![SUAMIKU BOS MAFIA [Revisi]](https://asset.asean.biz.id/suamiku-bos-mafia--revisi-.webp)
vani berjalan menghampiri keluarga nya berada, sesampainya di depan keluarga nya,, vani langsung menarik tangan gw dan membawa gw pergi menjauh dari sana, akan tetapi belum sempat vani membawa gw pergi jauh dari tempat tersebut, gilang ikut menarik tangan gw namun di arah yang berlawanan dengan vani.
"lepaskan!" suruh vani
"gua tidak akan melepaskan dion" ucap gilang sembari menarik tangan gw, gilang dan vani saling menarik tangan gw dan kedua nya tidak ada yang mau mengalah karena gilang juga sebenarnya tidak terlalu menyukai vani. dari dulu sampai sekarang, gilang begitu membenci vani menurut gilang, vani adalah seorang wanita yang tak pantas di hargai karena sikap nya yang sering melawan perkataan orang tua dan sering merendahkan orang lain.
...*****...
Beberapa menit kemudian,,
gilang dan vani masih berdebat sembari menarik tangan gw, gw cuma bisa terdiam sembari berdoa ada orang yang bisa melepaskan gw dari mereka berdua.
"ada apa ini? kenapa kalian berdebat?" tanya seorang lelaki dengan suara datar nya
"papa" ucap gw.
"hentikan perdebatan ini dan lepaskan dion" ucap stevan, stevan menyingkirkan tangan vani dan gilang kemudian dia membawa gw menuju ke tempat yang akan menjadi saksi acara lamaran vani dan revan.
__ADS_1
Sesampainya di tempat tersebut,,
gw langsung bersikap biasa saja agar keluarga subroto dan keluarga ghifari tak mengetahui tentang permasalahan ini, jika mereka mengetahui nya pasti acara perjodohan ini akan batal dan bukan hanya itu saja, ikatan kekeluargaan kami akan terputus jika vani tidak mau menerima lamaran nya revan.
"vani nya mana, yon?" tanya revan
"sama gilang, nanti juga kesini kok" jawab bohong gw, gw mengechat gilang untuk menyuruh nya membawa vani ke sini dan gilang pun langsung melaksanakan walaupun vani memberikan perlawanan namun gilang berhasil membawa vani dengan menggunakan cara kasar.
beberapa menit berlalu,,
"vani, kamu kenapa?" tanya revan
"gausah sok peduli lo sama gua" jawab vani
"vani! kamu tidak boleh berkata seperti itu kepada revan" ucap adel
"terserah gua donk! udah deh, lo gak usah sok ngatur-ngatur gw" ucap vani kepada adel
__ADS_1
"dia itu mama kamu, nak. kenapa kamu berbicara seperti itu kepada ibu kamu sendiri?" tanya mama nya revan
"terserah gua donk, udah deh mending sekarang kalian pergi, rumah gua gak menerima tamu gembel kayak lo" usir kasar vani kepada ibu nya revan, seluruh orang yang mendengar nya langsung pada menoleh ke arah vani karena orang yang vani sebut kayak gembel itu adalah mama nya revan alias nyonya besar dari keluarga ghifari tapi pakaian mama nya revan memang terbilang sederhana dan dia lebih suka memakai pakaian yang panjang serta memakai hijab.
stevan yang mendengar perkataan anak bungsu nya itu menjadi malu karena orang-orang mengira jika dia dan adel tak pernah mendidik vani mengenai tata krama kepada orang tua. stevan berjalan menghampiri vani dan menarik tangan nya, stevan di penuhi oleh emosi dan kekecewaan kepada sikap anak bungsu nya itu.
"minta maaf!" suruh stevan kepada vani
"tidak mau!" ucap vani, vani lagi-lagi melawan perkataan dari orang tua nya dan kali ini stevan benar-benar sudah tak bisa menahan emosi nya lagi. stevan langsung menampar keras pipi vani di hadapan para tamu undangan, adel dan dion yang melihat nya hanya bisa menundukkan kepala mereka ke bawah karena perkataan vani memang sudah tidak bisa di maafkan lagi.
Warning!
jangan seperti vani ya, vani adalah salah satu tokoh yang sifat nya tidak patut untuk di contoh, ibu itu harus di hormati dan di hargai karena ibu lah yang melahirkan dan merawat kita sejak kita masih menjadi seorang janin.
kita harus menghormati orang tua walau terkadang mereka sedikit tegas dalam mendidik namun semua itu demi kebaikan kita sendiri di masa depan.
__ADS_1