![SUAMIKU BOS MAFIA [Revisi]](https://asset.asean.biz.id/suamiku-bos-mafia--revisi-.webp)
Disisi lain..
Dion tengah termenung sambil meratapi nasibnya yang malang, Dion menjadi satu-satunya anggota keluarga fratama yang tidak memiliki seorang kekasih. Dion merasa sangat malu dengan keluarga dan sahabat-sahabatnya terutama dengan Vani karena sebentar lagi Vani akan menikah dan memiliki sebuah keluarga sendiri sedangkan dirinya masih sendirian tanpa seorang pendamping.
Dion termenung sambil menundukkan kepalanya kebawah, Dion merasa jenuh dengan hidupnya dan dia ingin sekali mengakhiri hidupnya yang tidak berguna. Dion menganggap dirinya sebagai pembawa sial dan orang yang paling tidak berguna didalam keluarganya, dia tidak bisa berbuat apapun jika tidak ada Stevan dan Adel.
"Aku tidak pernah berguna, lebih baik aku mati saja daripada menjadi beban didunia ini" ucap Dion kepada dirinya sendiri. Dion mencari benda tajam yang bisa dia jadikan sebagai alat untuk membunuh dirinya sendiri, Dion sudah tidak sanggup berada didunia ini lagi karena sudah tidak ada satupun orang yang menganggap dirinya.
Beberapa saat kemudian...
Dion berhasil menemukan sebuah senjata tajam yang bisa dia gunakan untuk menjadi alat percobaan bunuh dirinya. Dion mengambil alat tersebut lalu hendak melukai dirinya sendiri namun ketika dirinya alat tersebut baru sedikit menyentuh kulitnya, tiba-tiba alat tersebut terpental dengan sendirinya dan setelah itu terdengar suara perkataan dari seseorang.
"Anak bodoh!" ucap seseorang. Dion yang mendengarnya langsung menoleh kearah belakangnya, lalu dirinya melihat seorang wanita cantik berpakaian putih sedang menatapnya dengan sinis.
"Siapa kamu?" tanya Dion.
"Saya? saya adalah Natasha, seorang putri sekaligus hantu yang paling cantik didunia ini" balas Natasha sambil tersenyum.
"Maaf, saya tidak bertanya tentang kecantikan kamu" ucap Dion.
Natasha yang mendengarnya langsung menghela nafasnya lalu menarik tangan Dion dan membawa Dion pergi ke suatu tempat, Natasha berniat ingin membuat mood Dion kembali karena jika Dion terus menerus seperti itu maka keselamatannya Dion akan dalam bahaya.
"Kenapa kamu melakukan hal yang berbahaya seperti itu?" tanya Natasha.
"Karena aku sudah bosan hidup" balas Dion.
"Astaghfirullah, kamu tidak boleh berbicara seperti itu" ucap Natasha.
"Kenapa memangnya?" tanya Dion.
"Karena didunia ini masih banyak para arwah yang gentayangan karena masih ingin hidup tapi sayangnya tuhan sudah memutuskan untuk mencabut nyawa mereka" balas Natasha.
Natasha mencoba untuk menjelaskan kepada Dion tentang betapa berartinya menghargai hidup yang tuhan telah berikan kepada kita, kesempatan hidup hanya sekali dan dia tidak dapat kembali bangkit jika sudah tiada kecuali jika dirinya mengalami mati suri.
"Dion, kebahagiaan kamu sangatlah lengkap karena kamu memiliki orangtua yang sangat menyayangi kamu walaupun kamu bukan anak kandung mereka tapi rasa sayang mereka kepada dirimu sangatlah besar" ucap Natasha.
"Tapi, kenapa hidupku selalu menderita?" tanya Dion kepada Natasha.
"Itu karena dirimu kurang bersyukur, seharusnya kau lebih bersyukur dengan nyawa yang tuhan telah berikan kepada dirimu" balas Natasha sambil ceramah.
Natasha menceritakan tentang kisah hidupnya kepada Dion supaya Dion tidak berputus asa dalam mencari jodohnya, Natasha sangat yakin bahwa sebentar lagi jodoh Dion akan datang menghampiri dirinya namun dia tidak bisa mengasih tahu hal tersebut karena itu adalah sebuah takdir manusia.
__ADS_1
"Dion, kamu tidak boleh putus asa dalam mencari jodoh kamu lagipula sebentar lagi kamu akan bertemu dengan jodoh kamu" ucap Natasha.
"Benarkah?" tanya Dion.
"Iya, kamu harus tetap sabar karena semuanya itu butuh proses" balas Natasha.
Natasha memberikan sebuah motivasi yang paling berguna bagi Dion, Natasha sangat yakin bahwa suatu saat nanti Dion akan menjadi seorang pelindung terkuat dikeluarga fratama bahkan Dion bisa menjadi pelindungnya Stevan. Natasha melihat bila suatu saat nanti ada seseorang yang berusaha untuk mencelakakan keluarga fratama namun Natasha tidak mengetahui orang tersebut karena orang tersebut adalah salah satu musuh bebuyutannya Stevan sejak dahulu kala.
"Yon, suatu saat nanti akan ada orang jahat yang mengincar nyawa keluargamu termaksud dirimu" ucap jujur Natasha.
"Apa? apakah dia dari keluarga ganendra?" tanya Dion.
"Sepertinya" balas Natasha.
"Apakah orang itu adalah Adit?" tanya Dion.
