![SUAMIKU BOS MAFIA [Revisi]](https://asset.asean.biz.id/suamiku-bos-mafia--revisi-.webp)
*dua puluh menit kemudian.
mereka berhasil menemukan sebuah resto yang cukup ramai karena kata-nya sih makanan di resto itu begitu enak maka-nya ramai di kunjungi oleh para pencinta makanan.
"yuk kita turun"ajak adel
"yuk,,"sahut revan
mereka berempat turun dari mobil nya kemudian masuk ke dalam resto tersebut sesampainya di dalam revan dan faris memilih bangku di paling belakang sedang-kan adel dan stevan memiliki bangku yang paling cocok untuk berfoto-foto berdua.
"van, om sama tante mau jalan-jalan mengelilingi restoran ini sebentar ya nanti jika kamu sudah selesai makan telpon om saja"ucap stevan
"baik om"sahut revan
stevan dan adel pergi meninggalkan revan dan faris di dalam restoran itu,stevan mengajak adel untuk mengelilingi restoran itu karena kata-nya restoran itu cukup terkenal maklum-lah restoran itu masih ada sangkut pautnya dengan usaha keluarga ganendra yakni sebuah perusahaan yang paling stevan benci itu.
"yank,kita mau kemana?"tanya adel
"jalan-jalan mengelilingi restoran ini"jawab stevan
"hmm,oke"ucap adel
__ADS_1
adel terus mengikuti langkah stevan hingga akhir nya mereka tiba di depan sebuah pohon rindang yang di bawah nya terdapat kursi panjang berwarna putih dan di sekeliling nya di penuhi oleh bunga-bunga yang cantik dan berwarna-warni pasti nya.
"kita mau ngapain kesini?"tanya adel
"ada deh, sekarang kamu tutup mata kamu terlebih dahulu yak"jawab stevan
stevan menutup mata adel dengan sebuah kain berwarna hitam sesudah menutup mata adel dengan kain stevan langsung mengeluarkan hadiah-nya yakni sebuah cincin berlian yang harga-nya ratusan juta dan juga sebuah coklat jumbo karena adel sangat menyukai coklat.
"sekarang kamu buka mata kamu-!"stevan
adel membuka ikatan kain hitam itu secara perlahan-lahan setelah kain hitam itu terlepas adel langsung membuka mata nya nampak sebuah kotak berwarna merah yang di dalam nya berisi sebuah cincin berlian yang harga-nya begitu mahal.
"ini untuk siapa?"tanya adel
adel hanya tersenyum walaupun candaan stevan garing tapi tetap saja diri-nya selalu di buat meleleh,jarang sekali adel bertemu dengan seorang lelaki yang sebenarnya memiliki sifat dingin namun saat berada di dekat orang tersayang nya ia seperti orang yang tidak waras. stevan mengajak duduk adel di kursi tersebut mereka membayang-kan betapa indah-nya memiliki seorang anak lelaki dan perempuan yang sifat nya seperti mereka berdua.
"kapan kita jadi orang tua ya?"tanya stevan
"entah-lah mungkin nanti"jawab adel
"kalo nanti kita punya anak kamu mau namain siapa?"tanya stevan lagi
__ADS_1
"belum tau,sudah tidak baik membicarakan hal yang belum pasti"jawab adel
adel menatap wajah stevan sambil tersenyum entah apa yang ada di dalam pikiran adel mengenai stevan yang jelas adel memikirkan tentang ketulusan hati nya stevan.
"aku lapar,kita ke dalam yuk"ajak adel
"sebentar aku masih mau mengasih sebuah kejutan untuk kamu"ucap stevan
"kejutan apa lagi?"tanya adel
"ada deh,kamu tutup mata kamu lagi"jawab stevan
adel pun menuruti perkataan stevan supaya diri-nya cepat-cepat makan sebab cacing di perut nya sudah pada mendemo untuk di berikan makanan oleh adel setelah melihat adel menutup mata-nya stevan langsung mengambil hadiah yang akan di berikan nya kepada adel.
"sudah belum?"tanya adel
"sudah"sahut stevan
adel membuka mata nya secara perlahan ketika ia membuka mata nya nampak sebuah kotak kayu berukuran sedang setelah melihat adel membuka mata nya stevan langsung membuka kotak tersebut terlihat sebuah mahkota bunga yang stevan buat khusus untuk adel.
"bagus kan?"tanya stevan
__ADS_1
"iya,makasih ya kamu selalu membuat aku bahagia"jawab adel
adel memeluk erat tubuh stevan sambil meneteskan air mata bahagia nya karena ia baru pertama kali di perlakukan seperti seorang ratu oleh seorang lelaki,betapa beruntung-nya ia di miliki oleh stevan karena stevan selalu menyayangi nya walau terkadang stevan sedikit nakal*.