
Selly yang mengetahui tentang kebenaran tentang apa yang terjadi begitu merasa menyesal karena kebodohannya kini dirinya harus berpisah dengan suaminya sekaligus calon ayah dari anaknya.
Byan yang masih berjongkok dihadapan Selly segera menenangkan adiknya karena dia tahu apa yang adiknya rasakan karena dia juga merasakan hal yang sama dengan penuh perhatian Byan segera mengusap air mata di wajah cantik adiknya.
"jangan menangis lagi, kakak janji akan membuat kamu dan Arga bersatu lagi" Byan segera berjanji kepada Selly sebagai tanda penyesalannya karena telah ikut Andil membuat Arga dan Selly berpisah.
"gak mungkin ka, aku dan Arga sudah bercerai" sahut lirih Selly yang masih menangis.
"kamu salah kalian belum bercerai" ucap Byan.
"maksud kakak apa? aku sudah menandatangi surat perceraian aku dengan Arga" Selly menjawab karena dia mengingat bahwa dirinya sudah menandatangi surat perceraian dirinya dan Arga.
"iya itu benar tetapi Arga tidak menandatanganinya jadi secara hukum kalian belum bercerai" jelas Byan yang mengetahui tentang itu dari papanya.
seketika Selly menatap tidak percaya dengan penuturan kakaknya di sisi lain dia merasa bahagia namun di sisi lain dia merasa bersedih karena dia sangat yakin bahwa papanya tidak akan mengijinkan dia untuk kembali kepada Arga.
Byan yang mengerti kekhawatiran yang di rasakan Selly segera menyakinkan adiknya bahwa semua akan baik- baik saja dan dia berjanji apapun yang terjadi dirinya akan melakukan apapun demi melihat Arga dan Selly bersatu walau harus menentang keinginan papanya sendiri yang terpenting kebahagiaan adiknya lebih penting dari apapun.
"tapi kamu harus janji sesuatu sama kakak" pinta Byan yang masih melihat ke arah adiknya yang sudah mulai tenang.
"apa ka?" tanya Selly yang sudah menghentikan tangisannya.
"kamu harus bersikap seolah- olah tidak tahu tentang semua ini di hadapan siapapun termasuk mama kamu paham kan maksud kakak" jelas Byan yang tidak ingin semua rencana untuk membuat adiknya bersatu kembali dengan suaminya gagal.
Selly mengagukan kepalanya sebagai jawaban tentunya dia percaya kepada kakaknya.
__ADS_1
sedangkan di ruang tamu Edwan terus memerhatikan Zaky apalagi perkataan anaknya sempat membuatnya ragu tapi dengan liciknya Zaky mampu membuat Edwan mempercayai dirinya tentu saja karena Zaky tidak ingin rencana yang sudah lakukan berakhir sia- sia.
"om harap kamu tidak membohongi om" tegas Edwan dengan tatapan tajam ke arah Zaky yang duduk di hadapannya.
"tentu saja om, aku tidak mungkin membohongi om" jawab Zaky. " baiklah om, kalau begitu aku pamit pulang dulu" sambung Zaky sambil beranjak dari duduknya.
Edwan segera mengagukan kepalanya setelah berpamitan Zaky segera membalik badannya dan berjalan menuju pintu utama sambil sesekali menghela napas lega karena dia berhasil membuat Edwan percaya kepadanya sekarang tinggal dia membuat perhitungan kepada Tania yang berani membongkar semuanya kepada Byan.
di tempat lain Arga tanpa merenung di balkon apartemennya entah mengapa dirinya semakin takut menghadapi kenyataan harus melanjutkan hidup tanpa Selly ditambah bagaimana caranya agar membuat semua orang percaya bahwa apa yang terjadi itu adalah perbuatan Zaky walau dia tidak bisa menghindari bahwa dirinya juga bersalah dalam hal itu.
"apa yang sedang Lo pikirkan" tanya Dino sambil menepuk bahu Arga.
"gue sedang berpikir bagaimana membuktikan kepada semua orang bahwa kejadian itu bukan salah gue sepenuhnya" sahut Arga tanpa menoleh ke arah Dino yang sudah berdiri di sampingnya.
