Suamiku Sang Casanova

Suamiku Sang Casanova
bab 120


__ADS_3

tubuh Arga menjadi lemas saat melihat mertuanya datang sedangkan Dino hanya menundukkan kepalanya, Edwan segera melangkah masuk andai saja bukan karena ingin mendapatkan tanda tangan dari pria yang ada dihadapannya tentu saja Edwan tidak Sudi bertemu dengannya .


Edwan yang tidak mau membuang-buang waktu segera melangkah masuk melewati Dino yang berdiri di samping pintu, Arga masih terdiam ditempatnya.


"tanda tangani ini" ucap Edwan sambil menyodorkan berkas ke hadapan Arga.


"ini apa pa?" tanya Arga yang terhenyak kaget saat papa mertuanya menyodorkan berkas ke hadapannya.


"kamu akan tau setelan membukanya" jawab Edwan yang masih menyodorkan berkas perceraian antara Arga dan Selly.


Arga yang masih bertanya- tanya segera meraih berkas dari tangan Edwan tanpa bertanya lagi Arga segera membukanya dan bertapa terkejutnya dia ternyata itu surat perceraian antara dirinya dan Selly yang sudah terdapat tanda tangan istrinya disana. badan Arga seketika lemas tangannya gemetar masih tidak menyangka bahwa Selly benar- benar ingin berpisah.


Dino yang melihat Arga segera berlari ke arah Arga dan menahan tubuh sahabatnya itu seraya melirik ke arah berkas yang Arga pegang. Dino membulatkan matanya tidak percaya dengan apa yang dia lihat di depannya.


"cepat tanda tangan dan jangan buang-buang waktu saya" ucap Edwan yang ingin segera pergi dari sana setelah mendapatkan tanda tangan dari Arga.


"papa ini becanda kan" Arga berusaha menyakinkan dirinya sendiri bahwa itu tidak nyata.


"apa kamu pikir saya bercanda?" ucap Edwan dengan tatapan sinis melihat ke arah Arga.


Dino hanya terdiam tanpa mau ikut campur urusan keduanya, Arga segera membenarkan posisinya dengan sekuat tenaga dia berjalan mendekat ke arah Edwan.


"aku gak akan pernah mau bercerai dengan Selly" sahut Arga.


"saya tidak perlu persetujuan kamu, lebih baik kamu tanda tangani itu sekarang" tegas Edwan yang tidak peduli dengan penolakan yang Arga berikan padannya.


"papa mau aku tanda tangani ini," Arga segera menaikan berkas itu ke hadapan Edwan. Arga sudah tidak peduli lagi jika dihadapannya itu papa mertuanya karena dirinya tidak akan mau dan tidak akan pernah mau bercerai dengan Selly.

__ADS_1


"jangan menguji kesabaran saya," ucap Edwan yang sudah menahan emosinya melihat Arga.


tanpa menjawab perkataan Edwan Arga segera merobek berkas perceraiannya di hadapan Edwan dan segera melemparkan sobekan kertas itu ke atas hingga berhamburan ke lantai, melihat tingkah Arga Edwan mengepalkan tangannya sambil menahan emosi sedangkan Dino menatap tidak percaya dengan apa yang dilakukan Arga.


"papa dengar sampai kapan pun aku tidak akan menceraikan istriku" ucap Arga dengan sedikit menaikan nada bicaranya.


"kamu pikir dengan merobek itu, akan membuat kalian tidak bercerai? kamu salah saya pastikan anak saya akan terbebas dari pria seperti kamu" ujar Edwan sambil membalikan badannya.


"lakuin apa yang papa inginkan karena sampai kapan pun aku tidak akan menceraikan Selly" teriak Arga kepada Edwan yang melangkah pergi.


Arga yang memberanikan diri melawan papa mertuanya langsung menjatuhkan dirinya ke lantai sambil menatap kertas yang berserakan di lantai. Dino segera berjalan ke arah Arga.


"gue kalah" ucap Arga sambil melirik ke arah Dino yang berjongkok di sampingnya.


