
"maafin mama sayang, maafin mama karena tidak mau mendengarkan penjelasan kamu sekali lagi maafin mama" Lisa berkali- kali meminta maaf bahkan dia sudah tidak bisa membendung air matanya lagi.
Arga yang masih tidak percaya hanya mematung karena dia masih tidak percaya bahwa kedua orang tuanya datang kesana bahkan dia masih mengira semuanya mimpi hingga suara tangisan mamanya yang ada dalam pelukannya menyadarkannya bahwa ini nyata bukan mimpi.
"maafin papa" ucap Rio dengan penuh rasa penyesalan di nada bicaranya.
Lisa yang tidak mendapatkan jawaban dari anaknya segera melepas pelukannya sambil mendongakkan kepalanya untuk melihat wajah anaknya.
"apa kamu tidak mau memaafkan kamu" tanya Lisa kembali saat melihat Arga masih mematung tanpa berbicara apapun.
"aku yang harusnya minta maaf karena sudah membuat papa dan mama malu" Arga akhirnya membuka suaranya setelah cukup lama terdiam.
"kamu tidak salah di sini kami yang salah karena tidak mempercayai anak kami sendiri" jawab Rio yang masih berdiri di ambang pintu.
Herlan dan Dino yang melihat itu merasa terharu akhirnya sekarang kedua orang tua Arga sudah memaafkan Arga tentunya membuat mereka bersyukur sedangkan Arga segera mengajak keduanya untuk masuk kedalam tentunya dia tidak nyaman jika mereka berbicara penting seperti itu.
keduanya segera melangkah masuk kedalam mengikuti langkah kaki Arga dan mereka segera mendudukan dirinya di sopa sedangkan Herlan dan Dino yang merasa tidak enak mereka segera berpamitan karena tidak nyaman jika mereka berada disana.
"papa dan mama sudah tahu semuanya" ucap Rio saat mereka sudah sampai di ruang tamu.
"maksud papa?" tanya Arga yang masih bingung apalagi dia masih tidak percaya bahwa kedua orang yang ada di dalamnya.
"iya papa dan mama sudah tahu bahwa apa yang terjadi di sana kerena kamu di jebak" jelas Rio yang sudah mengetahui semuanya berkat Byan dan juga wanita yang malam itu bersama Arga.
"iya sayang, kami sudah tahu semuanya" timpal Lisa dengan wajah masih dalam raut wajah penuh kesedihan.
"papa tahu dari mana? " tanya Arga yang mendengar perkataan ayahnya beberapa saat lalu.
__ADS_1
Arga menatap bergantian kedua orang di depannya tentunya Arga masih tidak percaya bagaimana seorang tuanya tahu tentang kebenaran itu sedangkan dirinya yang sudah berusaha menjelaskan tidak pernah mereka dengarkan sama sekali bahkan keduanya tidak membiarkan dia membela dirinya sendiri.
Rio yang tahu bahwa anaknya bingung akhirnya menceritakan semuanya kepada Arga bagaimana mereka bisa tahu itu semua berkat Byan kakak ipar Arga yang memberitahukan semuanya kepadanya sedangkan Arga yang serius mendengarkan cerita dari papanya seketika kaget saat mendengar cerita papanya bahwa Byan yang datang kerumahnya untuk memberikan bukti tentang semuanya.
"apa? ka Byan?" ucap ketiganya yang kaget mendengar siapa yang membuat kedua orang tua Arga tahu bahwa semua kejadian itu adalah jebakan.
"iya" jawab singkat Rio.
"kalau bukan berkat Byan mungkin papa dan mama sampai saat ini akan percaya bahwa kamu bersalah" sahut Lisa dengan tatapan nanar.
"jadi papa berharap kamu bisa memperjuangkan pernikahan kamu dan juga Selly" pinta Rio dengan penuh harap.
"bener sayang, mama yakin kalau masih ada kesempatan buat kamu dan Selly untuk bersama lagi" timpal Lisa yang memberikan semangat kepada Arga.
"tapi tidak semudah itu ma, pa" sahut Arga yang sudah merasa putus asa apalagi dia ingat bagaimana papa mertuanya datang membawakan dirinya surat cerai.