Dino menatap bingung dengan ucapan yang Herlan lontarkan sedangkan Arga yang mendengar itu segera membalikan badannya sambil menatap Herlan yang sudah menyandarkan dirinya di pintu balkon sambil memegang gelas minuman ditangannya.
"apa Lo punya rencana?" tanya Arga yang sambil menatap ke arah Herlan yang memainkan gelas ditangannya.
"tentu saja gue punya" sahut Herlan dengan tegas.
"yakin Lo?" ucap Dino yang mantap tidak percaya bahwa Herlan memang sangat berguna di saat sulit seperti sekarang walau terkadang Herlan menyebalkan.
"cepet katakan apa rencananya" kata Arga dengan wajah tidak sabar dia berharap kali ini rencana Herlan bisa berhasil.
Herlan menghentikan memainkan gelas ditangannya sambil melihat ke arah kedua sahabatnya bergantian tentunya dia sudah mempunyai rencana untuk menyelesaikan masalah Arga sedangkan Arga dan Dino masih menatap Herlan dengan tatapan penuh penasaran.
__ADS_1
"kita cilik Zaky dan kita buat dia mengakui semuanya" ucap Herlan yang memberitahukan rencana yang sudah dia pikirkan matang itu.
"apa? Lo gila apa Lo sudah mabok?" jawab Dino yang tidak setuju dengan rencana yang Herlan berikan karena walau bagaimana pun Zaky tetap sahabat mereka tentunya Dino tidak ingin mereka melakukan hal rendahan seperti itu .
"kayanya Lo harus dingin kepala Lo" timpal Arga sambil menggelengkan kepalanya sambil membalikan badan.
tentunya Arga juga tidak ingin melakukan rencana yang Herlan berikan karena itu sama saja dengan yang dilakukan Zaky yang tidak licik sedangkan Herlan bingung mengapa keduanya tidak menyetujui rencana yang sudah dia pikirkan itu sebenarnya Herlan sudah muak dengan apa yang Zaky lakukan maka dari itu dia mengusulkan rencananya kepada keduanya.
"ayolah, kenapa kalian tidak setuju itu cara satu- satunya buat membuktikan bahwa dia dalang dibalik semua ini" ucap Herlan yang mendapatkan penolakan dari keduanya.
"tapi gak kaya gitu juga kali Herlan" kesal Dino sambil menghela napas dia pikir Herlan akan memberi rencana yang bagus tetapi dia sudah salah menduganya.
"iya lalu bagaimana? kita tidak punya pilihan lain lagi semua cara sudah kita lakukan tapi sampai sekarang tidak ada yang percaya" sahut Herlan sambil membenarkan posisinya.
"apa Lo mau kita melakukan hal yang sama seperti dia?" tanya Arga yang masih menatap keluar apartemen.
Herlan seketika terdiam karena yang dikatakan Arga benar jika mereka melakukan rencana itu apa bedanya mereka dengan Zaky, seketika suasana menjadi hening mereka sibuk dengan pikiran mereka masing- masing hingga suara bel berbunyi menyadarkan lamunan mereka.
"siapa yang datang?" tanya Herlan sambil menoleh ke arah pintu.
Dino langsung menaikan bahunya sedangkan Arga segera membalik badannya saat mendengar bel pintu berbunyi tanpa berkata apapun Arga segera melangkah menuju pintu melewati Herlan dan dengan cepat keduanya mengikuti Arga karena mereka berdua penasaran siapa yang datang.
Arga yang sudah sampai di depan pintu apartemen segera membukanya dan seketika matanya menatap tidak percaya melihat siapa yang ada di depannya sekarang begitu juga dengan Dino dan Herlan.
Lisa yang sudah tidak bisa membendung rasa kangennya kepada Arga dengan melangkah dan segera memeluk tubuh Arga sedangkan Rio yang merasa bersalah hanya melihat keduanya yang saling melepas rindu begitu juga dengan Dino dan Herlan yang menatap tidak percaya dengan apa yang terjadi di hadapan mereka.
__ADS_1