiku-bos-mafia--revisi-.webp)
vani masih terus menatapi wajah revan sampai membuat revan sedikit tidak nyaman dengan tatapan vani tersebut.
"kamu kenapa menatap saya seperti itu?" tanya revan
"tidak papa, makasih ya pak" ucap terima kasih vani
"terimakasih untuk apa?" tanya revan
"terimakasih karena bapak sudah membuat saya bahagia tadi, saya begitu bahagia karena bisa berduet dengan bapak" ucap vani
"hmmm, iya" sahut datar revan
revan terlalu fokus dalam menyetir bahkan sangking fokus nya, dia sampai-sampai tak mendengar telponan dari salah satu penggemar cewek nya.
drttt, drtttttt, drtttttt,,(suara panggilan telepon).
"pak, ada telepon itu" ucap vani kepada revan
"tidak usah di angkat, tidak penting" sahut revan.
"bener pak? takut nya orang kantor" tanya vani
"dia hanya penggemar wanita saya, jadi gausah di angkat" jawab revan
"owhhh, oke" ucap vani.
vani kembali asyik menatap keindahan dunia ini namun suara telpon itu masih saja berdering dan membuat vani jengkel, pada akhirnya vani lah yang mengangkat panggilan telepon tersebut dan mulai berbicara kepada si penggemar wanita nya revan.
"halo revan, gimana kabar kamu? akhir-nya telepon aku di angkat juga dengan-mu" kata wanita itu
__ADS_1
"maaf ya, mas revan nya lagi meeting dan handphone nya di titipkan ke saya" kata vani kepada wanita tersebut
"kamu siapa nya revan?" tanya wanita tersebut
"saya calon istri nya, jadi saya mohon jangan ganggu mas revan lagi ya" jawab bohong vani.
belum sempat wanita tersebut berbicara lagi, vani langsung memutuskan panggilan telepon nya lalu memblokir nomor wanita tersebut dan mengembalikan ponsel nya kepada tempat semula, revan yang melihat kelakuan asisten pribadi nya itu hanya bisa tersenyum karena akhir nya ada orang yang bisa melawan penggemar wanita nya itu.
******
Setengah jam kemudian...
mereka telah tiba di perusahaan milik group fratama, kedatangan mereka di sambut hangat oleh para penjaga di kantor tersebut karena mereka sudah di kasih tau oleh stevan kalau revan adalah calon menantu nya.
stevan dan adel sudah menyiapkan rencana perjodohan anak bungsu nya dengan pemimpin group ghifari tersebut namun vani tidak di kasih tau jika vani tau pasti dia sudah kabur dari rumah.
"kantor papa besar sekali ya" ucap keceplosan vani, vani tak pernah datang ke kantor papa nya karena papa nya tak pernah mengizinkan vani untuk ke perusahaan keluarga mereka dan vani juga tidak terlalu di kenal oleh publik, tidak seperti dion yang sering masuk dunia publik.
"maksud-ku pak stevan" jawab elak vani
"hmm, tidak usah bohong. kamu anak nya om stevan?" tanya revan lagi
"iya pak" jawab jujur vani
"sudah ku duga, kenapa kamu malah bekerja di kantor saya?" tanya revan
"papa menghukum ku karena aku melakukan kesalahan yang cukup besar, hukuman nya adalah aku tidak boleh bekerja di perusahaan milik nya" jawab vani.
vani menundukkan kepala nya ke bawah karena dia takut revan memecat diri nya akan tetapi bukan nya kesal, revan justru malah tersenyum dan langsung keluar dari dalam mobil. "ayok cepat turun" panggil revan, vani turun dan berjalan mengikuti revan namun revan malah berbalik dan menggenggam tangan nya sontak vani langsung melepaskan genggaman tersebut karena dia tak mau papa nya adit melihat mereka, papa nya adit bekerja di perusahaan keluarga fratama sebagai ob.
__ADS_1
"pak, disini tuh ada calon mertua saya jadi jangan pegangan ya" ucap vani
"loh, papa saya sudah meninggal dunia sejak 24 tahun yang lalu" ucap ngeselin revan
"apaan si lu, lu pikir gw nanya lu apa" ucap vani
"loh kamu kan calon istri saya" ucap revan
"amit-amit gw jadi isteri lu walaupun lu jauh lebih kaya dari papa gw" ucap vani.
vani langsung pergi meninggalkan revan sendiri akan tetapi tiba-tiba revan teriak begitu kencang membuat seluruh pegawai menoleh "JANGAN BILANG AMIT-AMIT NANTI LU SUKA LOH SAMA GUA" teriak revan. vani menoleh ke arah revan kemudian berbalik kemudian menarik tangan revan dan membawa nya pergi dari sana agar papa nya tak mengetahui soal ini. vani membawa revan ke tempat yang sepi dan mulai memarahi revan namun bukan nya takut, revan justru malah tersenyum kepada vani.
"Lo tau gak sih, ucapan lo yang tadi itu membuat gw malu. kalo misalnya papa dan kakak gw dengar gimana? bisa-bisa gw di coret dari kk" ucap vani
"iya-kah? bukan nya papa dan mama lu mau jodohin kita?" tanya revan
"hah? mana mungkin orangtua gw mau ngejodohin gw sama cowok jutek kek lu" jawab vani
"serah lu deh" ucap revan.
"yodah" sahut vani.
vani pergi meninggalkan revan sendiri akan tetapi revan mengejar nya dan ketika mereka berada di jarak yang cukup dekat,, revan langsung menarik tangan vani dan membuat vani memeluk nya namun tidak lama kemudian,, vani langsung mendorong tubuh revan dan membuat revan jatuh ke tanah setelah mendorong revan, vani langsung berlari meninggalkan revan sendiri supaya revan tidak mengejar nya lagi.
**hallo, aku usahakan up nya 3 kali sehari ya dan ini juga udah gak on going (udah tamat di cacatan ku) tapi aku gak mungkin kan up sekali tamat, gak seruuuu jadi aku lama-lamain walau udah tamat di catatan aku nya, khehehe**.
__ADS_1
**Nih aku bocorin, ini ada season dua nya tapi season dua nya lebih ke horror, misteri, action, dan petualangan bukan ke bucin tapi ada kok bucin nya adi terserah kalian mau ngikutin season dua atau gak**.