
Herlan yang curiga terus mengawasi gerak gerik Zaky kemana pun dia pergi , sedangkan Zaky tidak menyadari bahwa Herlan mengikutinya kemana pun Zaky pergi seperti hari ini karena mendapat telepon dari tania Zaky bergegas pergi untuk menemui Tania yang dari pagi terus menghubunginya .
" gue udah bilang pergi dari kota ini ," ucap Zaky saat sampai di rumah kontrakan Tania .
" aku akan pergi tapi aku mohon selamatkan ibu aku dulu ," ucap Tania . tentunya dia tidak tau harus meminta tolong kepada siapa lagi kalau bukan Zaky .
" itu urusan Lo , mengapa gue harus membantu ," tolak Zaky dengan nada kesal , karena wanita dihadapannya hanya membuang waktunya demi hal seperti ini.
" tentu saja kamu harus membantu aku , apa kamu lupa ? ," ucap Tania .
" apa maksud Lo ," Zaky pura - pura tidak mengerti apa maksud perkataan Tania .
" jangan pura- pura lupa , apa perlu aku bongkar semua kebusukan kamu ," dengan memberanikan diri Tania mengancam Zaky . tentu saja dia sebenernya takut tetapi demi nyawa ibunya dia tidak peduli apapun lagi.
" dasar ****** ,berani sekali Lo mengancam gue ," ucap Zaky sambil mencengkram dagu Tania .
" kenapa apa kamu takut ," ejek Tania sambil tersenyum .
" kalau Lo berani membongkar semuanya , gue pastikan Lo dan ibu Lo akan menerima akibatnya ," Zaky kembali mengancam Tania .
" kamu pikir aku takut , lakukan apapun sebelum kamu melakukannya akan aku bongkar semuanya di depan Arga dan istrinya ," ucap Tania dengan senyum mengejek .
Zaky yang tersulut emosi menghempaskan cengkeramannya dan membuat Tania tersungkur ke lantai tentu saja ancaman Tania berhasil membuat Zaky kalah karena jika Tania mengatakannya semuanya usaha Zaky selama ini untuk memisahkan Arga dan Selly akan sia- sia , Herlan yang menguping pembicaraan keduanya sontak tidak percaya bahwa kecurigaannya tentang Zaky benar adanya .
****
Arga memutuskan untuk pergi ke apartemennya karena jika dia kembali ke rumah maka dirinya akan mengingat semua kenangan dengan Selly , Arga yang pikirannya sedang kacau memutuskan untuk minum agar bisa melupakan semua masalahnya .
__ADS_1
" kenapa kamu ninggalin aku ," Arga yang sudah terlalu banyak minum mengoceh tidak karuan.
Herlan yang datang seharian mencari keberadaan Arga begitu terkejut saat mendapati Arga sudah mabuk di dalam apartemennya , Herlan segera menghampiri Arga yang duduk di lantai sambil menyenderkan tubuhnya di sopa.
" apa yang Lo lakuin ," ucap Herlan sambil merebut minuman dari tangan Arga .
" lepasin , biarin gue minum ," jawab Arga sambil kembali merebut minuman yang di ambil Herlan .
" GA , sadar minum gak akan menyelesaikan masalah," ucap Herlan .
" tapi hanya ini yang bisa buat gue lupain semuanya ," sahut Arga yang kembali minum . karena dengan seperti ini Arga bisa melupakan semuanya.
Herlan segera beranjak menatap tidak percaya bahwa Arga begitu bodoh , sedangkan Arga yang masih duduk di lantai tidak memperdulikan Herlan yang berdiri di hadapannya karena pikirannya semua orang telah meninggalkannya .
" gue kasian liat Lo , gue kira Lo akan berjuang untuk menyelesaikan masalah ini tetapi gue salah Lo itu hanya pecundang yang bisanya lari dari masalah ," ucap Herlan sambil menggelengkan kepalanya .
" itu semua karena perbuatan Lo , sekarang berdiam diri saja terus disini seperti pecundang dan biarkan orang- orang itu senang melihat kehancuran Lo ," ejek Herlan yang sengaja memancing kemarahan Arga .
