SUAMIKU BOS MAFIA [Revisi]

SUAMIKU BOS MAFIA [Revisi]
Berpelukan.


__ADS_3

Pukul 02.00


Vani terbangun dari tidurnya, Vani terbangun karena merasakan suatu hal yang ganjil. Vani merasakan sebuah tiupan angin yang berasal dari jendela kamar mereka, rumah itu memang di kenal angker dan cukup menyeramkan bagi orang-orang yang menempati rumah itu.


"Kak Revan, bangun!" kata Vani kepada Revan.


Vani berusaha untuk membangunkan Revan namun sayang nya tidak bisa, Revan memang di kenal kebo ketika sedang tertidur dan itulah sebabnya Gilang tidak mau satu tenda ataupun kamar dengan Revan.


Vani merasa ketakutan saat melihat ke arah pintu dan dia juga mendengar suara langkah kaki, suara langkah kaki itu semakin mendekat bahkan sekarang berada di tepat di depan pintu kamar mereka.


"Kak Revan" jerit Vani. Vani menjerit ketakutan dan gegara suara jeritan Vani, Revan menjadi terbangun dari tidurnya yang begitu nyenyak.


Ketika Revan terbangun, Revan melihat Vani sedang menangis ketakutan gegara di depan pintu tersebut terdapat seorang hantu yang tengah berusaha untuk masuk ke dalam kamar mereka.


"Kamu kenapa?" tanya Revan.


"Aku takut, kak" balas Vani.


"Takut dengan apa?" tanya Revan.


"Hantu yang berada di depan kamar kita" balas Vani.


"Hah? mana ada hantu" kata Revan.


"Ada, aku bisa merasakan kehadiran nya" kata Vani.


Vani menatap ke arah pintu kamar mereka sedangkan Revan memeluk erat tubuh Vani supaya rasa takut Vani bisa reda, Revan mengira kalau Vani sedang berhalusinasi padahal kenyataannya memang benar, di luar kamar mereka terdapat seorang hantu jahat yang berusaha untuk mengganggu Vani dan Revan.


"Kak, aku takut ....," kata Vani.


"Tenang, ada aku" balas Revan.


Revan memeluk tubuh Vani dengan begitu erat supaya rasa takut Vani bisa mereda, Vani yang di peluk oleh Revan pun hanya bisa terdiam dan menunduk ketakutan karena sekarang nyawa mereka sedang dalam bahaya.


"Vani, aku mencintai dirimu" kata Revan.

__ADS_1


"Kak, kita tuh sedang dalam masa genting tapi kakak malah gombal" kata Vani.


"Aku tidak gombal, aku serius, aku begitu mencintai dirimu!" kata Revan.


Revan tersenyum kepada Vani sedangkan Vani hanya menatap lekat wajah Revan, saat Vani menatap wajah Revan, Vani merasakan sesuatu yang berbeda dengan diri dan hatinya.


"Evan ...," ucap Vani tanpa sengaja.


"Evan? apakah kamu sudah mengetahui siapa aku sebenarnya?" tanya Revan.


"Tidak, aku memang selalu terbayang-bayang dengan sosok lelaki yang bernama Evan itu, entah kenapa lelaki itu sering sekali merasuki dan masuk ke dalam mimpi" balas Vani.


Vani menatap mata indah Revan, Vani menatap mata Revan sambil mengingat mimpi nya yang begitu indah. Vani sering sekali bermimpi-mimpi aneh dan di dalam mimpinya Vani berpacaran dengan seorang lelaki yang bernama Evan, Vani tidak mengetahui siapa lelaki itu namun entah kenapa hati nya seperti terikat dengan lelaki itu sampai membuat nya berkhayal kalau Revan adalah Evan.


Vani dan Revan saling bertatapan, mereka melupakan segala nya termaksud hantu yanh sedang berada di luar kamar mereka. Mereka berdua sudah terlalu asyik dengan dunia tatapan nya dan mereka tidak mau berpaling ke arah yang lain walau hanya sekejap.