"bener Lo harus semangat" ucap Dino yang juga memberi semangat agar Arga berjuang kembali demi membuat istrinya kembali dengan istrinya.
Arga melihat semua orang di ruangan itu satu persatu dirinya bersyukur karena sekarang mama dan papanya juga memberikan semangat agar dia tidak menyerah untuk mendapatkan istrinya kembali kepadanya.
***
Byan segera menuruni tangga setelah berbincang dengan adiknya beberapa saat lalu setelah sampai lantai bawa tanpa sengaja dirinya berpapasan dengan papanya yang berjalan dari ruang keluarga, Byan yang masih kecewa karena papanya lebih mempercayai orang lain dari pada dirinya.
"berhenti membuat ulah by" ucap Edwan saat Byan berjalan melewatinya.
Byan langsung menghentikan langkahnya saat mendengar ucapannya itu dan segera membalik badan sambil menatap tajam papanya.
__ADS_1
"terserah papa mau bilang apa! karena aku hanya melakukan apa yang menurut aku benar" jawab Byan dengan memasang wajah datar.
"benar? jadi menurut kamu bener dengan membela lelaki yang sudah jelas- jelas mengkhianati adik kamu sendiri" sahut Edwan.
"itu mungkin menurut papa tapi asal papa tau bahwa Arga sebenarnya di jebak namun percuma aku menjelaskan kepada papa karena papa telah di buta-kan oleh sifat licik Zaky" tegas Byan sambil tersenyum sinis.
sontak Edwan yang mendengarnya segera membalik badannya menghadap kepada Byan tentunya perkataan Byan memancing emosi dirinya sedangkan Byan sudah tidak peduli lagi dengan apa yang dilakukan papanya karena baginya sekarang adalah bagaimana mempersatukan adiknya kembali dengan suaminya.
"kamu berani bicara seperti itu kepada papa? apa ini ajaran yang papa berikan kepada kamu selama ini dengan bersikap kurang ajar" ucap Edwan yang mulai tersulut emosi mendengar perkataan Byan beberapa saat lalu.
"aku berani karena memang aku benar pa" tegas Byan dengan nada tinggi hingga membuat semua orang di sana kaget mendengarnya.
Rani yang mendengar itu segera menghampiri keduanya karena penasaran apa yang membuat anaknya berteriak seperti itu sedangkan Edwan yang merasa jika Byan sudah benar- benar kurang ajar segera melangkah mendekat ke arah Byan dan tanpa berkata apapun satu tamparan mendarat di wajah tampan Byan.
Rani yang baru sampai seketika membulatkan matanya sambil menutup mulutnya saat melihat apa yang di lakukan suaminya kepada anak sulungnya dengan cepat Rani berjalan menghampiri keduanya.
"apa yang papa lakukan?" tanya Rani setelah sampai di hadapan keduanya.
"papa hanya memberi pelajaran kepada anak ini" sahut Edwan tanpa menoleh ke arah istrinya dan masih menatap tajam ke arah Byan.
Byan segera memegangi wajahnya yang terasa panas memegangi pipinya yang terkena tamparan papanya tentu saja dia segera tersenyum getir karena seumur hidupnya untuk pertama kali dirinya di tampar papanya tentu saja membuat Byan sedih karena papanya menamparnya karena membela pria yang jelas- jelas ingin menghancurkan hidup adiknya.
"tampar aku lagi pa" tantang Byan masih menyunggingkan senyuman getir di wajahnya.
"kamu ngomong apa By" sahut Rani yang menatap tidak percaya kepada anaknya yang mengatakan hal yang tidak habis pikir olehnya.
"kamu liat, anak ini semakin kurang ajar kepada papa" ucap Edwan sambil melirik dengan ekor matanya kepada Rani yang berdiri di sampingnya.
__ADS_1
"sudah cukup" teriak Rani yang sudah jengah dengan pertengkaran keduanya tentunya dia sedih karena sekarang keluarganya sudah tidak seperti dulu lagi.
Byan yang bener- benar sakit hati dan kecewa segera melangkah pergi tanpa mempedulikan papa serta mamanya, karena dalam hatinya sekarang semakin tidak habis pikir mengapa papanya begitu percaya kepada Zaky dibandingkan dirinya darah dagingnya sendiri.