SUAMIKU BOS MAFIA [Revisi]

SUAMIKU BOS MAFIA [Revisi]
Keluarga fratama Vs keluarga ganendra


__ADS_3

Di sisi lain...


Vani tengah asyik berkeliling taman, Vani terlihat begitu senang walau dia hanya sendirian saja.


"Horeee, akhirnya gw terbebas dari kak Dion"


sorak Vani. Selama ini Vani selalu merasa terganggu dengan kelakuan Dion yang menurut nya terlalu gila dan tidak waras, jarang sekali seorang lelaki yang kelakuan nya seperti Dion.


Vani masih terus tersenyum-senyum sendiri dan sedikit berlari-lari sambil memakai headset dan mendengarkan lagu kesukaan nya. Vani berlari-larian kecil di taman tersebut, namun di tengah perjalanan nya.... secara tiba-tiba Adit muncul dari arah yang berlawanan.


"Hai" sapa Adit kepada Vani. Vani yang tengah memejamkan mata nya pun langsung membuka mata nya dan benar saja, dia melihat sosok alien yang sedang berdiri di hadapan nya. Vani menyebut Adit dengan sebutan alien karena menurut Vani wajah Adit hampir mirip dengan makhluk luar angkasa.


"Astaghfirullah, kenapa sih? giliran gua terbebas dari kak dion malah ketemu sama nih alien" ucap Vani


"Umm, kira-kira kenapa ya? apa jangan-jangan kita jodoh ya?" tanya Adit


"Amit-amit, musibah bagi gua kalau sampai berjodoh sama lu" ucap kasar Vani


Vani menatap tajam Adit lalu dia pergi meninggalkan Adit secara begitu saja, namun Adit malah mengejarnya karena Vani memang incaran nya untuk membalaskan dendam keluarga besar nya.


"Jangan kabur! nanti kamu jadi cinta loh sama aku" teriak Adit yang berada tepat di belakang nya Vani.


"Gak bakal, gw naksir sama cowok kayak lo" ucap kasar Vani.


Vani langsung berlalu begitu saja dari hadapan Adit namun Adit malah semakin mengejar nya dan membuat Vani ketakutan. Vani yang merasa takut pun, berusaha untuk mencari keberadaan keluarga nya.


"Papa sama mama kemana sih?" batin Vani.


Vani terus berlari dari Adit namun Adit malah semakin kencang berlari dan mengejar Vani, Vani semakin panik dan berusaha melarikan diri dari cowok aneh itu.


Beberapa menit kemudian...

__ADS_1


Vani masih terus mencari keberadaan papa dan mama nya, Vani mencari keberadaan papa dan mama nya karena dia takut dengan Adit.


Vani berlari ke bagian belakang dari taman tersebut dan akhir nya dia menemukan kedua orangtuanya yang sedang duduk berdua di bangku taman. Vani yang melihat kedua orangtuanya pun, langsung berlari menuju papa dan mama nya, sesampainya di hadapan Adel..


Vani langsung memeluk erat tubuh sang mama sambil menangis karena ketakutan.


"Kamu kenapa, nak?" tanya mama Adel


"Ma, aku takutttt" ucap Vani


"Takut kenapa?" tanya papa Stevan


"Ada orang aneh yang terus mengejarku dari belakang" jawab Vani.


Stevan yang mendengar perkataan dari anak bungsu nya itupun menjadi geram dengan orang yang berani membuat putri bungsu nya ketakutan.


"Berani sekali dia membuat anak bungsuku ketakutan!" ucap Stevan. Stevan merasa emosi dengan orang tersebut karena orang itu sudah berani membuat putri kesayangan nya merasa terancam, dia tidak tau siapa bapak nya.


"Siapa nama orang itu?" tanya Stevan kepada Vani


"Tunggu, siapa nama asli nya?" tanya Stevan.


"Raditya, selebihnya aku tidak tau" jawab Vani.


