
pagi harinya Selly bangun lebih dulu dia segera turun dari tempat tidur bergegas menuju kamar mandi setelah lima belas menit dia menyelesaikan mandinya dia bergegas keluar hanya menggunakan lilitan handuk tanpa Selly sadari Arga yang sudah bangun memperhatikannya seketika Arga menelan ludahnya melihat Selly hanya menggunakan handuk dia bergegas turun menyusul Selly ke ruang ganti
saat selly sibuk mencari seragamnya di lemari Arga memeluk Selly dari belakang sambil mencium bahu selly membuat Selly kaget ditambah tubuhnya merasakan sesuatu saat Arga terus mencium bagian belakang tubuhnya
" Arga lepasin gue " ucap Selly sambil memegang erat ujung handuknya
" aku pengen" bisik Arga sambil kembali menciumi bagian leher jenjang milik Selly
Selly mulai terbuai dengan perlakuan Arga akhirnya pagi itu mereka melakukan kegiatan panasnya awalnya Selly menolak namun lambat laun Selly membalas semua yang dilakukan Arga hingga beberapa saat sampai akhirnya Arga menjatuhkan tubuhnya di samping Selly,dengan cepat Selly menarik selimut untuk menutupi tubuhnya
" bodoh kenapa Lo gak menolak " gerutu Selly yang bangkit walau badannya terasa remuk karena ulah Arga namun dia harus sekolah dengan langkah gontai dia kembali berjalan ke kamar mandi
sedangkan Arga yang merasa kelelahan ingin tertidur namun bunyi ponsel membangunkannya kembali dengan cepat dia meraih ponsel di atas meja di samping tempat tidur begitu melihat nama Herlan dilayar ponsel dia segera mengangkatnya
Arga:ada apa? tanya Arga dengan nada sedikit tinggi tanpa basa Basi saat sambungan telepon tersambung
Herlan:woy biasa aja gak usah teriak " ucap Herlan yang menjauhkan ponselnya dari telinga mendengar Arga bicara dengan sedikit berteriak
Arga: ya udah ada apa? cepet gue ngantuk
Herlan:gila Lo ini jam berapa? apa Lo mau bolos
mendengar perkataan Herlan di ujung telepon Arga bergegas bangun sambil melihat jam yang ada di atas meja akibat kegiatan panasnya beberapa saat lalu Arga sampai lupa kalau hari ini mulai masuk sekolah
__ADS_1
Herlan: Lo denger gak" tanya Herlan yang tak mendapat jawab dari Arga
Arga: iya gue denger,ya udah gue tutup dulu
tanpa menunggu jawaban Herlan dengan cepat Arga menutup sambungan teleponnya dia bergegas turun,Selly yang baru keluar kamar mandi melihat Arga yang panik hanya menoleh seraya berjalan kembali ke ruang ganti tanpa mempedulikan Arga
sedangkan Herlan yang heran karena Arga menutup sambungan teleponnya sepihak hanya menarik napas kasar,Dino yang berada di samping Herlan hanya tersenyum karena Dino tau Arga pasti menutup sambungan teleponnya sepihak seperti biasa
" tuh anak jam segini baru bangun" ucap Herlan sambil memasukan teleponnya kedalam kantong celana
" apa ngidam" tanya Herlan yang mendengar perkataan Dino dengan jelas
" jangan kenceng- keceng Oneng" ucap Dino Karena dia takut akan ada orang yang mendengarnya " ini baru dugaan gue aja,masalahnya kemarin pagi- pagi dia minta mangga udah gue belain beliin taunya cuma diliat doang" sambung Dino sambil mendengus kesal mengingat kejadian kemarin saat Arga mengerjainya
__ADS_1
" serius Lo" tanya Herlan sambil menatap tak percaya mendengar penuturan Dino
"serius Lo pikir gue becanda "tegas Dino sambil menatap ke arah Herlan yang menatap dirinya tak percaya
" gila tuh anak cepet amat" ejek Herlan sambil tertawa dia tak menyangka bahwa sebentar lagi Arga akan mempunyai anak
" apa yang lucu?apa Lo gak mikir sekarang semuanya menjadi rumit" ucap Dino dilain sisi dia bahagia jika dugaannya benar namun dilain sisi dia bingung Karena Zaky hilang ingatan
Herlan yang tersadar segera memijat pelipisnya " kita harus kasih tau Arga mengenai keadaan zaky" sahut Herlan karena ini jalan satu- satunya agar Arga tidak gegabah selama keadaan Zaky belum pulih benar
" iya gue setuju,nanti kita ceritain sama Arga" jawab Dino sambil memikirkan apa yang akan terjadi antara kedua sahabatnya itu keduanya terdiam karena masing- masing bermain dengan pikirannya sendiri
__ADS_1