"Lo belum kalah, Lo harus yakin bahwa Lo bisa membuat Selly kembali" Dino memberikan semangat kepada Arga. walaupun Dino tau bahwa itu hanya harapan kosong karena dia yakin bahwa ucapan dari mertuanya kepada Arga tidak main- main.


Herlan yang kembali lagi ke kontrakan Tania harus menelan kekecewaan karena ternyata Tania sudah pergi dari sana, Herlan yang hampir putus asa akhirnya tidak sengaja berpapasan dengan seorang wanita paruh baya.


"ibu, maaf saya mau tanya? apa ibu kenal dengan wanita yang tinggal disana?" tanya Herlan kepada wanita paru baya itu dengan sopan sambil menunjuk ke arah rumah kontrakan yang sempat di tinggali Tania.


"oh Tania" jawab itu dirinya tentu saja mengenal Tania apalagi Tania mengontrak rumah padanya.


" ibu kenal" ucap Herlan merasa sedikit senang mendengarnya.


" tentu saja, Tania mengontrak rumah di tempat saya" jawab ibu Rita yang tidak lain pemilik kontrakan dimana Tania tinggal.


"maaf Bu, kalau boleh saya tau Tania kemana? " tanya Herlan kepada Bu Rita.

__ADS_1


" Tania, baru saja pergi" jawab Bu Rita .


" pergi Bu " ulang Herlan ternyata dirinya benar- benar terlambat.


" iya baru saja, kalau ibu boleh tau! den ini siapa ?" tanya Bu Rita sambil memerhatikan Herlan dari atas sampai bawah tentunya Bu Rita bisa menebak kalau anak muda dihadapannya bukan dari kalangan biasa.


"saya temannya Bu, kalau begitu terimakasih Bu saya permisi" ujar Herlan sambil melangkah pergi dengan perasaan kecewa karena dirinya tidak bisa bertemu Tania.


Herlan yang sudah berada di samping mobilnya sejak berpikir kemana Tania pergi, cukup lama Herlan bermain dengan pikirannya sampai dia tersadar bahwa kemungkinan besar Tania akan pulang ke kampungnya.


tanpa menunggu lama Herlan masuk kedalam mobil dan melajukan mobilnya menuju ke terminal bis karena dia sangat yakin bahwa Tania pasti berada disana.


Tania tampak cemas sesekali melihat sekeliling area terminal tentunya dia takut jika ada orang yang mengenalinya tentunya dia memutuskan untuk pulang karena tidak ingin berurusan dengan Zaky maupun Arga yang membuat dirinya dalam keadaan sulit.


tidak begitu lama bis yang menuju ke kampungnya tiba Tania segera beranjak dari duduknya tetapi saat hendak melangkah tiba- tiba tangannya di cekal oleh seseorang membuat Tania kaget dan segera melihat ke arah belakang .


" ka- kamu" ucap Tania terbata- bata sambil menatap tidak percaya saat melihat siapa yang mencekal tangannya.


" kenapa? Lo kaget gue tau Lo disini" jawab Herlan dengan tatapan tajam.


" lepas, kamu mau apa?" tanya Tania yang awalnya dia merasa lega kini kembali ketakutan saat melihat Herlan ada di hadapannya.


"gue, gak akan lepasin Lo sampai Lo jelasin semuanya kepada semua orang tentang perbuatan Lo sama Zaky" ucap Herlan tanpa melepaskan tangan Tania.


"aku mohon lepasin aku, jangan libatkan aku dengan permasalah yang terjadi" sahut Tania dengan tatapan memohon kepada Herlan.


dirinya berharap bahwa pria dihadapannya melepaskan dirinya dan tidak melibatkan dia kedalam masalah itu, Herlan tidak menggubris saat Tania memohon kepadanya tanpa menjawab apapun Herlan segera menarik Tania agar ikut bersamanya .

__ADS_1


Tania berusaha melepaskan dirinya dari pria yang menarikannya dengan kasar tetapi semuanya sia- sia karena Herlan justru semakin mencengkram lengan Tania dengan kasar, seketika mereka menjadi pusat perhatian disana namun Herlan yang masih menarik lengan Tania tidak mempedulikannya karena bagi Herlan sekarang adalah membantu Arga menyelesaikan masalah yang di akibatkan oleh Zaky .


__ADS_2