![SUAMIKU BOS MAFIA [Revisi]](https://asset.asean.biz.id/suamiku-bos-mafia--revisi-.webp)
Sesudah menelpon dokter stevan langsung duduk di samping adel lalu mengusap-usap rambut nya yang harum. stevan berusaha untuk tenang walau sebenarnya ia takut adel kenapa-kenapa.
"lama banget sih datang-nya"ucap kesal stevan. stevan menggigit jari-jari tangan nya sambil memperlihatkan wajah takut nya karena baru pertama kali-nya ia bertemu dengan seorang gadis seperti adel itu sebab nya ia tidak akan pernah rela jika adel meninggalkan diri-nya atau di rebut oleh orang lain apalagi sampai di rebut oleh si pemimpin group ganendra itu.
satu jam kemudian...
dokter pribadi nya pun tiba di kediaman keluarga fratama, dokter tersebut langsung naik ke lantai dua rumah keluarga fratama sesampainya di lantai dua dokter itupun langsung masuk ke dalam kamar stevan dan adel.
"maaf pak tadi saya telat"ucap maaf dokter itu
"iya tidak papa, cepat periksa istri saya" suruh stevan
"baik pak"sahut dokter itu.
dokter tersebut langsung memeriksa adel yang tengah pingsan itu selama sekitar hampir sepuluh menit dokter tersebut memeriksa adel akhirnya ia mengetahui penyebab adel pingsan.
"gimana dok? apa yang membuat adel pingsan?"tanya stevan
__ADS_1
"seperti nya istri bapak sedang mengandung tapi saya tidak bisa memastikan yang lebih pasti jadi sebaiknya bapak cek ke dokter kandungan saja"jawab dokter itu
"hmm, baik lah besok saya akan periksa"ucap stevan
"baik, saya pamit dulu ya pak."pamit dokter itu
"iya"sahut datar stevan
dokter itu pun langsung pergi meninggalkan kediaman keluarga fratama sedangkan stevan langsung berbaring menemani adel ketika melihat stevan seperti itu revan mengerti jika stevan hanya ingin berdua saja jadi revan pergi dari kamar stevan dan adel.
********
"*faris, kamu dimana?"teriak revan. revan terus berjalan untuk mencari faris hingga akhir-nya revan berada di depan sebuah ruangan yang terkunci, revan berniat ingin masuk ke dalam ruangan tersebut namun tiba-tiba tangan nya di tarik menjauh dari ruangan tersebut.
"faris, kenapa aja kamu?"tanya revan
"aku tadi abis ke kamar mandi tapi ketika aku mau balik aku merasa ada seseorang yang melihati aku, van kamu harus hati-hati rumah ini seperti nya di huni oleh makhluk tak kasat mata"ucap faris
__ADS_1
"hah? mana ada makhluk tak kasat mata disini"ucap tidak percaya revan
"ya sudah jika kamu tidak percaya tapi aku inti-nya kamu harus berhati-hati"ucap faris
"iya-iya"sahut revan
revan dan faris pergi dari halaman belakang rumah keluarga fratama namun saat mereka pergi hordeng di ruangan tadi terbuka sendiri dan tidak beberapa lama pintu nya yang terbuka lebar padahal kunci ruangan tersebut berada di tangan stevan dan stevan menyimpan nya di laci yang berada di ruangan kerja nya. sesampainya di kamar faris dan revan langsung merebahkan tubuh mereka di atas kasur lalu memejamkan mata nya karena esok mereka harus bersekolah dan tentu nya mereka akan bertemu banyak tugas yang bikin mumet kepala. namun lima menit kemudian mata mereka kembali membuka lebar karena faris dan revan sama-sama memiliki hobby suka begadang.
"van, gw pengen cepet-cepet lulus sekolah aja. udah bosan sekolah terus pengen cepet-cepet kerja"ucap faris
"hmm, kita aja baru sd kelas 4 masa iya kamu udah mau cepat-cepat lulus"ucap revan
"abis nya gw mumet liat muka guru di kelas sok killer padahal muka nya kayak rengginang gosong"ucap keceplosan faris
"astaghfirullah, gak baik ngomong seperti itu"ucap revan
"iye-iye yaudah kita tidur nyok"ajak faris
__ADS_1
"yuk"sahut revan
revan dan faris pun kembali memejamkan mata nya dan pada akhirnya mereka berhasil tertidur nyenyak walaupun sebenarnya di dalam pikiran-nya faris ia masih merasa takut dengan halaman belakang kediaman keluarga fratama karena menurut nya di sana ada makhluk tak kasat mata*.