Stevan yang mendengar nya sedikit terkejut karena nama orang itu, sedikit mirip dengan nama dari cucu keturunan keluarga ganendra.


Selama ini keluarga yang selalu ingin melukai anak bungsu nya itu hanyalah keluarga ganendra, mereka berniat ingin membalaskan dendam keluarga mereka kepada keluarga fratama melalui Vani karena mereka tidak mampu melukai Dion. Kemampuan Dion dalam beladiri cukup kuat, dan waktu itu keluarga ganendra pernah merencanakan menculik Dion di sekolahan namun semua nya gagal karena Dion membuat anak-anak buah dari keluarga ganendra babak belur.


Stevan benar-benar sudah tidak bisa membiarkan Vani berjalan sendirian lagi, Stevan tidak mau jika anak-anak nya terutama Vani di jadikan korban balas dendam keluarga ganendra kepada diri nya.


"Jika aku ingin mengetahui orang yang membuat putriku takut, aku harus menyelidiki nya sendiri" ucap batin Stevan. Stevan langsung pergi dari tempat tersebut, Stevan berjalan seperti orang pada umum nya supaya orang yang membuat Vani takut tidak curiga.

__ADS_1


Stevan masih mengelilingi taman itu namun diri nya tidak menemukan keberadaan orang yang bernama Adit itu, Stevan tidak mengetahui kalau Adit sedang membuat Adel dan Vani ketakutan di bagian belakang taman itu.


"Sebaiknya aku kembali ke tempat tadi" ucap Stevan. Stevan berlari menuju halaman belakang dari taman tersebut, sesampainya di sana... Stevan melihat sekumpulan orang tengah mengepung istri dan anak nya, seketika jiwa singa Stevan bangkit dan tanpa basa-basi, Stevan langsung menendang orang-orang yang mengepung anak dan istri nya.


"Berani sekali kalian, mengajak perang dengan diriku" ucap Stevan.


"Stevan putra fratama, pemimpin kedua dari keluarga fratama" ucap Adit.


"Kamu mengenal saya?" tanya Stevan.


"Iya, saya adalah cucu tunggal dari keluarga ganendra" jawab Adit secara terang-terangan


Adit sudah tidak mau bersandiwara lagi, karena diri nya sudah capek dengan sandiwara yang dia lakukan selama bertahun-tahun bersama dengan keluarga nya.


"Sudah gua duga, memang ya. Keluarga ganendra tuh gak pernah ada baik nya walau sudah miskin" ucap Stevan.


Stevan begitu kesal dengan Adit, Stevan menyerang Adit dengan kemampuan beladiri nya namun Stevan di keroyok oleh anak-anak buah nya Adit. Saat melihat Stevan di keroyok, Adit berusaha untuk menghampiri Vani yang tengah di peluk oleh Adel. Adit berniat ingin melukai kedua nya namun sayang secara tiba-tiba, Dion serta Gilang datang.


"Mau apa lu?" Tanya Gilang


"Mau melukai mereka berdua, minggir kalian!"


Perintah Adit


"Berani sekali lu, mau melukai emak sama adik kesayangan gw" Ucap Dion


"Oh, ini yang nama nya Dion. Yang kata nya jago dalam beladiri" Ucap Adit.


Adit langsung menonjok Dion, dan Dion membalas tonjokkan dari Adit. Adit dan Dion terlibat pertarungan yang hebat sedangkan Gilang membantu Stevan dalam melawan anak-anak buah dari keluarga ganendra. Adel dan Vani yang melihat nya hanya bisa berdoa untuk keselamatan Stevan, Dion dan Gilang.


"Mah, kita harus berbuat apa?" tanya Vani

__ADS_1


"Mama enggak tau, kita berdoa saja" jawab Adel


Adel masih terus memeluk anak bungsu nya, Adel benar-benar merasa takut apalagi dengan yang nama nya orang jahat. Adel takut kalau keluarga nya terluka, Adel sudah tidak mau kehilangan salah satu orang yang dia sayangi lagi.


__ADS_2