
"sudah puas Lo sekarang" Arga segera membalik badannya sambil menatap Tania penuh dengan kemarahan.
"apa maksud kamu?" ucap Tania yang bisa melihat jelas kemarahan Dimata arga kepadanya.
"hahahaha.... Lo gak usah berpura-pura lugu, ini kan yang Lo mau sekarang Lo sudah berhasil membuat gue kehilangan istri dan calon anak gue jadi gue ucapkan selamat TANIA" sahut Arga sambil mencengkram kedua bahu Tania dan menekankan nama Tania diakhir ucapannya.
"aku bener-benar minta maaf" ucap Tania sambil menundukkan kepalanya.
mendengar perkataan Tania justru membuat Arga semakin emosi dan semakin mencengkram bahu tania dengan keras hingga membuat Tania meringis menahan rasa sakit. Dino dan Herlan yang melihatnya segera menahan Arga yang menyakiti Tania.
"Arga lepasin" pinta Dino karena Arga bisa membuat Tania terluka.
"Lo membela wanita ini" ucap Arga sambil melirik ke arah Dino.
"bukan begitu GA, tapi Lo udah nyakitin dia" jawab Dino yang melihat wajah Tania menahan sakit akibat ulah Arga.
Arga segera melepaskan cengkramnnya dari bahu Tania sambil sedikit mendorong tubuh Tania hingga terhuyung kebelakang namun Herlan berhasil menahan tubuh Tania hingga tidak terjatuh, Arga yang begitu marah segera meninggalkan ketiganya tanpa mengatakan apapun lagi. mereka yang melihat kepergian Arga hanya bisa terdiam tentunya mereka hanya membiarkan karena mereka tau Arga butuh waktu sendiri.
"Lo, gak apa- apa?" tanya Dino sambil melihat ke arah Tania.
Tania menggelengkan kepalanya dan segera membenarkan posisinya.
"kita harus gimana sekarang" ucap Herlan sambil melirik ke arah Dino yang berdiri di hadapannya.
"gue juga gak tau, yang penting kita sudah berusaha biarkan waktu yang menjawab semuanya" sahut Dino .
dia hanya bisa berharap jika dengan berjalannya waktu keluarga Selly akan mengetahui kebenarannya dan dia juga berharap bahwa Arga bisa melewati semua ini dengan ikhlas.
__ADS_1
"aku minta maaf" Tania memberanikan diri membuka suara kepada kedua pria itu.
"maaf! untuk apa?" tanya Herlan sambil menatap sinis ke arah Tania tentunya dia masih begitu marah kepada wanita dihadapannya karena ulahnya itu sahabatnya harus kehilangan semuanya.
"karena aku tidak bisa membuat Arga kembali pada keluarganya" sahut Tania sambil menundukkan kepalanya dengan suara penuh penyesalan.
"apa Lo liat sekarang, akibat perbuatan Lo dan juga Zaky membuat hidup orang lain menderita dan hancur, membuat anak harus kehilangan ayahnya dan membuat seorang suami kehilangan istri serta anaknya" jelas Dino panjang lebar.
"seharusnya sebelum Lo melakukan perbuatan yang akan merugikan orang lain, Lo pikirin dulu akibatnya jangan karena uang Lo rela menghancurkan kehidupan orang lain" timpal Herlan.
Tania membisu seribu bahasa mendengarkan ucapan keduanya karena dirinya kini bener- benar sudah menyesali semuanya bahkan dengan menyesalinya tidak akan mampu dia mengembalikan semua yang sudah di hancurkan.
Herlan yang sudah sesak berlama- lama disana segera melangkah pergi melewati Tania yang masih menundukkan kepalanya, Dino yang melihat kepergian Herlan segera membalik badannya namun sebelum melangkah dia kembali melirik sekilas Tania.
"jangan pernah tunjukkan wajah Lo lagi, sekarang nikmati hidup Lo dengan rasa penyesalan yang akan menghantui hidup lo" ujar Dino dan dia segera melangkah pergi.
Tania mendongakkan kepalanya mendengar itu dia menatap kepergian keduanya yang sudah melangkah jauh, kini dirinya hanya bisa meratapi semuanya dan tentunya dia akan selalu dihantui dengan rasa bersalahnya.