"Apakah Vani sudah mengingat masa lalu nya?" tanya batin Revan, Revan memandangi wajah cantik Vani sambil tersenyum-senyum sendiri dan begitupun sebaliknya nya.


*******


Revan dan Vani masih asyik berduaan bahkan sekarang mereka malah saling memeluk satu sama lain dan mereka sudah melupakan semuanya.


"Kak Revan, apakah di luar kamar kita masih ada hantu?" tanya Vani.


"Tidak tau, memang nya kenapa?" tanya Revan.


"Aku kebelet pipis" balas Vani.


"Hmm, biar aku lihat dulu" kata Revan.


"Jangan! aku tidak mau kalau kakak kenapa-kenapa!" larang Vani.


Vani memegangi tangan Revan supaya Revan tidak membuka pintu kamar nya, Vani tidak ingin di tinggal sendirian di kamar itu dan Vani juga tidak mau Revan kenapa-kenapa.


"Kata nya kamu kebelet" kata Revan.

__ADS_1


"Tapi aku takut" balas Vani.


"Ya sudah biar aku yang melihat nya" kata Revan.


"Jangan, kak!" larang Vani.


"Ya terus bagaimana donk?" tanya Revan.


"Kita lihat secara bersama-sama saja" balas Vani.


Vani menggandeng tangan Revan dan mengajaknya untuk keluar dari dalam kamar, Vani menggandeng tangan Revan dengan begitu erat karena dirinya tidak mau jauh dari Revan. Vani membuka pintu kamar nya dan betapa terkejutnya dia saat melihat sosok hantu menyeramkan sedang berdiri di hadapan mereka, Vani langsung menjerit ketakutan sedangkan Revan berusaha untuk mengusir hantu itu namun hantu itu tidak bisa di usir dan dia malah terus mendekati Vani.


Ketika hantu tersebut sedang berusaha untuk menghampiri Vani, terdengar suara teriakan dari arah belakang dan suara itu berhasil membuat hantu jahat itu menjadi kaget.


"Woi! jauhin Vani!" teriak seseorang. Vani langsung menoleh ke arah orang tersebut dan betapa senangnya dia ketika mengetahui kalau orang itu adalah Anggara.


Anggara berjalan mendekati Vani dengan gaya yang penuh misterius, Anggara memakai sebuah jubah hitam yang biasa Stevan gunakan. Angga terlihat begitu menyeramkan karena dia memakai pakaian serba hitam, Anggara terlihat seperti seorang malaikat maut.


"Gila, dia tinggi sekali" kata Revan.


"Iyalah, tinggi nya dia itu gak ngotak" kata Vani.


"Memang tinggi badan nya dia berapa?" tanya Revan.


"Tinggi badan nya dia adalah 195 centimeter" balas Vani.


Revan langsung menganga saat mendengar jawaban dari Vani karena tinggi badan nya Anggara hampir 200 centimeter, Revan tidak pernah mengetahui kalau ada orang yang tinggi nya hampir 200 centimeter. Selama ini Revan selalu berpikir kalau orang-orang di dunia ini paling memiliki ketinggian 180 sampai 190 centimeter namun sekarang Revan bertemu dengan seorang lelaki bernama Anggara yang memiliki ketinggian 195 centimeter.


"Kasihan sekali yang menjadi kekasih nya pasti dia akan merasa minder dengan tinggi badan nya" batin Revan. Revan menatap Angga dari kejauhan karena dirinya takut dengan Angga, Angga terlihat begitu menyeramkan gegara tinggi badan nya.



Wow, Angga ternyata memiliki banyak kelebihan selain tampan dia juga memiliki tinggi badan yang di atas rata-rata dan body yang atletis.


__ADS_1


Aku membayangkan menjadi Angga pasti akan cukup sulit apalagi kalau sedang berada di dalam mobil dan saat mau masuk ke dalam kamarnya pasti dia akan kejedot, kecuali kalau dia nunduk tapikan capek kalau harus nunduk terus-menerus.


__ADS_2