"Bukan, orang itu adalah musuh bebuyutan papa kamu dimasa lalu yang sudah lama menghilang namun suatu saat nanti dia akan datang kembali untuk membalaskan dendamnya kepada papa kamu" balas Natasha.
Dion yang mendengarnya langsung mengepalkan tangannya, Dion berpikir jika satu-satunya musuh keluarganya dari keluarga ganendra adalah Adit namun nyatanya masih ada orang lain yang menjadi musuh bebuyutan keluarganya yakni pemimpin group ganendra sebelum dirinya lahir ke dunia.
"Apakah aku bisa menyelamatkan seluruh anggota keluargaku?" tanya Dion.
"Apa? siapakah orang itu?" tanya Dion.
"Tidak tahu, aku tidak mengenal dirinya" balas Natasha.
Natasha tidak bisa menjelaskan lebih lanjut kepada Dion tentang masa depan yang akan dia alami karena itu semua adalah sebuah takdir, jika Dion sudah mengetahui semuanya maka Dion bisa dengan mudah lewati tantangan terberat dalam hidupnya.
"Dion, jagalah kesehatan kamu dan persiapkanlah mental kamu untuk menghadapi musuh bebuyutan dari papa kamu itu" ucap Natasha kepada Dion.
"Iya, aku pasti akan menjaga diriku dan menyiapkan mental aku untuk menghadapi musuh bebuyutan papaku itu" sahut Dion.
Dion berjanji kepada Natasha untuk selalu menjaga hidupnya karena dia tidak ingin melihat salah satu anggota keluarganya menjadi tumbal dari peperangan keluarganya yang akan terjadi dimasa depan.
"Bagus, sekarang aku harus kembali ke dunia aku dan kita harus berpisah" ucap Natasha.
"Iya, terima kasih atas motivasi yang telah kau berikan kepada diriku" ucap terima kasih Dion.
"Sama-sama, selamat tinggal" ucap perpisahan Natasha pada Dion.
"Selamat tinggal juga.." sahut Dion.
__ADS_1
Natasha langsung pergi dari hadapan Dion sedangkan Dion berjalan pergi meninggalkan tempat tersebut dan dia berniat untuk meminta maaf kepada anggota keluarganya terutama kepada mamanya karena dia sudah mengacuhkan mamanya tadi.
****
30 menit kemudian..
Dion sudah berada didepan rumahnya, Dion memarkirkan mobilnya lalu Dion turun dari dalam mobilnya dan berlari dengan sangat kencang. Ketika berada didalam, Dion langsung berlari menuju mamanya lalu Dion menjatuhkan tubuhnya kelantai dan memohon kepada mamanya.
"Mama, maafkan aku karena aku sudah mengacuhkan mama tadi.." ucap maaf Dion.
Dion memeluk tubuh Adel sambil meneteskan air matanya, Dion benar-benar merasa bersalah karena sudah mengacuhkan orangtuanya sendiri. Dion tidak pernah berniat untuk melukai hati kedua orangtuanya karena dia sangat menyayangi kedua orangtuanya dan kedua orangtuanya adalah yang paling berarti untuk dia, dia rela berkorban demi kedua orangtuanya.
"Mama, maafkan aku.. hiks, hiks, hiks.." tangis Dion sambil memeluk tubuh Adel.
"Tidak apa-apa, mama tidak merasa kesal kepada dirimu" sahut Adel.
"Ma, aku sangat menyayangi mama karena mama sudah menjaga dan merawat aku sejak aku masih kecil.." ucap Dion.
"Iya nak, mama juga sangat menyayangi dirimu karena kamu adalah anak mama" sahut Adel.
Adel mengusap-usap kepala Dion dengan penuh kasih sayang, Adel masih sangat menyayangi Dion dan rasa sayangnya kepada Dion tidak akan pernah hilang sampai tuhan mencabut nyawanya. Dion memang sudah tumbuh menjadi seorang pemuda tampan namun kelakuannya masih seperti seorang anak kecil ketika berada dihadapan Adel, Dion sangat manja kepada mamanya dan Dion adalah anak kesayangan mamanya sedangkan Vani adalah anak kesayangan papanya.
"Sampai kapanpun, kamu adalah anak kesayangan mama dan mama yakin suatu saat nanti kamu pasti bisa membuat mama bangga" ucap Adel.
"Iya, aku akan membuat mama bangga" sahut Dion sambil tersenyum.
Dion masih memeluk Adel bahkan Dion malah semakin memperkuat pelukannya kepada mamanya, Dion benar-benar menyayangi mamanya dan sampai kapanpun rasa cinta Dion kepada mamanya tidak akan pernah tergantikan.
******
"*Syukurilah hidupmu karena didunia ini masih banyak arwah-arwah yang masih ingin tetap hidup namun tuhan sudah memutuskan untuk mengambil nyawa mereka dan itu semua adalah kesalahan mereka sendiri, karena mereka terlalu ceroboh hingga akhirnya mereka menyia-nyiakan kesempatan mereka untuk hidup didunia ini dan tuhan sudah tidak mau memberikan kesempatan untuk mereka sebab mereka sudah sering menyia-nyiakannya" .
_ANATASHA ALEXANDER VAHENDRA*_
Siapakah musuh bebuyutannya Stevan yang akan kembali dimasa depan?
Apakah orang itu adalah Loren?
Bagaimana caranya Dion mengalahkan orang tersebut?
__ADS_1