
Arga tercengang mendengar perkataan selly , dia tidak menyangka bahwa Selly akan mengatakan hal itu sedangkan Tania yang berdiri di samping Arga seketika tercengang dia tidak menyangka bahwa wanita di hadapannya bisa mengatakan hal yang bahkan membuatnya tidak habis pikir , begitu juga dengan Dino dan Herlan yang berdiri diluar mereka tidak percaya Selly yang mereka kenal bisa tegar itu sedangkan Zaky yang berdiri di belakang keduanya tersenyum penuh kemenangan .
" aku tahu aku salah , maafin aku jangan hukum aku seperti ini ," ucap Arga sambil melangkah mendekat ke arah Selly .
" berhenti di situ , jangan berani mendekat , " tegas Selly sambil mengangkat tangannya ke arah Arga . " dan buat kamu , terimakasih sudah membuat aku membuka mata aku bahwa pria dihadapan aku tidak pantas , semoga kalian bahagia ," sambung Selly sambil melihat ke arah Tania .
" ini bukan salah arga , ini salah aku ," akhirnya Tania memberanikan diri untuk berkata .
" aku bukan bertanya siapa yang salah disini , karena aku sudah melihat kebenaran dengan mata aku sendiri ," jawab Selly tanpa menunggu jawaban kedua orang di hadapannya dengan cepat Selly membalik badannya dan berjalan ke arah byan .
Arga yang segera melangkah dan meraih tangan Selly , byan yang melihat itu merasa tidak terima segera berjalan ke arah keduanya dengan kasar byan melepaskan tangan Arga dari lengan selly sedangkan Selly yang menahan tangisannya dengan posisi masih membelakangi Arga .
" singkirkan tangan kotor Lo , " teriak byan dengan kilatan kemarahan di matanya .
" kakak aku mohon beri aku kesempatan ," Arga terus memohon agar keduanya memberikan kesempatan kepadanya.
" cukup , aku mohon jangan pernah tunjukkan wajah kamu lagi dan setelah aku melahirkan kita akan segera berpisah ," ucap Selly . " ayo ka kita pergi ," sambung Selly .
byan menganggukkan kepalanya , dengan cepat byan sedikit mendorong tubuh Arga . byan segera mengajak Selly keluar dari kamar hotel itu bahkan keduanya tidak mempedulikan kehadiran ketiga sahabat Arga yang berdiri di ambang pintu , Dino serta Herlan segera tertunduk saat keduanya melewati mereka sedangkan Zaky terus menatap Selly yang keluar dalam keadaan sedih .
" semua gara - gara Lo ," teriak Arga sambil menatap tajam ke arah Tania yang mulai ketakutan saat melihat tatapan membunuh yang Arga berikan padanya .
" Ga , tapi ini bukan salah aku ," sahut Tania berusaha memberanikan dirinya .
__ADS_1
Arga dengan penuh kemarahan berjalan kearah Tania sedangkan Tania hanya menelan ludahnya karena selama kenal Arga baru kali ini Tania melihat sifat lain Arga . Dino dan Herlan segera melangkah masuk kedalam kamar setelah mendengar teriakan Arga seketika keduanya kaget saat sampai berada di dalam kamar .Zaky pun menyusul keduanya karena tidak ingin ada yang curiga jika semua rencananya .
"gue akan buat Lo menyesal , kalau gue sampai kehilangan anak dan istri gue ," Arga mengatakannya penuh dengan kemarahan sambil mencengkram kedua bahu Tania .
" Arga sakit ," lirih Tania saat Arga mencengkram bahunya dengan kasar.
" rasa sakit Lo tidak sebanding dengan apa yang dirasakan selly , " ucap Arga sambil mendorong tubuh Tania hingga tersungkur ke lantai.
Dino dan Herlan segera berjalan ke arah keduanya , karena mereka tau Arga bisa melakukan apapun dalam kemarahannya sedangkan Zaky hanya melihat itu sebagai tontonan yang menarik karena balas dendamnya kepada Arga baru di mulai.
