
Selly yang mulai tenang segera turun dari tempat tidur , dia segera melangkah menuju pintu untuk mencari sosok Arga yang sedari tadi pergi meninggalkannya , dengan langkah pelan Selly berjalan menuruni tangga sambil melihat ke lantai bawah hingga pandangan matanya tertuju kepada Arga yang sedang tertidur di atas sofa .
Selly yang sudah sampai di lantai bawah segera berjalan menuju sopa dimana Arga sedang tertidur pulas , selly segera melihat jam dinding yang menunjukan pukul 5 sore , dengan lembut Selly mendudukan dirinya tepat di samping Arga .
" kamu kalau lagi tidur tampan ," ucap Selly sambil mengelus wajah Arga dengan lembut .
saat asyik menendangi wajah suaminya tanpa Selly sadari Arga sudah bangun . " apa sudah puas memandangi ketampanan wajah suamimu ? " goda Arga sambil membuka matanya .
sontak membuat Selly kaget dan segera menjauhkan tangannya tetapi sayang Arga segera menarik tangan Selly ,sedangkan Selly menatap kesal untuk menutupi rasa malunya karena ketahuan mengagumi wajah suaminya , Arga segera bangun dan menyadarkan tubuhnya di sopa .
" lepas ," ucap Selly .
" kamu masih marah ," tanya Arga sambil terus memegang erat tangan Selly.
" gak , udah lepas sakit ," ucap Selly yang terus berusaha melepaskan tangannya .
Arga segera melepaskan tangan Selly setelah mendengar permintaan sang istri , dengan cepat Selly segera menjauhkan dirinya dari arga , Arga yang melihat tingkah istrinya hanya dia tanpa mau berkata lagi karena dia sadar jika ucapannya telah menyakiti perasaan Selly.
" ya udah kalau masih marah , aku ngerti ," ucap Arga sambil beranjak dari kursi .
Selly hanya terdiam tanpa berkata apapun sebenarnya dia sudah tidak marah tetapi dia gengsi untuk mengatakan apalagi Arga duluan yang membuat masalahnya , Arga segera melangkah melewati Selly namun seketika langkahnya terhenti seraya membalikan badan menghadap ke arah Selly yang masih duduk .
" aku lapar ," ucap Selly sambil mengelus perutnya .
" ya udah tunggu , aku mandi dulu setelah itu aku buatin makanan ," jawab Arga . setidaknya dia senang karena istrinya mau berbicara kembali kepadanya .
Selly segera mengagukan kepalanya , Arga segera membalikan badan seraya berjalan kembali menuju kamar untuk membersihkan diri , sedangkan Selly yang masih duduk di sopa hanya sekilas melihat kepergian Arga . cukup lama Selly menunggu Arga kembali menghampirinya setelah mandi .
" kamu makan apa ? " tanya Arga yang sudah berdiri di samping Selly .
" roti bakar ," jawab Selly sambil menoleh ke arah Arga.
" tunggu sebentar aku bikinin dulu ," ucap Arga sambil membalik badannya dan berjalan ke arah dapur .
__ADS_1
Arga yang sudah sampai dapur segera mempersiapkan bahan untuk membuat roti bakar , setelah semuanya siap Arga segera memulai membuatnya tidak butuh waktu lama Arga telah selesai membuat roti bakarnya dan menatanya di atas piring tidak lupa menyiapkan susu untuk Selly , Arga segera membawa nampan yang berisi roti serta susu .
" ini sayang ," ucap Arga sambil menaruh nampan di atas meja .
" kenapa cuma satu ," tanya Selly saat melihat roti di hadapannya .
" memang kenapa ? apa kurang nanti biar aku bikinin lagi ," ucap Arga sambil beranjak .
" gak usah , ini juga cukup ," tolak Selly sambil menarik tangan Arga yang hendak melangkah kembali .
Arga yang mengerti segera mendudukan dirinya kembali di samping Selly . dengan cepat Arga meraih piring berisi roti dan memberikannya kepada Selly tetapi Selly menolaknya karena dia ingin Arga menyuapinya , dengan lembut Arga menuruti keinginan istrinya itu .
####
ditempat lain Zaky terus memikirkan bagaimana rencananya supaya berjalan lancar dan semuanya seolah- olah nyata dan tanpa ada kecurigaan dari siapapun . setelah berpikir lama akhirnya Zaky mendapatkan ide tentunya dengan cara itu akan membuat Arga langsung kehilangan Selly dan itu saatnya Zaky kembali merebut Selly .
