![SUAMIKU BOS MAFIA [Revisi]](https://asset.asean.biz.id/suamiku-bos-mafia--revisi-.webp)
keesokan hari nya..
di pagi hari yang cerah stevan dan kiki sedang bersiap-siap untuk keberangkatan nya ke luar negeri bukan hanya stevan dan kiki saja tapi adel dan dinda serta revan juga ikut membantu mengemas barang-barang yang akan mereka bawa ke sana sebab stevan dan kiki akan berada di luar negeri selama berbulan-bulan.
"om, kapan-kapan ajak revan donk, revan juga mau ke luar negeri,, ucap revan
"iya nanti om ajak ke sana,, sahut kiki
"bener tuh, lagi-pula kata nya nanti om kiki bakalan tinggal di luar negeri sehabis menikah dengan tante dinda,, ucap stevan
"horee, nanti revan ikut kesana,, sorak senang revan
stevan dan kiki saling menatap satu sama kalian karena banyak yang mengira jika stevan dan kiki sering ke luar negeri untuk bekerja sambil bersenang-senang namun kenyataan nya mereka ke sana bukan untuk bersenang-senang tetapi untuk memenuhi tanggung jawab mereka. beberapa menit kemudian, stevan dan kiki sudah siap untuk keberangkatan mereka ke luar negeri namun sebelum itu stevan harus berpamitan terlebih dahulu kepada adel.
"yank, aku pergi dulu ya,, pamit stevan
"iya, kamu hati-hati di sana ya,, ucap adel
"iya, kamu juga harus jaga diri ya jangan sampai telat makan!,, ucap stevan
"iya, aku janji bakal jaga diri,, sahut adel
"ya sudah, aku berangkat dulu ya,, ucap stevan
__ADS_1
"iya, sampai ketemu tiga bulan lagi,, ucap adel
stevan tersenyum kemudian mengecup kening adel setelah mengucapkan kata perpisahan pada adel baru-lah stevan masuk ke dalam mobil nya.
"udah siap semua, van?,, tanya kiki
"udah, yuk kita berangkat,, jawab stevan
"oke,, sahut kiki.
kiki menjalankan mobil nya menuju bandara, beberapa jam kemudian, mobil mereka sudah tiba di bandara setelah memarkirkan mobilnya stevan dan kiki langsung turun dari mobil akan tetapi mereka tiba bisa langsung berangkat sebab anak buah-nya stevan belum tiba di sana.
"ki, lama banget sih anak buah lu,, ucap stevan
stevan melihat jam tangan yang berada di pergelangan tangan nya, waktu sudah menunjukkan pukul sembilan pagi tapi mereka belum juga berangkat. lima belas menit kemudian, nampak sebuah mobil yang berisikan beberapa orang yang memiliki wajah sangar dan bertubuh besar, orang-orang itu merupakan anak anak buah nya stevan dan kiki. setelah memarkirkan mobil nya mereka langsung turun dan berjalan menghampiri stevan dan kiki yang sedang duduk di sebuah kursi panjang.
"maaf bos, kami telat,, ucap salah seorang dari mereka
"iya tidak papa, nih kunci mobil saya,, sahut stevan
stevan menyerahkan kunci mobil nya kepada anak buah-nya kemudian stevan dan kiki bangun dari posisi duduk nya, stevan dan kiki berjalan pergi meninggalkan anak buah nya akan tetapi saat mereka baru berjalan beberapa langkah tiba-tiba terdengar suara seorang lelaki yang memanggil nama nya stevan.
"stevann,, panggil lelaki itu
__ADS_1
stevan pun menoleh ke arah belakang ketika stevan menoleh ke arah belakang nampak seorang lelaki sedang tersenyum sinis kepada nya. stevan memasang wajah menyeramkan nya kepada lelaki itu karena lelaki itu adalah musuh bebuyutan nya alias si loren. loren berjalan menghampiri stevan sambil memasang muka sok baik nya namun sayang stevan sudah tau semua keburukan loren jadi walaupun dia berpura-pura baik di hadapan nya itu tidak dapat membuat stevan lengah.
"kenapa kita gak berangkat barengan aja? lagipula tujuan kita sama kan,, ucap loren
"serah lu,, sahut stevan
stevan kembali melanjutkan perjalanan menuju pesawat ketika stevan pergi kiki menertawakan loren sebab loren bersikap seperti seorang pecundang.
"chicken berani nya cuma bermain dari belakang,, ejek kiki
"gak usah, ikut campur lu,, ucap loren
"serah gua lah, mulut-mulut gua, lagipula lu itu pecundang cuma berani main dari belakang. lu sering jelek-jelekin stevan dari belakang tapi giliran di depan stevan lu pura-pura jadi teman-nya,, ucap kiki
"masih mending, daripada lo cuma di jadiin babu nya si stevan,, balas loren
"masih mending gua babu daripada lu pecundang,, sahut kiki
kiki pergi menyusul stevan yang sudah berada jauh di depan nya, saat melihat kepergian kiki, loren langsung mengepalkan tangannya sebab perkataan kiki cukup menyakitkan bagi diri-nya.
"lihat saja kamu suatu saat aku pasti akan membalas perkataan-mu itu,, ucap loren
loren menghela nafas nya kemudian ia kembali melanjutkan perjalanan nya untuk masuk ke dalam pesawat sesampainya di dalam pesawat loren melihat stevan dan kiki yang sedang bercanda-canda berdua.
__ADS_1