Zaky yang sedang merayakan kemenangannya di apartemennya di kejutkan dengan suara pintu yang di gedor hingga membuat Zaky tersentak kaget dia langsung berjalan ke arah pintu untuk melihat siapa yang datang malam- malam dan mengetuk pintunya dengan cara seperti itu.
dia segera membuka pintu seketika matanya membulat melihat orang yang sudah berdiri di depan pintu dengan raut kemarahan yang terlihat jelas di wajahnya.
"mau ngapain Lo?" tanya zaky saat melihat Arga di depan pintu apartemennya.
Arga tersenyum di ujung bibirnya sambil menahan semua kemarahan yang dia pendam namun dia masih bisa berpikir jernih dan tidak mau sampai mengotori tangannya untuk orang seperti Zaky.
"gue mau memberikan selamat" sahut Arga yang masih menyunggingkan senyuman di ujung bibirnya.
__ADS_1
"selamat?" tanya zaky dengan menaikan satu alisnya sambil memasang wajah tidak mengerti.
"apa Lo tidak akan menyuruh sahabat baik Lo ini masuk" ucap Arga.
Zaky yang masih merasa heran segara mengajak Arga masuk kedalam tentunya dengan sejuta pertanyaan di benaknya, Arga yang melangkah masuk melihat sekeliling ruangan apartemen terlihat jelas Zaky seperti sedang merayakan sesuatu karena terlihat ada sebotol minuman dia tas mejanya.
"apa Lo mau minum?" tanya zaky sambil menundukkan dirinya di sopa.
"tentu saja, bukannya terasa tidak asyik jika merayakan sesuatu hanya seorang diri" Sindir Arga seraya duduk di hadapan Zaky.
Zaky segera menuangkan minuman ke dalam gelas dan segera menyerahkannya kepada Arga dan Arga segera meraih gelas yang diberikan Zaky kepadanya di sisi lain Zaky merasa heran mengapa Arga tidak terlihat seperti orang yang sedang dalam masalah bahkan arga terlihat baik- baik saja hingga membuat Zaky curiga apa ada yang terjadi tanpa sepengetahuannya.
"sekarang Lo sudah bahagia setelah menghancurkan hidup gue" ucap Arga dengan santai sambil memainkan gelas di tangannya.
"maksud Lo! gue sama sekali tidak mengerti" sahut Zaky.
Arga segera memajukan badannya sambil menaruh gelas yang diberikan Zaky kepadanya, melihat tingkah Arga semakin membuat dirinya bingung namun dia harus bersikap seolah tidak tahu apa- apa dan bersikap seperti biasanya.
"Tania, bukankah Lo yang mengirim dia buat menjebak gue waktu di hotel" ucap Arga.
deg
Zaky langsung kaget ketika Arga ternyata sudah mengetahui kejadian di hotel itu tetapi dia merasa heran jika memang Arga sudah mengetahuinya bahwa dirinya yang menjebak Arga di hotel tetapi mengapa Arga hanya bersikap santai bahwa Zaky ingat betul kejadian dulu dimana Arga menghajarnya penuh dengan kemarahan.
"kenapa diam? apa Lo kaget gue tahu semuanya" ucap Arga yang melihat Zaky terdiam tanpa menjawab pertanyaannya.
"jadi Lo sudah tau, sekarang gue gak perlu bersandiwara lagi ternyata" sahut Zaky dengan santainya karena dia juga sudah lelah berpura- pura menjadi sahabat untuk Arga.
__ADS_1
"ini ternyata sifat asli Lo! tapi gue gak menyalahkan Lo atas kejadian itu karena gue juga salah tetapi gue gak pernah mengira bahwa Lo bisa melakukan hal yang menjijikan seperti itu" ejek Arga sambil menahan emosinya.
seketika di ruangan itu menjadi mencekam apalagi tatapan tajam yang Arga berikan kepada Zaky seperti singa yang akan memangsa buruan-nya sedangkan Zaky tidak mempedulikan dengan tatapan yang Arga berikan kepadanya karena dirinya merasa senang bisa melihat Arga bener- benar kalah dan hancur.