" KI , dari tadi Lo dengerin gue gak sih ," kesal Herlan .
"berarti semua persiapan sudah beres ," jawab Herlan .
" iya , besok ingat Lo jangan telat ," Zaky mengingatkan kembali bahwa mereka adalah ketua untuk acara perpisahan mereka.
" ya udah , gue nginep disini aja ," jawab Herlan tentunya dia tidak mau sampai telah .
" kalau Lo nginep ? terus Lo gak bawa apa- apa ? "
" tenang aja , besok biar supir anterin keperluan gue ke sekolah ," ucap Herlan santai.
" terserah Lo , tapi inget gue gak suka berantakan ," sahut Zaky mengingatkan Herlan . bahwa zaky tidak suka jika apartemennya dibuat berantakan oleh Herlan.
" ya ampun , belum juga gue nginep Ki ," jawab Herlan sambil menghela napas.
" gue cuma ingetin aja ," tegas Zaky sambil melirik ke arah Herlan.
__ADS_1
Herlan hanya terdiam mendengar perkataan Zaky wajar saja jika Zaky berkata seperti itu memang dirinya suka sembarangan menaruh apapun , maka tidak heran jika setiap menginap di tempat ketiga sahabatnya mereka selalu mengingatkan Herlan , sedangkan Zaky sesekali melirik ke arah ponselnya yang di taruh di atas meja entah mengapa dia merasa cemas karena belum juga ada kabar .
Hingga tiba- tiba ponsel Zaky berdering , dengan cepat Zaky meraihnya sedangkan Herlan yang sedikit heran hanya sekilas melirik dan kembali fokus kembali ke layar ponselnya , Zaky yang takut jika niat buruknya diketahui Herlan dia segera menjauh dari Herlan untuk menerima panggilan telepon itu.
" halo ," ucap suara seorang wanita di sebrang sana .
" kenapa telepon ? harusnya kirim pesan saja ," balas Zaky .
" maaf , habis aku perlu uang ,bisakah kamu mengirimkannya sekarang ," pinta wanita lawan bicara Zaky.
" kamu bekerja saja belum , sekarang malahan minta uang , aku gak akan berikan kamu uang sebelum kamu selesaikan pekerjaan kamu ," tegas Zaky .
" baiklah , kalau kamu tidak mau memberikannya aku berhenti , silahkan cari orang lain ," ucap wanita itu .
seketika Zaky terdiam bisa - bisanya wanita itu mengancamnya , sedangkan dirinya sudah tidak punya waktu lagi untuk mencari wanita lain demi memuluskan rencananya .
" oke , aku kirim , tapi ingat jika pekerjaan kamu gagal kamu harus menggantinya 3 x lipat ," ancam Zaky kepada wanita itu.
" kamu tidak perlu khawatir , itu pekerjaan kecil bagiku ," sahut wanita disana sambil terkekeh geli.
Dengan sedikit kesal Zaky menutup sepihak sambungan teleponnya , namun saat membalik badan dia dikejutkan dengan kehadiran Herlan di hadapannya seketika membuat Zaky panik sedangkan Herlan menatap bingung dengan tingkah zaky seperti pencuri yang ketahuan .
" sejak kapan Lo disini ," tanya zaky dengan sedikit panik , tentunya dia takut jika Herlan mendengar percakapannya tadi di telepon.
" barusan , kenapa Lo udah kaya pencuri yang ketahuan mencuri aja ,"jawab Herlan sambil menatap heran .
" lagian Lo ngagetin gue ," ucap Zaky dirinya merasa bersyukur karena Herlan tidak mendengarkan pembicaraan . andai saja itu terjadi sudah pasti semua rencananya akan hancur berantakan.
" Ki , pinjam baju Lo dong ," Herlan lupa bahwa dirinya tidak membawa baju . jadi mau tidak mau harus meminjam baju Zaky .
"tunggu disini ," jawab Zaky .
Zaky segera berjalan melewati Herlan menuju ke kamarnya . sedangkan Herlan yang masih berdiri ditempatnya masih merasa bingung dengan sikap zaky yang begitu panik , namun Herlan tidak mau ambil pusing dengan sikap zaky . dia kembali lagi melangkah menuju ruang tv sambil menunggu Zaky .
__ADS_1