SUAMIKU BOS MAFIA [Revisi]

SUAMIKU BOS MAFIA [Revisi]
Ucapan kasar Vani kepada Dion.


__ADS_3

Adit dan Vani masih saling memandang satu sama lain, mereka terlalu asyik dengan dunia mereka sendiri sampai tidak menyadari kalau sedari tadi Dion dan Gilang tengah meratapi mereka berdua.


"Yon, itu si Vani kan" kata Gilang.


"Iya, kok dia sama cowok sih" kata Dion.


"Mana gua tau, coba lu samperin sana." suruh Gilang.


"Oke, yuk ikut gua" sahut Dion. Dion menarik tangan Gilang, kemudian berjalan menuju Vani dan Adit yang sedang berduaan di taman sekolah.


Sesampainya di hadapan Vani, Dion langsung menarik tangan adik kesayangannya dan membawa nya pergi dari hadapan Adit.


Vani berusaha memberontak namun genggaman Dion begitu erat sehingga membuat Vani susah untuk melepaskan nya.


"Kak Dion" kata Vani. Dion menghentikan langkahnya, lalu menatap tajam Vani.

__ADS_1


"Ada apa?" tanya datar Dion.


"Lepasin gw!" perintah Vani.


"Tidak akan! lu gak boleh dekat-dekat dengan lelaki lain selain gua dan Gilang" kata Dion.


"Terserah gw donk, lagipula lu gak berhak untuk mengatur gw karena lu itu bukan kakak kandung gw!" kata Vani. Vani memulai perdebatan nya dengan kakak angkat nya itu, Vani mengungkit-ungkit tentang masa lalu nya Dion serta menghina Dion dengan sebutan anak angkat yang tidak tau diri. Dion yang mendengar ucapan Vani hanya menghela nafas nya sambil terdiam mendengarkan perkataan menyakitkan dari sang adik.


"Eh, lu gitu jangan sok ngatur-ngatur hidup gw ya. Lu itu cuma kakak angkat gw dan lu gak berhak untuk ngatur gw, lagi-pula kalau misalnya mama sama papa gw gak mungut lu jadi anak pasti sekarang lu udah menjadi gelandangan" kata kasar Vani kepada Dion.


"Vani, lu gak boleh begitu. Dion tuh cuma mau melindungi lu doank, bodoh" kata Gilang


"Terserah gw lah, udah deh mending lu susul gih sahabat terbaik lu itu" suruh Vani.


"Awas lu ye! kalau nanti ada apa-apa jangan minta tolong ke gw atau Dion" kata Gilang.

__ADS_1


Gilang pergi untuk menyusul Dion, Gilang benar-benar sudah tidak habis pikir dengan si anak bungsu dari keluarga fratama. Gilang sering sekali melihat Vani sedang membentak mama nya hanya gegara Adel tidak mengajak nya jalan-jalan.


****


Gilang menghampiri Dion yang sedang duduk di salah satu kursi taman yang berada di depan, Gilang tau kalau perasaan Dion sekarang sedang hancur gegara perkataan kasar dari adik angkat nya yang tidak tau cara berterimakasih kepada orang lain.


"Yon, lu jangan dengarkan perkataan dari si Vani ya. Lu anggap aja kalau Vani itu adalah setan yang berusaha membuat lu rapuh" kata Gilang.


"Iya Lang, makasih ya lu udah mau jadi sahabat gw, gw kira gak ada orang yang mau sahabatan sama anak angkat seperti gw" kata Dion.


"Astaghfirullah, Dion! lu itu memang anak angkat tapi gw yakin om Stevan sama tante Adel pasti bangga banget punya anak seperti lu" kata Gilang kepada Dion.


Gilang berusaha untuk membuat Dion kembali bangkit, Gilang tau kalau Dion berbeda dari lelaki pada umum nya. Dion jauh lebih alim dan mengerti cara untuk menjaga perasaan orang lain, Dion juga tipe cowok yang tidak mudah untuk menyerah walau berbagai macam rintangan menghalangi diri nya.


__ADS_1


Halo, maaf lama update nya ya. Aku lagi melanjutkan karya ketigaku di sini, judulnya "Istriku, pembantuku"


__ADS_2