
sesampainya dirumah papah rio segera melangkah masuk,disusul mamah lisa serta Arga yang mengekor di belakangnya,sesampainya di ruang keluarga papah rio segera mendudukan dirinya.
" sini,papah mau bicara ." ucap papah rio dengan raut wajah dingin,dia sungguh kecewa terhadap sikap Arga dan juga sangat malu dengan keluarga besannya karena perbuatan anaknya,kini menantunya masuk rumah sakit.
Arga segera mendudukan dirinya dihadapan papahnya,begitu juga mamah lisa yang duduk di samping suaminya,keduanya kini menatap ke arah Arga dengan penuh tanya,mengapa anaknya itu bisa berbuat kasar kepada menantu mereka.
"sekarang jelasin sama kami,apa yang terjadi mengapa istri kamu bisa sampai masuk rumah sakit." tanya papah rio
" kami sedikit bertengkar pa,dan aku gak sengaja mendorong Selly,namun aku gak bermaksud menyakitinya." jawab Arga
" kalian baru menikah tapi sudah seperti ini,apa papah sama mamah mengajarkan kamu,untuk berbuat kasar sama perempuan, apalagi itu istri kamu sendiri." ucap papah rio yang masih tidak habis pikir dengan perbuatan Arga.
" mamah kecewa sama kamu ga." sambung mamah lisa sambil memalingkan wajahnya.
Arga menatap kedua orang dihadapannya bergantian,dia sadar jika perbuatannya membuat kedua orang tuanya kecewa,namun dia juga sudah habis kesabaran mengahadapi Selly tapi walau bagaimana pun arga tidak ingin mengatakan yang sebenarnya,karena bagaimana pun Selly adalah istrinya.
" papah,mah,arga sangat menyesal." jawab Arga sambil menundukkan kepala.
" penyesalan kamu terlambat,apa kamu bisa merubah semuanya,apa kamu tidak liat bagaimana kemarahan kakak ipar kamu." tegas papah rio sambil memijat pelipisnya.
"Arga akan berusaha pa,memperbaiki semuanya,aku janji tidak akan berbuat seperti itu lagi."
"baiklah tapi ingat,kalau kamu berani menyakiti istri kamu lagi papah sendiri akan bertindak,kamu harus ingat dia sedang mengandung anak kamu."
" jangan pernah sakiti menantu dan cucu mamah." sambung mamah lisa.
dengan cepat Arga mengagungkan kepalanya sebagai jawaban, Arga hanya menghela napas kasar,disaat dirinya yang di salahkan namun dia tidak memungkiri kalau dia juga salah,namun semua ini tidak akan terjadi jika sikap istrinya tidak keterlaluan.
byan berusaha menetralkan amarahnya,dia segera menghampiri Selly yang masih terdiam,dia segera mendudukan dirinya di samping Selly dengan raut wajah sedih melihat keadaan Selly.
" bagaimana keadaan kamu." tanya byan sambil mengelus puncak kepala Selly.
__ADS_1
" aku baik- baik saja ka,hanya bagian perut aku masih sedikit sakit." jawab Selly sambil mengelus perutnya.
sedangkan mamah Rani menatap sedih,bagaimana dia memberi tahu Selly bahwa dirinya sedang hamil,berbeda dengan papah edwan yang masih tidak percaya bahwa sebentar lagi dia akan menjadi seorang kakek.
" sementara kamu,akan tinggal dirumah." ucap byan ,mengingat Selly sedang hamil muda,apalagi dia tidak ingin kejadian itu terulang kembali.
" tidak bisa." jawab papah Edwan ,bagaimana pun Selly harus tetap tinggal dengan Arga,itulah yang papah edwan pikirkan.
" mamah gak setuju." sahut mamah Rani." mamah setuju,dengan apa yang dikatakan byan,untuk sementara Selly akan kita bawa pulang." Sambung mamah rani.
" ini sudah jadi keputusan papah." tegas papah edwan
" tapi pa,apa papah masih mau adik aku tinggal dengan pria seperti itu." sahut byan yang tidak terima keputusan papahnya.
" kamu tau apa,Selly akan tetap tinggal bersama suaminya." dengan nada tinggi papah edwan mengatakannya.
__ADS_1
" aku,akan tetap tinggal bersama suami aku ka." jawab Selly
membuat byan serta mamah Rani melihat ke arah Selly dengan tatapan tidak percaya,sedangkan papah Edwan menghela napas lega mendengar jawaban Selly.byan menatap penuh tanya bagaimana adiknya masih mau tetap tinggal dengan laki- laki yang jelas- jelas telah menyakitinya.
" apa kamu yakin." tanya byan
" iya ka." jawab Selly singkat
mamah Rani segera menghampiri anaknya itu,sambil menatap tak percaya namun yang dikatakan suaminya itu benar jika Arga sekarang yang lebih berhak.
" tapi mamah minta,kamu perhatikan diri kamu mulai sekarang karena sekarang kamu sedang hamil." ucap mamah Rani sambil mengelus perut Selly .
**deg**
Selly,tercengang dengan perkataan mamanya " mamah bilang apa,aku hamil." sambil menatap tak percaya.
" iya sayang." jawab singkat mamah Rani
seketika Selly membisu,dia masih belum siap untuk hamil ditambah dia teringat keadaan Zaky,bahkan dia belum memberi tahu kebenaran soal pernikahannya dan sekarang dia hamil bagaimana dia memberi tahu semuanya.jika keadaan Zaky masih seperti ini.
__ADS_1