![SUAMIKU BOS MAFIA [Revisi]](https://asset.asean.biz.id/suamiku-bos-mafia--revisi-.webp)
Di dalam mobil..
wajah gilang terlihat begitu jutek kepada adira, karena awal nya gilang berniat ingin membalas membalaskan perbuatan adira tadi dengan hal yang jauh lebih menyakitkan namun sayang nya itu semua tidak jadi, sebab vani membantu adira.
"ra, kamu rumah nya di mana?" tanya vani
"di perkampungan orang-orang miskin" jawab adira
"owhhhh" ucap vani.
vani kembali berfoto-foto riang bersama dengan revan sebab akhir nya ia bertemu dengan orang yang dia anggap kakak lagi walau sebenarnya revan menyukai dia tapi itu bukan masalah untuk vani. gw dan gilang hanya bisa saling menatap satu sama lain karena kita berpikir jika revan dan vani sama-sama saling suka padahal kenyataan nya vani hanya menganggap revan sebagai kakak nya saja.
20 menit kemudian...
Kami sudah tiba di depan perkampungan kumuh tersebut namun karena gang nya adalah gang sempit jadi kami memutuskan untuk berjalan kaki.
"aelah, pake harus jalan kaki segala pula" ucap gerutu gilang
__ADS_1
"lu gak boleh kayak gitu, masih mending kita bisa berjalan. di luar sana masih banyak orang-orang yang tidak bisa berjalan karena mereka mengalami kelumpuhan" ucap gw.
"iyee, pak ustadz" sahut gilang
gw hanya tersenyum sebab ini bukan yang pertama kali nya gilang memanggil gw dengan sebutan pak ustadz tapi gw sih malah seneng karena itu arti nya gw berguna bagi agama.
****
Kita terus berjalan menyusuri jalan-jalanan yang di samping nya terdapat sampah-sampah yang sudah lama dan bau busuk yang menyengat di hidung kita.
"aduhhh, pake segala bau sampah pula" ucap gerutu gilang lagi
gw cuma bisa menatapi mereka sambil menutup hidung agar bau menyengat itu tidak membuat gw jatuh pingsan, gak mungkin kan seorang cogan pingsan di tengah-tengah tumpukkan sampah. beberapa menit berlalu..
akhir-nya kita sudah sampai di depan rumah nya dira tetapi yang membuat gw kaget adalah rumah nya adira bukan lah sebuah rumah melainkan seperti sebuah gubuk tua.
"Dira, ini rumah lu?" tanya gw
__ADS_1
"Iya, kumuh banget ya" jawab dira
"owhh, gak kok. dulu waktu mama gw belum nikah sama papa gw, dia juga kayak lu" ucap gw
"iya-kah? tapi mama kamu kan cantik kalo aku jelek" ucap dira
"lu juga cantik" ucap gw. gw tersenyum kepada dira dan setelah itu gw masuk ke dalam rumah nya dira yang seperti sebuah gubuk dan lantai nya cuma dari semen saja.
gw merasa kasihan ketika melihat rumah nya adira sebab di dalam rumah itu tidak ada sama sekali barang-barang mahal bahkan kipas angin saja tidak ada.
**Halo, halo, aku mau kasih tau nih kalau mau adain perbaikan dulu di beberapa bab tapi gak banyak kok cuma bab-bab yang like nya di bawah lima aja. kenapa? karena aku mau mengajukan kontrak tapi sebelum itu aku mau memperbaiki dan menyelesaikan novel-novel ku yang belum selesai•́ ‿ ,•̀**
yuk mampir juga di karya-karya ku yang lain ya tapi...otak ku lagi gak konek di novel-novel ku yang lain gegara terlalu fokus sama ini (っ˘̩╭╮˘̩)っ
__ADS_1
karya ku yang ini saya spesial kan karena nama-nama tokoh nya adalah nama-nama temen asli saya jadi kalo ada kesamaan dalam nama tokoh itu sebuah ketidaksengajaan karena nama-nama mereka itu real alias orang nya ada di dunia nyata.