
Selly menahan dada saat Arga mendekatkan wajahnya,Arga menatap tajam Selly yang kembali menolaknya Arga segera memegang kedua tangan Selly dengan satu tangannya menempelkannya di pintu Selly segera menatap penuh amarah
" Lo mau ngapain,lepasin tangan gue" ucap Selly
" apa ini cara Lo berkata kepada suami Lo" tanya Arga menatap tajam ke arah Selly
" gue gak akan pernah anggap Lo suami gue denger itu baik- baik" jawab Selly dengan tegas
Arga segera mencengkeram dagu Selly " apa karena Lo terlalu mencintai dia,sampai menolak suami Lo sendiri" tanya Arga dengan nada penuh penekanan
Selly meringis kesakitan karena Arga mencengkram dagunya dengan sangat kencang " iya karena dia tidak pernah kasar sama gue" jawab Selly karena selama bersama Zaky dia tidak pernah diperlakukan kasar berbeda dengan Arga yang selalu memperlakukannya dengan kasar
arga semakin tersulut emosi mendengar perkataan Selly dengan cepat dia mencium Selly dengan kasar hingga Selly sulit bernapas Arga akhirnya Arga melepaskannya ciumannya agar selly mengambil napas,Selly menatap penuh kebencian kepada Arga dengan napas masih belum beraturan dia berusaha melepaskan dirinya dari arga
" gue akan bikin Lo melupakan dia" ucap Arga sambil mengusap bibir Selly dengan ibu jarinya
" mau Lo lakuin apapun tidak akan merubah apa- apa" jawab Selly sambil terus menatap Arga penuh kebencian
Arga semakin tersulut emosi dia segera menarik sedikit kasar tangan Selly sedangkan Selly berusaha melepas tangannya dari Arga namun sia- sia Arga semakin memegang erat tangan Selly sampai di tempat tidur Arga segera menghempaskan tubuh Selly ke atas tempat tidur dengan cepat Arga naik ke atas tubuh Selly hingga kini tubuh Selly dibawah Kungkungan Arga
Arga segera mencium bibir Selly dengan kasar mendapat perlakuan kasar Arga air mata Selly mulai mengalir namun Arga tidak mempedulikannya Arga mulai menyusuri setiap inci tubuh Selly,setelah puas Arga mulai dengan permainannya kali ini sangat kasar Selly hanya terdiam hatinya begitu sakit mendapatkan perlakuan dari Arga
cukup lama akhirnya Arga menyelesaikan permainannya dia menjatuhkan tubuhnya di samping Selly sedangkan selly segera menarik selimut untuk menutupi tubuhnya dia segera membelakangi Arga sambil menangis sedangkan Arga karena kelelahan dia mulai menutup matanya
"aku membenci kamu ga" gumam Selly sambil terisak dia tidak pernah menyangka bahwa Arga bisa sangat kasar setelah cukup lama Selly pun mulai menutup matanya akibat lelah dengan permainan panas yang Arga
__ADS_1
disisi lain Herlan dan Dino mencoba menghentikan Zaky yang meluapkan sakit hatinya dengan minum membuat keduanya merasa tidak tega melihat Zaky minum terlalu banyak
" ki udah" ucap Dino sambil menahan gelas yang berisi minum yang akan diminum Zaky
" lepas" jawab Zaky sambil menghempaskan tangan Dino
Herlan yang sudah tidak tega segera menghempaskan gelas itu hingga terjatuh ke lantai Zaky segera menatap Herlan dengan penuh amarah Herlan kembali membalas tatapan Zaky dia sungguh tidak menyangka Zaky akan melihat Zaky hancur seperti ini
Zaky tersenyum sinis mendengar perkataan Herlan " gak usah pura- pura peduli Lo berdua sama gue" ucap Zaky sambil menatap kedua sahabatnya bergantian
" ki Lo ngomong apa kita berdua peduli" ucap dino yang tidak terima dengan ucapan sahabatnya itu
__ADS_1
" peduli Lo bilang? sahabat macam apa yang menyembunyikan tentang semua ini" ucap Zaky dia tidak percaya keduanya membohongi dirinya tentang Selly dengan Arga
" ki kita bisa jelas" ucap Herlan sambil meraih tangan Zaky yang sudah berdiri
" lepas,gue gak butuh sahabat seperti kalian" jawab Zaky seraya menghempaskan tangan Herlan dia segera melangkah namun tubuhnya ditahan oleh Dino
" jangan halangi gue" tegas Zaky sambil mendorong tubuh Dino agar menjauh darinya
"ki kita Antar balik,Lo mabuk " ujar Herlan melihat keadaan Zaky dia tidak mau Zaky pulang dalam keadaan mabuk
" gak perlu gue bisa sendiri " tolak Zaky sambil berjalan meninggalkan kedua sahabatnya
__ADS_1
Herlan yang ingin menyusul Zaky segera dihentikan oleh Dino,Dino paham dengan apa yang dirasakan Zaky pasti hatinya sangat hancur melihat gadis yang dicintainya menikah dengan sahabatnya sendiri,Herlan mematung melihat kepergian Zaky dia sangat khawatir melihat kepergian Zaky dengan keadaan mabuk namun dia juga tidak bisa menahan Zaky ditambah keadaanya dalam keadaan marah