![SUAMIKU BOS MAFIA [Revisi]](https://asset.asean.biz.id/suamiku-bos-mafia--revisi-.webp)
Vani menggandeng tangan Revan dan mengajak Revan untuk pergi dari rumah tersebut karena dia sudah tidak sanggup berada di rumah angker seperti itu.
"Kira-kira, kak Dion sudah bangun atau belum ya?" tanya Vani.
"Tidak tahu" balas Revan.
"Biasanya sih kalau jam segini, dia lagi potong rumput" kata Vani.
"Rumput apa?" tanya Revan.
"Rumput di halaman rumahku, kak Dion itu bisa di jadikan sebagai seorang tukang potong rumput di rumah jadi dia ada gunanya juga jadi jomblo ngenes" balas Vani.
Vani membayangkan jika kakaknya sedang menguras air di danau tersebut pastilah akan sangat seru dan ketika Dion sedang menguras air di danau itu secara tiba-tiba ada seorang gadis cantik yang tinggal di dalam air seperti di sebuah cerita dongeng yang dia baca sewaktu kecil.
"Apa hubungannya jomblo sama jadi tukang potong rumput di rumah?" tanya Revan.
"Kalau dia punya pacar pasti dia bakal jarang di rumah karena dia main sama pacarnya dan itu artinya di rumah aku sudah tidak ada tukang potong rumput lagi" balas Vani.
"Wow, aku tidak pernah kepikiran" kata Revan.
Revan menepuk-nepuk tangan sedangkan Vani malah tertawa terbahak-bahak gegara melihat ekspresi wajah Revan yang begitu lucu seperti seorang anak bayi. Sesudah tertawa terbahak-bahak, Vani langsung menatap wajah Revan dengan begitu dalam dan Vani merasa gemas ketika melihat wajah unyu Revan.
"Kamu lucu dan pipi kamu juga lumayan tembam" kata Vani kepada Revan.
"Iyakah? jangan buat aku baper loh!" kata Revan.
"Kenapa?" tanya Vani.
__ADS_1
"Karena nanti kamu bisa di kenakan pasal!" kata Revan.
"Pasal berapa? aku kok tidak pernah mendengar ada pasal yang seperti itu ya.." tanya Vani.
"Pasal budak cinta, nanti kalau kamu buat aku baper.. kamu harus mau bertanggungjawab" balas Revan.
Revan mengedipkan mata genitnya di hadapan Vani namun Vani hanya terdiam mematung sambil menatap wajah Revan. Wajah Revan memang sedikit menyeramkan tapi Revan tetap tampan kok seperti oppa-oppa korea, jika Vani dan Revan menikah pasti anak-anak mereka akan sangat cantik dan tampan.
"Kamu kenapa kedip?" tanya Vani.
"Tidak apa-apa, kita lanjutin perjalanan kita lagi yuk" ajak Revan.
"Yuk.." sahut Vani.
Revan dan Vani kembali melanjutkan perjalanan mereka menuju Dion dan Gilang, Dion dan Gilang pasti sudah terbangun dari tidurnya karena matahari sudah terbit dan Dion pasti sudah bangun karena dirinya harus shalat subuh.
Revan dan Vani melihat Dion dan Gilang tengah asyik berduaan sambil memainkan gitar mereka, Dion dan Gilang memang suka sekali dengan musik bahkan mereka pernah bermimpi menjadi seorang gitaris dan basis terkenal seperti idola mereka.
"Halo kak.." sapa Vani.
"Halo juga Munaroh.." sapa balik Dion.
"Nama gw adalah Stevania naura fratama bukan Munaroh.." kata Vani.
"Gak cocok, mending lu ganti nama lu jadi Munaroh" kata Dion.
"Enak aja, nama lu aja yang ganti jadi Munaroh" kata Vani.
__ADS_1
"Kan gua laki, masa iya nama gw diganti jadi Munaroh" kata Dion.
"Kalau lu laki, seharusnya lu udah punya calon istri sekarang" kata Vani.
"Iyakan jodoh gak ada yang tau.. siapa tau saja sehabis pernikahan lu sama Revan, gw menemukan jodoh gw" kata Dion.
Dion menjelaskan kepada Vani mengenai jodoh dan Dion juga menjelaskan kepada Vani kalau tuhan sudah menentukan jodohnya namun tuhan masih merahasiakannya dan suatu saat nanti juga pasti akan bertemu, percuma saja jika kita mencari jodoh sampai ke ujung dunia tapi ternyata jodoh kita malah tetangga kita sendiri.
****
Beberapa menit kemudian..
Dion sudah selesai menjelaskan Vani tentang jodoh, Dion tidak pernah berharap lebih dari jodohnya yang Dion harapkan cuma satu yakni kesetiaannya.
"Sekarang lu pahamkan alasan gw masih belum mencari jodoh gw" kata Dion.
"Iya aku paham, maaf ya kak.." kata Vani.
"Iya enggak papa, Munaroh" balas Dion.
"Mulai lagi, lu pengen gw pukul ya?" tanya Vani.
"Takut.. tapi bohong.." kata Dion.
"Kakak brengsek!" teriak Vani.
Vani langsung mengejar-ngejar Dion, Vani terlihat begitu murka dengan Dion namun Dion malah terlihat biasa saja sebab dirinya memang sengaja ingin membuat Vani kesal kepada dirinya karena dia memang di kenal jahil dan orang yang sering dijadikan sebagai korban kejahilan nya adalah Stevan, Vani dan Gilang. Selama ini, Dion selalu berhasil mengerjai Stevan namun Stevan tidak pernah memarahi Dion karena Dion mempunyai seorang pelindung yang sangat kuat bagi Stevan dan orang tersebut adalah Adel. Jika Stevan berani menghukum Dion atau memarahinya, Adel pasti akan langsung marah besar dan dia akan mengeluarkan jurus andalannya yakni menyuruh Stevan untuk tidur di luar rumah.
__ADS_1
Vani mengejar-ngejar Dion sambil membawa sebuah sapu lidi untuk memukul Dion, Vani memang di kenal galak dan bar-bar bagi lelaki lain. Tapi bagi Dion dan Gilang, Vani adalah seorang wanita gila yang sukanya marah-marah sambil membawa sapu.