Arga segera meletakan gelas yang dipegangnya dan segera melihat ke arah Herlan tentu saja perkataan Herlan berhasil memancing ke marahan dalam diri Arga , dengan sekuat tenaga Arga berdiri dan berjalan ke arah Herlan dengan sedikit sempoyongan .
" Lo menertawakan gue hah !" tanya Arga dengan kilat kemarahan di matanya .
" gue bukan menertawakan Lo , tapi gue kasian ternyata Zaky sudah berhasil buat Lo hancur seperti ini ," celetuk Herlan .
" apa maksud Lo dengan Zaky? " tanya Arga sambil menarik kerah baju Herlan .
Herlan yang diam tentunya tidak ingin mengatakan kebenarannya saat Arga dalam keadaan mabuk apalagi bau alkohol dari mulut Arga sangat tercium oleh Herlan , sedangkan Arga masih mencengkram kerah baju Herlan dengan sisa tenaga yang dia punya tentunya sekarang pikirannya bertambah kacau setelah mendengar perkataan Herlan .
__ADS_1
" katakan apa hubungan semua ini dengan Zaky ? " kali ini Arga bertanya dengan nada penuh kemarahan .
" lebih baik Lo tenangkan diri Lo dulu ,karena gue gak akan bicara dengan orang yang sedang mabuk ," tegas Herlan sambil melepaskan tangan Arga dari bajunya .
Arga segera menatap tajam ke arah Herlan saat dirinya di katakan sedang mabuk tentunya Arga merasa tidak terima karena baginya dia tidak mabuk , Herlan yang masih berdiri di hadapan Arga sungguh menyesal andai saja dia tau lebih awal tentang apa yang akan dilakukan Zaky kepada Arga tentu saja dia akan mencegahnya hingga tidak perlu melihat Arga seperti sekarang .
" kalau Lo seperti ini terus , gue yakin Lo akan kehilangan istri dan anak Lo ," ucap Herlan .
" gue gak akan membiarkan itu terjadi , apapun akan gue lakuin agar mereka kembali kepada gue ," jawab Arga sambil menjatuhkan dirinya di hadapan Herlan . Arga tidak bisa membayangkan hidupnya tentu saja akan hancur .
Herlan semakin tidak tega dia bisa melihat jelas kehancuran di mata Arga dengan langkah pelan Herlan berjalan dan segera berjongkok di depan Arga dan segera meraih kedua bahu sahabatnya itu , karena bagi Herlan Arga bukan hanya sahabat tetapi sudah bagaikan saudara baginya , Arga segera melihat ke arah Herlan yang berada di hadapannya .
" apa yang harus gue lakuin sekarang LAN ? " ucap lirih Arga .
" gue tau semua ini berat bagi Lo , tapi gue tau Lo bisa menghadapi semuanya , mana Arga yang gue kenal dulu ," jawab Herlan sambil menggoyangkan tubuh Arga .
" semua sudah terlambat , gue udah kehilangan keluarga dan istri gue ," ucap Arga sambil menundukkan kepalanya .
" lo belum kehilangan semuanya , ayo Lo bangkit dan perjuangin semuanya agar mereka kembali lagi ," tegas Herlan memberi semangat kepada Arga yang sedang terpuruk.
Arga terdiam Memang apa yang dikatakan Herlan benar namun dia bingung bagaimana caranya agar membuat semua orang percaya bahwa apa yang terjadi hanyalah kesalahan dan dia tidak ada niat sama sekali untuk melakukannya , Herlan yang tidak ingin melihat Arga semakin terpuruk segera membantu Arga bangun .
" lebih baik Lo istirahat ," ucap Herlan sambil membantu Arga bangun dan mengantarnya ke dalam kamar .
" makasih LAN ," jawab Arga . tentunya dia sangat bersyukur karena Herlan telah menyadarkannya bahwa jika dia semakin terpuruk maka dirinya harus siap kehilangan Selly serta calon anaknya .
Herlan membantu Arga merebahkan tubuhnya di tempat tidur , Arga yang merasakan kepalanya pusing hanya menurut saja kepada Herlan sedangkan Herlan yang sudah membantu Arga segera melangkah keluar kamar untuk membereskan semua kekacauan yang ada diluar.
__ADS_1