" GA udah , Lo jangan kasar sama cewek ," ucap Dino yang berdiri di hadapan Arga .
" Lo gak usah ikut campur , minggir ," pinta Arga yang semakin marah melihat kehadiran keduanya.
" gue gak akan menyingkir , Lo gak berhak nyalahin dia karena Lo juga salah ," ucap Dino yang mengerti apa yang terjadi .
" cukup Arga , lo pikir dengan seperti ini semua masalah akan selesai ," balas Herlan sambil membantu Tania bangun .
" bener Ga , semua bisa di selesaikan dengan kepala dingin ," sambung Zaky yang berjalan ke arah mereka.
Arga segera melihat ke arah Zaky dan segera memberikan tatapan tajam sedangkan Zaky yang berjalan ke arah Arga hanya bersikap tidak peduli karena baginya tujuan awalnya sudah tercapai , sedangkan Herlan yang sudah membantu Tania bangun merasa aneh mengapa Tania bisa berada ditempat yang sama dengan acara perpisahan mereka.
******
__ADS_1
sedangkan mamah Rani yang sempat diberi kabar oleh byan entah mengapa hatinya merasa tidak tenang bahkan hari sudah larut malam namun dirinya belum juga bisa tidur karena sedari tadi mencemaskan keadaan Selly yang pergi dengan keadaan hamil besar .
" mamah belum tidur ," Edwan yang terbangun akibat merasa haus .
" belum pa , gak tau kenapa perasaan mama tidak enak ," ucap Rani sambil melihat kearah suaminya .
" itu hanya perasaan mama saja , udah tidur sekarang sudah larut ," titah Edwan yang melirik ke arah jam yang berada di dinding menunjukan pukul 2 lagi .
" papa duluan aja , nanti mama tidur ," ucap Rani .
edwan segera mengagukan kepalanya setelah minum , tetapi saat hendak merebahkan tubuhnya kembali terdengar suara deru mesin mobil yang masuk halaman rumah , mama Rani yang sedari tadi cemas segera turun dari tempat tidur karena dia yakin itu suara mobi byan mau tidak mau Edwan pun ikut menyusul istrinya yang sudah melangkah keluar kamar.
"de , tungguin kakak ,"ucap byan yang melihat Selly berjalan dengan cepat dengan berlinang air mata , Selly yang tidak mempedulikan ucapan byan terus berjalan ke arah pintu utama .
saat pintu terbuka Selly yang sudah tidak bisa menyembunyikan rasa sakitnya segera berlari kedalam pelukan mamanya, Rani yang sedikit bingung segera membalas pelukan Selly apalagi anaknya datang dalam keadaan menangis byan segera menghentikan langkahnya saat melihat Selly sudah dalam pelukan mamanya .
" BY , apa yang terjadi ," tanya Edwan yang berdiri di samping istrinya .
" nanti byan jelasin pa ," jawab byan sambil melihat ke arah papanya . " mama tolong bawa Selly ke kamar ," sambung byan .
Mama Rani segera mengagukan kepalanya dia segera melepas pelukannya dan mengajak Selly untuk ke kamar , byan yang melihat keadaan adiknya semakin merasa murka jika mengingat lagi apa yang dia liat saat di hotel , Edwan yang masih berada di ambang pintu yakin bahwa ada yang tidak beres .
byan segera berjalan ke arah papanya yang berdiri di ambang pintu , byan langsung mengajak papanya ke ruang kerjanya karena dia ingin membahas masalah yang menimpa Selly , Edwan yang masih bingung segera mendudukan dirinya di sofa setelah sampai di ruang kerjanya .
__ADS_1
" apa yang terjadi ," tanya Edwan sambil memandang ke arah byan yang duduk di hadapannya .
" begini pa ," byan menghentikan ucapannya dia bingung harus memulainya dari mana .